Tidak ada pekerjaan yang remeh

Postingan ini sebenernya lebih mengingatkan diri saya bahwa pekerjaan ku ini anugerah, anugerah yang tidak boleh saya remehkan.

Awal masuk kerja, aku di tempatkan di Helpdesk IT.
Taukah anda apa pekerjaan seorang Helpdesk? Pekerjaan yang saban hari mengharuskanku duduk di belakang meja (walaupun sesekali juga meluncur langsung berhadapan dengan user), mencoba men-trace masalah user, memberi solusi (jika mampu) dan jika tak mampu menyelesaikannya meng-over nya ke tim engineer yang lebih ahli (di bidangnya masing-masing tentunya).

Sekilas, untuk seseorang yang punya background IT pekerjaan ini cukup remeh. Seorang Helpdesk lebih berfungsi sebagai tempat buang unek-unek masalah user, pelampiasan marah-marahnya user kalo dah berhubungan dengan masalah komputer, dll. Lebih seperti Call Center.

Di awal-awal aku masih begitu bersemangat.
Berharap ilmu yang kudapat di kuliahan, akan banyak ku implementasikan.
Tapi ternyata, tidak. Hanya sedikit saja yang bisa aku implementasikan, apalagi aku mengingat posisiku.
Lama kelamaan, aku semakin merasa kerdil. Aku mulai remeh dengan pekerjaanku, apalagi kalo aku berkumpul dengan temen-temen kuliahku dulu.
Aku menganggap enteng pekerjaanku.
Padahal di lapangan, tidaklah seenteng itu.

Memang bukan pekerjaannya yang sulit, tapi kiat-kiat untuk menghadapi berbagai masalah user dari berbagai level, mulai dari level staff, officer, supervisor, manager bahkan direksi, itu yang sulit.
Aku dituntut untuk bisa menghadapi mereka dengan cara dan bahasa yang mampu mereka semua mengerti. Itu kendala paling besar yang kuhadapi kala aku masih bekerja sebagai seorang Helpdesk.
Ketika tersadar, aku mulai untuk mencintai kembali pekerjaanku, mencoba menghiraukan perasaan remeh yang tidak jarang mengganggu ketenanganku dan penghargaanku terhadap pekerjaanku.

7 bulan kemudian aku di pindahkan ke bagian data reporting dan analisis.
Awalnya pekerjaan inipun cukup menantang. Karena masih banyak ketidak stabilan pada sistem, jadi mau tidak mau, aku lebih banyak belajar kiat-kiat memperbaiki sistem yang sudah ada.
Beberapa bulan kemudian ketika aku sudah mulai biasa, segala sesuatunya tampak rutin dan membosankan. Mulailah rasa jenuh menyerang. Belum lagi aku banyak sekali berhubungan dengan Microsoft Excel, sampai-sampai aku dijuluki Excel Programmer (eh.. FYI, Excel itu sebenernya cukup powerfull loh).
Terus terang itu bukan julukan yang aku sukai. Aku menganggap perkataan orang-orang lebih seperti cemooh ketimbang pujian.

Akupun berkaca lagi. Aku mulai merasa pekerjaanku ini tidak harus dikerjakan oleh orang IT, aku jadi minder lagi. Jadi remeh lagi dengan kerjaanku. Tentunya ada rasa sedih juga. Dalam hati aku bertanya “segitu remehkan pekerjaanku ini??”

Tapi aku tak mau terkungkung perasaan seperti itu.
kalaupun bagi orang luar pekerjaanku tampak remeh, gampang dan membosankan, biarlah mereka berpikir seperti itu.
Aku yang lebih tau apa pekerjaanku saat ini.
Aku yang lebih tau seberapa penting dan urgent pekerjaan yang aku tangani.
So, untuk apa aku remeh dengan pekerjaanku?

Seorang tukang sapu dijalanan pun bukan pekerjaan yang remeh. Tanpa mereka, mata kita pasti terganggu dengan joroknya jalanan yang bertebaran sampah.
Seorang tukang parkir pun bukan pekerjaan yang remeh. Tanpa ada yang mengatur alokasi kendaraan di suatu gedung, parkiran tentunya akan kacau dan semrawut.
Dan banyak lagi pekerjaan-pekerjaan yang tampak remeh dimata kita, sebenernya bukan pekerjaan remeh.

Semoga setiap harinya, aku semakin mampu menghayati pekerjaanku sebagai anugerah yang patut kusyukuri. Tanpa memandang rendah dan remeh terhadap pekerjaanku.
Menghargainya sebagaimana menghargai yang memberi pekerjaan ini kepadaku.
Semoga..

17 thoughts on “Tidak ada pekerjaan yang remeh

  1. nice posting…
    tapi tertawa terusnya kau say waktu bilang excel programmer…gak ada tanda2 tidak suka🙂


    Gloria:

    Hahaha… lama kelamaan aku emang terbiasa dengan itu semua say. Tapi pada dasarnya aku gak suka sebutan itu..
    Sama kayak panggilan “Gogi”, aku gak suka. Tapi semua udah bilang gitu, ya didiemin ajah🙂

  2. yah kak..gak ada yg remeh di dunia ini selama kita gak menganggapnya sendiri…bersyukur az dgn kerjaan kita yg sekarng..tersrah org mw berkata apa, karn kan yg tw kita sendiri..cayoo kak..🙂

  3. hiks.. hiks…
    aku terharu tok…
    aku ga mau jugalah remeh sama kerjaanku…
    walopun orang bilang aku master ‘notepad programmer’..
    wew.. emang ada?

    wakakakka…

    cheerrsss!!!

  4. ah bang raja ini..
    terus2 dia duluannn…😦

    kikikiki..🙂
    iya kak, sekarang kan kk dah jadi manager, masih remeh gak sama kerjaan???

    hahaha🙂

  5. oh ya kak, “Gogi” masih lebih bagus..
    daripada di panggil GORILA??

    ecek2nya orang Batak ntong, ndak bisa melafalkan 2 konsonan yang berurutan…

    hahah….

  6. @GOLPUT
    hahaha.. ngejek ya.. awas kau toq..
    Ku jambak nanti kau kalo lewat aku dari depan pcmu.. *sadis mode: on*
    hahaha

    @joicehelena
    what? manager? manajer diri sendiri aja blm lulus..
    tapi kalo emang tiu doamu ya kuaminkan pun dek.. ahhaha

    soal orang batak susah memadukan konsonan itu udah kualami dari kecil dek.
    makanya oppung boruku selalu manggil aku “goloria” hahaha, untung ‘g’ gak di ubah jadi ‘k’ sepeti yang sering di plesetkan teman2ku waktu SD.
    Kalo GORILA itu, agak lari dek, soalnya hurup l nya kejauhan lari kebelakang😀

  7. yah..itu kan lawak2ku ajanya itu kak…
    hehehe…

    oh ya kak, kl mau kakak jambakkan iban ruben itu, jambak DUA KALI ya kak, dari aku satu…

    hahahahaha….

    tapi janganlah tahe, baik kalinya si ibanku itu…

  8. @luvnufz
    tau nya aku itu dek itu lawak2mu..😀
    Gak berani aku dabah dek jambak dia. nanti di smack downnya pulak aku mpe remuk. hehehe piss ito ruben😛

    @lintong nababan
    Terima kasih ito atas masukannya.

  9. ehm, … ternyata setiap orang punya keluhan tentang pekerjaan yha….coba untuk bersukur sekaliun kadang itu nyakitin, tapi pasti kok ada waktune TUHAN promosiin kita. Dont give up

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s