Jatuh itu Anugerah?

rajwaliSewaktu browsing-browsing dan baca baca artikel di internet kemaren, aku menemukan renungan hari itu yang sungguh menggugah hatiku.
Di renungan itu, perumpamaan yang digunakan si penulis adalah mengenai Rajawali. Sudah beberapa kali sih aku baca mengenai “profil” burung Rajawali ini, dan memang hewan bersayap ini sering kali di jadikan renungan bagi umat Kristiani. Sampai-sampai ada lagunya “Ku kan terbang tinggi bagai rajawali, dan melayang tinggi dalam kemuliaanNya.. dst”.

Emang apa spesialnya sih burung Rajawali itu? (untuk detailnya baca sendiri renungannya yah.. 😉 )

Aku lebih tertegun lagi, waktu baca kata-kata terakhir di renungan itu yang berkata “Jatuh itu anugerah. Nikmati dengan penuh ucapan syukur dan jadilah kuat

Wow!!
Logic kita langsung berbicara, How Come??
Masa’ kita lagi down atau lagi jatuh di katakan pengalaman itu anugerah.

Atau langsung ada yang ngomel-ngomel di belakang “Huh, teori. Coba kalo diri sendiri yang lagi jatuh, pasti gak segampang itu bilang Jatuh itu anugerah!”
Yup, aku juga gak menyangkal, bahwa waktu kita jatuh dan mengalami cobaan yang cukup berat, rasanya sulit sekali memandang bahwa cobaan atau kejatuhan kita itu adalah anugerah dari Surga.

Tapi ketika kita diperhadapkan dengan satu masalah, hendaknya kita mengimani dan mengamini bahwa setiap maslaah itu ada penyelesaiannya sendiri yang membuat kita semakin kuat dan dewasa menjalani hari-hari kedepannya.

Tidak masalah kalo kita menangis karna masalah itu, atau sedih karna masalah itu. Tapi sebaiknya kita mengingat bahwa kita juga harus bangkit. Jangan berlarut-larut dengan kesedihan, kekecewaan, kemarahan atau tangisan kita.
Setiap cobaan yang diijinkan Tuhan datang pada kita, pasti dalam batas kekuatan kita.

Ada jaminannya loh di Alkitab.. 🙂

I Korintus 10 : 13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya”.

PRAISE the LORD oh my soul..

Iklan

21 thoughts on “Jatuh itu Anugerah?

  1. @raparsi
    hahahaha..ya ya ya.. asalma sonang ho hasian 😀
    Tapi lebih kuat mana kau say dibanding rajawali? 😉

    @ekaria27
    Thanks sudah berkunjung.
    Nantikan kunjungan balikku ya.. 🙂

  2. kan…lagi2 bang raja yang duluan!!!
    heheeh…

    iya, benar itu kak!! Asal kita tau dan bisa mengucap syukur, gak ada yang namanya kesialan dalam hidup…

    🙂

  3. Sebelumnya kita harus tahu dulu, senjata utama apa yang kita keluarkan saat terjatuh. Cth: ketika kucing terjatuh dari ketinggian, ia jarang hancur lebur dan mati..karena otot kakinya yang lentur selalu merupakan senjatanya yang utama. Apakah orang percaya memiliki spiritualitas yang lentur, supaya ketika terjatuh ia tetap tidak hancur?

  4. @raparsi
    Wali itu bukannya biasanya perwakilan orang tua kita say? Kek di jaman sekolahan dulu loh.. Berarti lebih tinggi wali dong dari pada raja yang ini 😛

    @ekaria27
    Jangan manggil kakak dong, karna kayaknya aku yang harusnya manggil kakak. hehe.
    Tuker link? Boleh..

    @luvnufz
    hahaha..
    Berantemlah kalian dek, bilang jangan dia yg komen dluan 😉

    @Aldemak Simanjuntak
    Horas amang, salam kenal.
    Terima kasih atas masukannya.
    Berarti intinya, yang kita latih adalah mental spiritualitas kita agar tidak terlalu lembek ataupun terlalu keras sehingga ketika terjatuh tidak hancur. Begitu kan amang?

  5. lah justru itu la wali itu perwakilan orangtua berarti lebih “rendah” dari orangtua la
    hehehe
    btw wali = wakil gak?

  6. @raparsi
    bangggg raja….!!!! ahh, asik2 abang aja yang pertama ngoment, mentang2 blog pacar abang!!!
    hahaha…

    udah bang, jangan berantam lagi sama kakak..
    yang lebih tinggi itu Langit, karna kita ada di bawahnya!!

    oke?? dame ma di hita sudenaaa..!!
    butima.

