Pasar Modern vs Pasar Tradisional

Belakangan ini saya sangat prihatin dengan perkembangan supermarket, minimarket atau apalah itu namanya, pokoknya semua jenis pasar modern.
Bukan..bukan.. saya tidak anti dengan itu semua, justru sekarang ini saya jadi pelanggan setia mereka.

Yang menjadi keprihatinan saya adalah, perkembangannya yang meraja lela itu sebenernya secara perlahan-lahan menutup lapak-lapak kecil yang jualannya tidak selengkap pasar modern ini.

Ya.. nggak apa-apa sih kalaupun pasar-pasar modern ini berkembang pesat, tapi ya maunya jangan lah jaraknya terlalu dekat dan membuat para pedagang-pedangang eceran, gerobak sayur dan pedagang tradisional lainnya itu gigit jari dan bahkan membunuh penopang hidup mereka secara perlahan.

Saya sebagai konsumen sih bahagia-bahagia aja dengan adanya kemudahan akses dan kelengkapan produk yang ditawarkan di minimarket, supermarket dan sebagainya itu. Tapi bagaimanapun, hati kecil saya tetap saja tak bisa bohong kalau saya juga sedih karena ada ketidakadilan sosial disini. Gimana yang kaya gak semakin kaya dan yang miskin semakin miskin?

Oleh karena itu, sejak saat itu saya tetap rutin mengunjungi dan menjadi pelanggan setia pasar tradisional. setidaknya 1 kali seminggu.

Apa saja yang saya beli di pasar tradisional ini?

Tidak lain adalah ikan, sayur-sayuran, buah-buahan, beras dan sejenisnya. Dan saya kaget bin kagum dengan harga di pasar ini. Cukup jauh beda harganya dengan belanja di Supermarket. Cabe bisa dibeli seribu rupiah saja, tomat yang bagus sekilo bisa 5rb rupiah saja, sampai kadang udah gak tega lagi nawarnya. Selain itu, kalo lebih-lebih dikit timbangannya, biasanya gak terlalu dipermasalahkan, bedakan dengan supermarket yang lebih  nol koma sekian ons saja rupiahnya sudah bertambah 😀 . Bahkan kadang-kadang kalo ketemu penjual yang asik, mereka gak segan kasih tambahan daun sop misalnya, atau tempe harga 2rb dikasih bonus lagi potongan tempe sekitar 4 cm hihihiihi, siapa sih yang gak seneng dikasih bonus :P. Di Supermarket, mana bisa dapet gitu?? 😀

Tapi memang untuk kebutuhan seperti perlengkapan cuci, mandi, kosmetik, snack masih prefer beli di pasar modern karena harganya lebih murah dan lebih bisa dipercaya.

Yah masing-masing ada plus minusnya sih. Jadi mari kita berbagi rejeki juga ke pasar tradisional.. Terutama untuk kebutuhan dapur. Lebih murah, lebih seger (kalo ini harus pandai-pandai milih sih) dan lebih seru (terutama pas nawar-nawar, seneng banget kalo dapet harga murah! :D)

Iklan

One thought on “Pasar Modern vs Pasar Tradisional

  1. kapitalisme semakin menjamur .. tapi semuanya ada jawabannya … lihat saja sekarang sedang musim2 nya perampokan di minimarket ditambah persaingan antara minimarket yang sengit … hahaha … saya hanya berdoa semoga kapitalis hilang dan membiarkan hancur sendirinya.. Amin

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s