Menggapai Cahaya di Ujung Sana

Lorong itu nyaris tanpa ujung, membuatku hampir menyerah dan berjuang sampai disini saja.
Lantas aku duduk diam, tertegun menikmati kesendirian.
Nyaris tanpa harapan.
Tapi ternyata ada cahaya diujung sana.
Cahaya itu kecil dan tampak sangat sulit di capai.
Aku malas untuk melangkahkan kakiku untuk berlari mencapai cahaya itu.
Aku sudah lelah..

Namun ada setitik harapan, semoga cahaya itu membesar dengan sendirinya dan datang menghampiriku.

Tapi tidak, cahaya itu justru menjauh.. membuatku berpikir untuk melangkahkan kakiku.
Harapan kembali berkobar di hatiku.
Aku pasti mampu mencapai cahaya itu.
Aku pasti akan menggapai sumber kehidupan itu..
Dan aku pun berjalan tertatih, berjalan semakin cepat kemudian berlari..
Entah kekuatan darimana.

Dan cahaya itupun seakan datang menghampiriku..
Membuatku menyadari bahwa secercah harapan ternyata membuatku hidup..

Iklan

3 thoughts on “Menggapai Cahaya di Ujung Sana

  1. intinya harus selalu berusaha n berjuang
    Dia memberikan ikan kepada kita tapi tetap kita harus berusaha mendapatkannya dengan memancing ikan itu
    sama seperti usaha utk ngurangi ngemilmu say
    hehehehehe
    ๐Ÿ™‚

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s