Hari yang Indah Bersama Anak-Anak YKAKI

Ya ampun ini draft udah dari tahun kapan ya? :-(.
Semakin sadar udah lama gak update blog ini. Tapi ini salah satu perjalanan hidup yang layak dibagikan. So, tak ada salahnya tetap di publish ūüôā

 

Sabtu 27 Mei 2012.

Hari ini saya berkesempatan untuk ikut serta dalam acara berbagi kasih dan sukacita bersama adik-adik penderita kanker yang ada di bawah naungan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI). Puji Tuhan sekali karena sahabat saya Debby (teman sekantor) mengajak saya untuk ikut serta di acara ini, padahal saya bukan bagian dari muda-mudi di GKI Pondok Indah, yang merupakan inisiator pelaksana acara ini.

Sebenarnya pada awalnya ragu untuk ikut serta, selain karena saya bukan bagian dari Pemuda/i GKI Pondok Indah, saya juga agak kuatir tidak kuat melihat derita adik-adik para penderita kanker ini. Takut saya malah ikut-ikutan sedih yang ujung-ujungnya bukan membawa kebahagiaan bagi mereka malah kesedihan. Namun dorongan untuk ikut serta cukup besar, sehingga tidak butuh waktu lama bagi saya untuk memutuskan ikut. Tepat satu hari sebelum acara.

Pada hari H ada dua titik temu yang ternyata sudah diatur oleh panitia. Satu di gereja tempat berkumpulnya pemuda-pemudi GKI PI dan satu lagi di rumah singgah YKAKI yang disebut juga ‚ÄúRumah Kita‚ÄĚ. Masing-masing tempat disediakan satu bus besar yang cukup untuk menampung lebih dari 50 orang penumpang. Saya turut serta di bus yang berangkat dari ‚ÄúRumah Kita‚ÄĚ, di dalamnya sudah ada 2 orang utusan panitia yang mengkoordinir dari ¬†‚ÄúRumah Kita‚ÄĚ dan dua teman lain yang sejenis dengan saya (teman-teman Debby yang ikut meramai-ramaikan acara).

Di bus inilah kami mulai berkenalan dengan anak-anak penderita kanker ini. Wajah-wajah mereka tetap ceria dan bersemangat untuk mengikuti acara ini. Walaupun ada juga beberapa yang tampak lemas, kemungkinan karena baru selesai kemoterapi minggu itu sehingga masih agak lemas dan kurang enak badan. Tapi ¬†sebagian besar tetap berusaha untuk menikmati perjalanan dengan sukacita dan keceriaan. Untuk menghindari perjalanan yang membosankan, mulailah kami mengajak adik-adik dan orangtuanya untuk bernyanyi. Selain untuk menghilangkan kebosanan juga untuk mencairkan suasana. Mulailah lagu ‚ÄúLihat Kebunku‚ÄĚ, ‚ÄúNaik-naik ke puncak gunung‚ÄĚ, ‚ÄúBalonku‚ÄĚ, ‚ÄúAku Bisa‚ÄĚ sampai berbagai macam lagu yang lain berkumandang di bus yang akan membawa kami ke Ragunan itu. Awalnya anak-anak itu malu, namun lama kelamaan mereka mulai ikut berdendang. Lagu yang menjadi favorit anak-anak juga orangtuanya masing-masing adalah lagu ‚ÄúJangan Menyerah‚ÄĚ-nya D‚ÄôMassiv.

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Repeat reff1

Reff2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

Repeat reff1
Repeat reff2

Lagu ini mereka hapal dari awal sampai akhir. Saya pribadi sangat terenyuh mendengar lagu ini berkumandang dengan sangat manis dan indah dari mulut orang-orang yang sedang sakit itu namun pantang berputus asa dan menyerah pada nasib. Lagu ini menggambarkan betapa bersemangatnya mereka untuk sembuh. Semoga Tuhan mendengar doa yang tertuang dalam lagu itu.

Sesampainya di Ragunan, kakak-kakak pendamping dari GKI PI sudah berkumpul dan sudah memegangi nama masing-masing anak yang akan mereka dampingi selama acara berlangsung, mirip seperti terminal kedatangan di Bandara. Setelah masing-masing kakak pendamping bertemu orangtua dan adik yang akan didampingi, panitia memberi pengarahan mengenai teknis pelaksanaan kegiatan. Dan selang beberapa menit, kegiatan pun dimulai.

