Pilihan Hidup

Setiap hari kita selalu diperhadapkan dengan pilihan. Mulai dari hal-hal sepele sampai hal-hal yang kompleks. Setiap saat. Setiap hari kita selalu jadi pembuat keputusan, ada kalanya keputusan yang sudah terlanjur kita buat kita sesali. Tapi ada masanya juga kita syukuri. Yang pasti setiap pilihan yang kita putuskan selalu ada konsekuensi atau resikonya.

hmm.. tunggu. pembahasan ini terlalu berat, sebaiknya aku menceritakan yang lebih sederhana. Sebenarnya tulisan ini muncul dari pikiranku, saat pagi ini aku memutuskan naik metromini 07 ke suatu tujuan, pada awalnya aku ada rencana naik ojek aja atau naik taxi, karna toh tujuannya gak terlalu jauh. Tapi setelah dihitung-hitung lagi (hitungan ala orang bokek), jadilah kuputuskan naik metromini dengan pertimbangan biayanya murah banget jika dibandingkan naik ojek atau naik taxi. Resikonya aku sudah tau, aku harus bertahan dengan asap rokok si sopir yang mengepul-ngepul tak tau sopan santun (Aku memang lebih suka duduk dekat sopir karena merasa lebih aman ketimbang duduk di belakang), harus bisa bersabar dengan hobi ngetem mereka yang benar-benar memancing emosi dan harus bersiap2 menyeberang jalan yang dipenuhi mobil, motor dan truk-truk  yang melaju dengan kecepatan tinggi dan berjalan kaki menuju tujuan ku. Hasil dari keputusan itu memang cukup mengecewakan, aku stress dan lelah begitu sampai di tujuan. Aku tiba2 terkena migrain dan memutuskan besok2 cari cara lain yang lebih bersahabat dengan kesehatan emosi dan fisikku😦 . Tapi tak mengapa, pengalaman itu guru yang paling baik bukan?🙂

Ada lagi aku lihat tadi pas pulang menuju ke kost-an, ada seseorang yang mungkin tidak tau lagi harus berbuat apa untuk melanjutkan hidupnya memutuskan untuk mencuri harta orang lain. Dia mungkin sudah memikirkan konsekuensinya jika ketauan, sampai-sampai dia berani mencopet di bus yang cukup ramai. Alhasil tadi aku lihat, ada aksi kejar-kejaran di jalan raya, yang sangat membahayakan, baik si pencopet, korban yang mengejar pelakunya dan orang-orang lain yang turut serta dalam aksi kejar-kejaran itu. Aku tidak tau bagaimana akhir cerita si pencopet maupun korban yang malang itu. Yang pasti si pencopet itu sudah merugikan banyak pihak. Bahkan aku yang melihatnya merasa dirugikan, karna rasa parno ku di kota jakarta yang kejam ini semakin menjadi-jadi.

And then what??

Duh,, tiba2 aku mengantuk. bingung harus melanjutkan apa.

Mungkin sebaiknya kita masing2 mengambil kesimpulan cerita diatas.

Kalo inti yang ingin ku share: keputusan atau pilihan kita tak perlu di sesali. Disyukuri aja sembari terus belajar dan lebih berhati-hati dalam membuat keputusan. Merepet sebentar gak papa, tapi jangan lupa untuk kembali tersenyum..😉

Hoaahemm… makin gak nyambung sepertinya. mungkin karna waktu sudah menunjukkan pukul. 23.30.. Time to sleep guys😀

2 thoughts on “Pilihan Hidup

  1. xixixixi.. emang bikin parno kalau ngomongin urusan sama copet.
    tapi setuju dengan ide di atas,

    merepet sebentar gak papa, tapi jangan lupa untuk kembali tersenyum

    😉

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s