Hidup dan Mati hanyalah Otoritas-MU

Hari senin yang lalu, hari masih tergolong pagi benar waktu saya sampai di kantor. Pagi itu kantor kami sudah dihehohkan oleh berita meninggalnya salah seorang teman kami di Kantor akibat kecelakaan lalu lintas. Dia meninggal dalam perjalanan menuju kantor dengan menggunakan sepeda motor. Beliau terjatuh akibat menghindari lobang dan hanya selang beberapa detik, sebuah bus Patas dengan kecepatan tinggi tidak dapat mengendalikan Busnya dan menghantam tubuhnya. Dia meninggal seketika 😦
Sungguh sedih campur kaget ada teman kami yang mengalami kejadian seperti itu. Aku memang tidak mengenal Mbak itu. Aku hanya tau wajahnya.

Orang-orang yang mengenalnya sontak merinding, menangis dan ada yang histeris. Tak ada yang menyangka jika kematian itu menyapanya begitu cepat.

Kematian memang bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Entah dia baik atau jahat, kaya atau miskin, sakit atau sehat. Kita tidak tau kapan saatnya tiba. Setiap momen seperti ini mengingatkan kita kembali akan keberadaan kita di dunia ini.

Hidup dan mati kita bukan hak milik kita. Tubuh, jiwa, dan roh ini semata-mata hanya milik NYA. IA berhak mengambilnya kapan saja dan dimana saja dan dengan cara yang bagaimana.
DIA lah yang punya otoritas penuh atas hidup kita. Jika aku dan kita semua masih hidup di dunia ini, itu karena IA masih ingin kita melakukan tujuan-tujuan NYA.

Ya Tuhan, ajari kami untuk tetap setia kepadaMU dan melakukan setiap perintahMU sampai akhir nanti.. Ketika Engkau datang menjemput kami..

Selamat jalan Mba Maria Magdalena. Tugasmu di dunia telah selesai. Sekarang engkau telah beristirahat selamanya. Engkau telah menuntaskan Tugasmu di dunia. Yakinlah, Tuhan pasti membantu orang-orang yang engkau kasihi melalui hari-hari mereka. Semoga keluarga yang engkau tinggalkan dikuatkan oleh Tuhan kita, dan di mampukan melewati hari-harinya di depan.. AMIN

Lirik kidung pujian ini indah banget maknanya. Menggambarkan penyerahan diri kita yang lemah kepada Tuhan kita.

Kidung Jemaat 406:1-3 “YA TUHAN, BIMBING AKU

Ya Tuhan, bimbing aku di jalanku, sehingga ‘ku
selalu bersamaMu. Engganlah ‘ku melangkah setapak pun,
‘pabila Kau tak ada disampingku.

Lindungilah hatiku di rahmatMu dan buatlah batinku
tenang teduh. Dekat kakiMu saja ‘ku mau rebah dan
tidak ragu-ragu ‘ku berserah.

Dan bila tak kurasa kuasaMu, Engkau senantiasa
di sampingku. Ya Tuhan, bimbing aku di jalanku,
sehingga ‘ku selalu bersamaMu.

10 thoughts on “Hidup dan Mati hanyalah Otoritas-MU

  1. @roded
    hehe.. ok bang. 🙂

    @wijoyo
    iya to. begitulah ternyata hidup itu to.
    banyak hal yang ternyata blm mampu kita mengerti dan coba pahami.
    Termasuk soal kematian dan hidup itu sendiri.
    indah.. sekaligus seram.
    semoga bersama DIA, baik hidup maupun mati dapat kita nikmati dengan indah

  2. mak…serem kali gitu….jadi ingat kak kejadian yang terjadi juga hampir sama dengan sama satpam2 kita yang ada di kampus dulu….jatuh dari motor langsung di tabrak sama truk -_-

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s