Indahnya Saat Yang Teduh

Indahnya saat yang teduh menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya, sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan
Segar; ‘ku bebas dari seteru di dalam saaat yang teduh.
(Nyanyian Kidung Jemaat. 454:1)

Pagi ini, aku sedang ingin berbagi cerita dengan para sahabatku. Ditambah penguatan dari Khotbah kemaren. “Jika kamu ingin melakukan sesuatu yang baik, walaupun itu terlihat konyol, lakukanlah“. Itu yang mendorongku mengirimkan email panjang ini ke sahabat2ku, dan ku share juga ke pengunjung blog-ku.
Siapapun kamu, semoga kamu juga terberkati🙂

—-

Halo para sahabat yang kukasihi,

Ntah kenapa pagi ini, ingin rasanya aku menyapa teman-teman semua.
Pengen berbagi betapa beratnya hari2 belakangan ini kita lalui.
Sering kali kita tak sadar, kita tenggelam dalam gelombang rutinitas yang benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Sampai2, waktu untuk sahabat, keluarga, pacar dan terutama untuk TUHAN, hampir tidak ada.
Ntah apa yang kita kejar.
Kuliah, pekerjaan, belum lagi rentetan tugas2 harian seakan membuat kita kekurangan waktu 24 jam yang Tuhan beri.
Tapi ujung2nya, apa yang terasa? Sukacitakah? mungkin saja, tapi sukacita yang semu.
Atau jangan2 yang kita rasa hanya tinggal kehampaan?

Lalu aku coba flash back. Pada saat kapan sih aku merasa hidupku begitu indah dan berarti?
Tak lain adalah saat kita sediakan waktu teduh bersama Tuhan.
Menyediakan waktu teduh setiap hari memang terasa cukup sulit. Kelelahan fisik membuat kita sering kali tak mampu bangun lebih pagi setiap hari nya. Yang ada, kita malah terburu2 untuk ini dan itu.
Aku pribadi juga tak lepas dari perasaaan itu.
Walaupun sudah bangun jam 5 pagi, tapi rasa capek dan ngantuk sering kali membuatku sulit untuk membuka mata dan fokus pada Alkitab yang terbuka di hadapanku.
Tapi aku coba paksakan diriku.
Lebih baik aku baca dengan keadaan ngantuk dari pada sama sekali tak punya modal menjalani hari ini.
Aku teringat dengan kata Mamaku, “Keras terhadap diri sendiri untuk hal yang baik, sangat baik untuk diri kita di masa depan“.
So, tak ada salahnya kalo kita keras terhadap diri kita, terhadap kedagingan kita yang yang lemah ini, supaya hari2 kt di dunia ini tak ada yang sia2.
Sebab hari-hari belakangan ini bukannya semakin baik tapi akan semakin jahat, dan iblis2pun selalu siap menerkam kita kala iman dan rohani kita lemah.

Tadi iseng2 aku buka2 file yang ada di situ Renunganharian.net mengenai saat teduh.
Aku sungguh terberkati dengan adanya artikel ini. Masih banyak cara hidup yang harus kubenahi agar semakin sesuai dengan bejana yang indah yang ingin DIA bentuk.
Aku harap sahabat2ku sekalian terberkati juga.
I love you all my closed friend.

“Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

Semoga Yesus, satu-satunya Juruslamat dunia ini menyertai kita sekalian hari ini hingga akhir-nya nanti.
AMIN.
🙂

Artikel WaktuTeduh,WaktuBersamaAllah(Akumaubertumbuh).doc

God Bless Us🙂

5 thoughts on “Indahnya Saat Yang Teduh

  1. “Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

    terimakasih sharingnya mbak,
    Tuhan memberkati dan menyertai Mbak senantiasa🙂

  2. Ping-balik: sweet hour of prayer « tutuing's labyrinth

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s