Pesan Pak Luhut dalam Reuni Alumni PI-Del 2012

Reuni alumni PIDel memang sudah lama tidak pernah dilaksanakan lagi.
Reuni terakhir yang resmi dilakukan bersama-sama dengan yayasan Del adalah tahun 2008 yang lalu. (sekaligus yang pertama dilakukan).
Berbeda dengan reuni sebelumnya, reuni kali ini dilakukan di sebuah tempat pertemuan di Club 21, Djakarta Theater di Jl. MH Thamrin Jakarta pada Sabtu, 17 Maret 2012.
Saya secara pribadi bersemangat mengikuti acara ini, karena memang saya selalu ingin mengikuti perkembangan terbaru dari almamater yang saya cintai, Politeknik Informatika Del.

Jam 9 lewat sedikit saya dan teman-teman sampai di Club 21. Di setiap sudut dan tempat yang banyak ditempeli poster-poster film terbaru tersebut, saya melihat sudah banyak alumni Del yang berkumpul.
Banyak wajah-wajah sudah tidak asing lagi, namun banyak juga yang baru saya lihat di tempat ini. Semua asyik bercengkerama. Kebanyakan mengelompok dengan angkatannya masing-masing.
Ada tawa disana-sini, ada seruan-seruan kaget ataupun histeris karena melihat adanya perubahan drastis pada diri orang yang dilihatnya, dan sebagainya.
Setelah selesai mendaftar, saya mulai menyalami teman-teman, kakak-kakak dan juga adik-adik tingkat saya dulu. Kebanyakan yang saya salami yang saya kenal, yang belum kenal hanya saling melempar senyum namun sesekali berjabat tangan.
Tak kusangka sudah ada 8 angkatan yang sudah lulus dari kampus PI-Del.

Dalam keramaian seperti itu saya memang kadang agak sulit untuk fokus dan bingung melakukan apa. Apalagi suasana di tempat itu penerangannya agak redup (Yah, saya maklum sih, karena tempat ini memang biasanya tempat orang menunggu film dimulai).
Jadilah saya berkumpul dengan teman-teman seangkatan dan sesekali menyapa siapa saja yang kebetulan lewat di depan kami.

Setelah kira-kira jam 10 (sepertinya sih, karna saya tidak melihat jam), semua alumni masuk ke tempat dimana acara resmi akan berlangsung.
Pesertanya ramai juga. Mungkin hampir 200 orang (atau lebih ya?), i don’t know.
Dan akhirnya hadirlah pembicara yang kami tunggu-tunggu. Siapa lagi kalo bukan bapak kami yang kami hormati dan kasihi itu, Bapak Jend. (Purn.) Luhut B. Panjaitan.
Biasanya Pak Luhut selalu hadir dengan dampingan Ibu Devi. Namun kali ini Pak Luhut hanya didampingi oleh anak beliau yang paling kecil. Berhubung Ibu pergi ke acara adat yang tidak mungkin ditinggalkan.

Mulailah Pak Luhut yang terkenal dengan ketegasan, visioner dan kedisiplinannya itu berbicara. Sepertinya saya lupa berkedip selama beliau berbicara :-).
Tapi ya memang, beliau ini selalu mampu mempesona setiap peserta yang hadir dengan kata-katanya yang berbobot dan penuh spirit.
Namun harus saya akui, beliau ini kalau berbicara tidak selalu runut. Otaknya yang terlalu cepat berpikir itu terkadang membuat orang kalo tidak cepat-cepat ganti channel di otaknya akan ketinggalan informasi :D.
Syukurnya, saya yang biasanya agak-agak sulit untuk multi tasking ini, kalo sudah fokus dengan tokoh atau orang yang dikagumi, pasti otaknya langsung go-to-the-max 😀 (duh otakku.. ayolah selalu beroperasi maksimum..kalo begini terus, pasti diriku ini semakin pinter deh ehm..ehmm..).
Jadi apapun yang beliau sampaikan selalu membakar semangat dan keinginan untuk menjadi orang yang lebih baik.

