Indonesia-ku, Indonesia-mu..

Aku agak-agak jobless belakangan ini.
Sebenernya gak pure jobless, tapi memang untuk membangkitkan semangat pada pekerjaan yang mulai membosankan, butuh energi dan semangat yang baru.

Alhasil, buah “jobless” ku itu berujung pada rasa penasaranku pada perkembangan politik nasional, tepatnya pada masa-masa menjelang PilPres ini.
Aku tak akan terlalu banyak berkomentar soal politik, karena terlalu banyak intrik di dalamnya yang tidak mampu kupahami.
Sulit membedakan mana fakta dan mana sandiwara.

Semakin kuperhatikan, dunia politik itu semakin kayak panggung sandiwara.
Tak mampu aku membedakan si Jujur kah orang yang satu ini, Si matrekah si bos ini, Si koruptor kah manusia bertampang jujur ini atau Tuluskah si kawan ber-tampang baik ini?
Atau jangan-jangan, kayak di sinetron-sinetron itu? Semua cuma pura-pura?
Semuanya samar.

Akh.. kepalaku berujung pusing.
Sampai akhirnya aku sampai pada kesimpulan, tak satupun yang menarik bagiku.
Tapi jika disuruh memilih yang terbaik diantaranya, sepertinya aku sudah punya pilihan. Walopun masih tetap agak ragu.
Tapi suaraku tak akan berpengaruh, karna aku masuk dalam golongan Golput.
Yah, aku sadari aku salah karena kurang aktif mencari informasi untuk mendaftarkan KTP-ku yang terdaftar di Jak-Ut sedangkan aku tinggal di Jak-Pus, sehingga aku tak terdaftar sebagai Pemilih dalam Pilpres kali ini.
Mungkin untuk kedepannya aku akan belajar lebih peduli pada negaraku ini.

Aniway, setelah kemaren aku seharian baca-baca, aku sampai pada kesimpulan, kita semua harus peduli pada perkembangan negara ini.
Jika kita tertarik pada dunia politik, buatlah pertahanan diri dulu agar tidak mudah terbawa arus.
Agar pikiran tidak dirusak oleh pergaualan yang tidak baik.
Jika memang ingin berbakti penuh kepada bangsa dan negara, pegang teguh janji itu.
Sebagai pelayan, dengarkan suara orang kecil.
Dengarkan suara rakyat.
Jadilah tegas, jujur dan adil.
Bukan hanya slogan, tapi terlebih perbuatan.

Itu harapanku bagi semua pemerintah dan rakyat indonesia yang berkecimpung di dunia pemerintahan.
Agar tidak ada paduan suara lagi ketika mengambil keputusan.
Tapi yang ada usaha mempertahankan prinsip-prinsip luhur di negara kita tercinta ini dan lebih memperhatikan sisi-sisi kemanusian.

Mungkin ada yng udah lupa Isi Pancasila yang menjadi dasar negara kita ini. Disini aku tulis lagi:

Pancasila
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat/kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Duh indahnya Isi Pancasila itu.
Sungguh luhur niat para pendiri negara ini yang merumuskan Sila-sila pancasila Itu.

Walopun dalam pelaksanaanya banyak yang tidak sesuai dengan isi sila-sila itu.
Seperti:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
=> Adanya niat beberapa kelompok yang ingin menjadikan negara ini negara Islam, padahal ada 5 Agama yang diakui di Indonesia, adanya penutupan gereja-gereja dan lain-lain.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
=> Pelanggaran HAM yang sering terjadi dimana-mana di negeri ini.

3. Persatuan Indonesia
=> Jangan sampai negara Indonesia pecah karena perbedaan Agama!

4.  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat/kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
=> Sudah terwakilikah suara rakyat kecil di pemerintahan pusat?

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
=> Sudah terwujudkan keadilan ini? Sudah cukup perhatiankah Pemerintah terhadap para TKI yang disiksa diluar negeri? Atau kematian David Wijaja yang masih menyisakan tanya hingga saat ini?

Ehm, cukup berat postinganku kali ini.
Sekedar berbagi pikiran yang tak kutau harus dituangkan kemana.

Indonesia tahah air beta,..
Pusaka abadi nan jaya.
Indonesia sejak dulu kala..
Slalu di puja-puja bangsa…

5 thoughts on “Indonesia-ku, Indonesia-mu..

  1. numpang mampir ito…ito tinggal di condet yahhh. eeh my neighbor. Tul sekali ito. apa lagi klo kita perhatikan sila yg ke3 “Persatuan Indonesia” yg ito arahkan ke: Jangan sampai negara Indonesia pecah karena perbedaan Agama.Sebenarnya dalam mewujudkan itu negara kita sudah betul membuat satu departemen yaitu depag. yg dipimpin oleh satu menteri negara tapi menteri tsb terkesan hanya mengurusi satu macam agama saja dlm departemennya. smoga menag kita sekarang ini(kabinet jilid II) bisa mengayomi tugas dan fungsinya dgn benar.For now we are a good audience dululah ok! hidup kabinet bersatu jilid II.

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s