    🙂 🙂

  7. @luvnufz
    hahahaha
    sapa duluan dia dpt…makanya sering2 ngecek blognya kalau perlu tiap menit hahaha

    itu bkn berantem dek, cm adu pendapat aja
    🙂

    btw apa pulak arti luvnufz ini?
    acem nya aneh kudengar

  8. @raparsi
    semakin aneh, akan semakin menarik kan bang??
    hahhaa…

    artinya apa yahhh?? ada dehhhhh……

    o y, berarti abang refersh2 terus blog kakak ini yah… ck…ck…ck…. 🙂

  9. @luvnufz
    makanya aku tanya apa arti namamu dek?
    ya harus sering2 di refresh la dek
    ntar klo gak diblg sombong aku gak mau berkunjung ke rumahnya ini
    hehehe

  10. @raparsi & luvnufz
    hahahaha
    kok jadi kalian dua poang yang “chatting disini” 😛
    sudah2, semua dapat bagian 😛
    kalo gitu kau tiap detik aja refresh blogku dek, biar kalah ama bang raja.. Hahahaha.. cem bettul aja pun 😛

    @reallylife
    Betull mas. Lama gak berkunjung ni mas. Thanks udah mampir lagi

  11. pro… Amang Alde Simanjuntak
    pernah aku mau ikut lomba lombat jauh….blum juga lompat dah …naik betis duluan , brenti deh. bisa gak aku dibilang peserta lomba …..(aku kan dah ngedaftar).

  12. The cross, O Christ, Thy wondrous love revealing,
    Awakes our hearts as with the light of morn,
    And pardon o’er our sinful spirits stealing,
    Tells us that we, in Thee, have been reborn.

    Like echoes to sweet temple bells replying
    Our hearts, O Lord, make answer to Thy love;
    And we will love Thee with a love undying,
    Till we are gathered to Thy home above

    Selamat Paskah !

  13. Kegagalan yang Dapat Diperbaiki
    June 15th, 2008 by rief-gent

    Pagi hari ketika diriku sudah terbangun dari tidurku ,aku diam sejenak di depan teras rumahku…
    Aku yang masih terkantuk-kantuk didepan teras…mulai membukakan mata,hati dan pikiran ..mulai berpikir dan merasakan apa yang salah dan kurang pada hidupku ini…!!!
    Dari awal diriku mulai mengenal dunia luar sampai diriku mulai merasakan apa yang disebut tanggung jawab….?
    Tanggung jawab terhadap diri sendiri,keluarga dan maupun orang lain…
    Ternyata setelah dipikir-pikir dan dirasakan ….diriku blum cukup merasakan apa yang disebut tanggung jawab….
    Sempat diriku berpikir,beranggapan …!!! Dan bertanya-tanya tentunya…?
    “Apakah diriku belum cukup umur untuk bersikap seperti itu”…?
    “Apakah diriku terlalu berleha-leha dalam menjalani hidupku”….?
    “Ataukah diri terlalu manja dihadapan keluargaku”….?
    Tapi Yang aku rasa diriku selalu mencoba dan terus mencoba untuk membuktikan kepada kedua orang tuaku dan mungkin kepada semua teman-temanku ….Bahwa diriku bisa dan mampu membuktikannya…!!!
    Tapi kenapa semunya selalu saja tak bisa terwujud….?
    Apa mungkin diriku sudah gagal dalam membuktikannya…!!!
    Semuanya yang diriku rasakan benar…tapi diriku takan pernah berputus asa lagi karna apa….?
    Karna menurutku kegagalan bukan untuk disesali. Meminta bantuan orang lain tidak ada salahnya …. kalau memang mentok engga punya solusi untuk memperbaiki kegagalan yang sudah diciptakan sendiri.
    Masalah seringan atau seberat apa pun, orang tua selalu punya solusinya. Jangan pernah ragu untuk menceritakan masalah pada beliau….
    Ataupun kepada teman-teman ,atau …SAHABAT …
    Jalan keluar selalu ada. Tugasmu adalah menemukan solusi, bagaimana pun mustahil tampaknya, karena putus asa juga tak berguna. Saat logika tak bekerja, cari jawabannya pada sesuatu yang tak logis. Saat otak tak bisa memberi jawaban, carilah ke dalam jiwamu. Gunakan imajinasi dalam mengatasi masalah. Matikan pikiran dan bebaskan jiwamu.

    Dan berserah diri kepada yang maha kuasa….4JJi swt…..

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s