Pesan inti yang saya ingat (maklum catatan ketinggalan di rumah) ada beberapa:
1. Bekerjalah dengan hati
Jika kita bekerja dengan hati, apapun yang kita kerjakan akan membuahkan yang baik-baik saja.
2. Belajar untuk Loyal
Belajarlah untuk loyal pada tempatmu bekerja. Jangan melulu memikirkan uang. Semuanya itu akan mengikut kalo kita melakukan yang terbaik.
Bener juga sih 🙂
3. Jujur, jangan mengambil hak orang lain dan justru memberikan apa yang seharusnya menjadi bagian orang lain.
4. Jauhi Drugs dan obat-obatan terlarang.
Beliau sangat menekankan ini. Jangan sampai terikut-ikut oleh pergaulan yang buruk di Jakarta.
Siapapun yang sudah terlanjur jatuh ke lembah dosa yang satu ini, kemungkinannya sangat-sangat kecil untuk kembali normal. Bahkan yang sudah sempat normal di pusat rehabilitasi sekalipun ketika dia kembali ke tempatnya, kemungkinan nya sangat besar baginya untuk menjadi pemakai lagi. Duh.. miris banget dengarnya 😦
5. “Kalau stress, olahraga kau, jangan lupa juga berdoa” (hahaha.. kira2 begitulah cara ngomong beliau 🙂 ).
Wah.. Ini nih yang jarang saya lakukan.. Olahraga. Namun, biasanya saya  kalo sudah stres, ambil buku-buku bacaan, baca buku rohani atau Kitab Suci, nyatat-nyatat, trus berdoa, biasanya lebih plong.
Cuma untuk bagian olahraga, masih kurang banget nih. 😦

Banyak lagi deh yang beliau paparkan.
Tentang rencana dalam waktu dekat realisasi SMU Unggul Del, Rencana D4 Del sebelum realisasi S1 yang merupakan prasyarat dari DIKTI, dosen-dosen yang sedang dan akan disekolahkan lagi, rencana di 2017 untuk adanya S2 Del, pembukaan BLK (Balai Latihan Kerja) di sanga-sanga (kalau tidak salah, salah satu daerah di Kalimantan Timur) untuk pelatihan keterampilan penduduk sekitar, dll.

Saya memang terpesona dengan segala rencana-rencana yang baik itu. Tapi lebih lebih dari itu, dalam hati saya berdoa  Senoga Tuhan kuatkan hambaNya, Pak Luhut agar setiap Visi dan Misi yang Tuhan tanamkan di hati dan pikirannya itu benar-benar bisa terealisasi. Semua mimpi untuk memajukan bangsa Indonesia pada umumnya dan Orang-orang batak pada khususnya mampu terlaksana. Semoga panggilan ini selalu terpatri di hatinya, agar semangat itu tidak pernah kendur oleh waktu dan ilah-ilah di zaman ini.
Semoga kasihnya kepada orang lain dan rakyat kecil tidak pernah luntur. Semoga umurnya dipanjangkan, keluarganya dan usahanya diberkati dan setiap orang yang mau terlibat bisa satu visi dan misi dengan beliau. (Amin..)

Wah.. tulisan ini jadi panjang sekalii..
Sebenarnya ada lagi bahan dari Ibu Intan (dari Yayasan Del yang juga menantu Pak Luhut) dan Ibu Inge (sebagai Advisor dan Mantan Dir PIDel) yang juga tak kalah menariknya untuk di share. Mungkin akan saya lanjutkan di postingan berikutnya.

5 thoughts on “Pesan Pak Luhut dalam Reuni Alumni PI-Del 2012

  1. Kak Glo, setelah baca ini, ternyata semua yang dipesankan sama bapak Luhut itu sangat mengena di masa2 kerjaku sekarang, dan sangat bersyukur bahwa aq bagian dari alumni Del yang didik untuk displin dan ingat Tuhan, :D.

    Walupun karena urusan kantor jadinya ga bisa ikut acara reuni ini kemaren, tapi setidaknya pesan dari bapak Luhut bisa kubaca disini…
    Mauliate godang kakak

    PS : blog “Hatiku Berkata Apa?” kakak unik,,, 😀

  2. Kalau Bapak kita yang satu ini, emang gak neko-neko kalau ngomong.
    Kami yang di Medan juga lihat video-nya, dan persis sepertimu, fokus langsung. Kalau diajak nyangkul pun gak pakai tanya, pasti langsung turun ke sawah kami tuh :))

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s