Saya diberi kesempatan untuk mendampingi anak yang bernama Melani karena kebetulan kakak pendamping yang semestinya mendampingi belum datang. Tapi tidak berapa lama, kakak pendampingnya yang bernama Manuel muncul. Jadilah kami berdua sama-sama mendampingi Melani. Melan (panggilan Melani) adalah seorang anak yang menderita Kanker Darah, atau istilah medisnya Leukemia. Melan terdeteksi penyakit ini kurang lebih sejak 2 tahun yang lalu. Melan yang saat itu masih berusia sekitar 4-5 tahun dan duduk di bangku TK. Menurut penuturan Papa Melan, pada awalnya di tubuh melan sering muncul sejenis darah beku yang berwarna biru (mungkin seperti lebam) di beberapa tempat. Juga perut yang agak membuncit (bengkak). Setelah melalui pemeriksaan, Melan dinyatakan terkena Leukemia.

Jika melihat fisik Melan, sepertinya semua baik-baik saja. Badannya cukup berisi, wajahnya ceria dan anaknya juga sangat lucu dan menggemaskan. Hanya perutnya saja yang agak membuncit. Saya baca di brosur dari ‚ÄúRumah Kita‚ÄĚ mengenai penyakit kanker, memang salah satu ciri anak penderita Leukemia adalah perutnya yang buncit/bengkak.

Melan juga anak yang aktif dan cerdas, dia banyak bercerita tentang apa saja yang dilihatnya. Apalagi menurut pengakuannya, dia sudah empat kali datang ke Ragunan. Melan juga sudah bisa membaca, jadi terkadang dia membaca sendiri informasi mengenai binatang yang sedang dilihatnya walaupun dengan sedikit terbata-bata. Namun, gadis kecil yang manis ini cukup cepat lelah. Berulang kali dia minta gendong pada Manuel jika sudah cukup jauh berjalan. Ketika digendong bukan berarti Melan diam. Dia tetap asyik berceloteh dan mengajak bercanda. Berulang kali dia bersandiwara ala Opera Van Java (OVJ) dengan kata-kata ‚Äúcia..cia..cia‚ÄĚ sambil pura-pura terjepit atau bilang ‚Äúkwek..kwek..kwek‚ÄĚ sambil membuat jarinya seperti sedang main tembak-tembakan. Sungguh anak yang menggemaskan. Perjalanan berkeliling terasa tidak jauh karena keceriaan yang diciptakan Melan.

Puas berkeliling di area Pusat Primata, akhirnya menjelang siang semua peserta berkumpul di satu titik temu dimana acara berikutnya akan berlangsung. Hari sudah cukup panas ketika semua berkumpul di tempat acara berikutnya akan berlangsung. Melan yang sudah lapar segera melahap makanan yang memang sudah disiapkan sang Bunda kalau-kalau Melan lapar. Katanya memang anak penderita Leukemia selera makannya meningkat. Dulu awal-awal melan sakit, badannya sangat kurus namun setelah pengobatan Puji Tuhan berat badannya meningkat pesat.

Acara berikutnya, mulai dari panggung boneka, melukis baju, menggambar, bernyanyi dan makan bersama semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Walaupun ada sedikit keterlambatan pembagian makan siang.Namun semua anak tetap ceria dan bersemangat mengikuti acara demi acara. Melan sendiri tidak ikut lagi makan siang karena sudah makan duluan dari bekal yang telah disiapkan Mama Melan baginya. Jadi ketika anak-anak lain makan, Melan harus bersabar menanti sampai semuanya selesai makan.

Mungkin cerita Melan adalah satu dari sekian banyak cerita anak-anak yang ada di bawah YKAKI ini. Semua anak punya ceritanya masing-masing. Memberikan pembelajaran penting bagi saya pribadi tentang hidup yang sementara ini. Tentang pentingnya sebuah pengharapan untuk sembuh. Tentang pentingnya arti cinta kasih orangtua dan keluarga dalam mendukung kesembuhan si buah hati. Pentingnya semangat kegotong-royongan dalam satu keluarga besar para penderita kanker dimana sama-sama berjuang dalam berbagai keterbatasan demi kesembuhan semua anak.

Sungguh aku percaya, bahwa keceriaan yang terpancar di wajah anak-anak ini adalah benar-benar berkat yang luar biasa dari Tuhan. Ditengah cobaan dan rasa sakit yang mereka alami, mereka masih mampu tersenyum dan bersukacita. Mereka masih bersemangat menjalani hidup dan sangat berharap untuk sembuh. Mereka masih bermain dan belajar. Mereka masih menatap masa depan dengan pasti.
Semoga lekas sembuh ya adik-adik yang manis. Tuhan pasti memberkati dan menemani kalian semua.

One thought on “Hari yang Indah Bersama Anak-Anak YKAKI

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s