Pertemuan yang Tidak Kebetulan

Bukan suatu kebetulan kita bertemu orang yang bisa mengubah pola pikir, semangat hidup maupun yang mampu menginspirasi kita dalam menjalani hidup.

Namanya Bapak F. Simanjuntak.
Guru Matematika-ku di SMU Negeri 1 Tarutung.
Perawakannya sedang, dengan kepala setengah licin. Istilah plesetannya BotStengLing (Botak setengah lingkaran)😉
Sangat mewakili otak yang dilindunginya. Encer dan selalu punya solusi untuk soal-soal ilmu pasti. Terutama matematika.
Memiliki kebiasaan menutup mata dan mengelus kepalanya kalau sedang berpikir. Seakan merapikan rambut.
Tulisannya sangat rapih, pendefenisiannya terhadap teori dan penyelesaian masalah matematika juga sangat terstruktur dan mudah di pahami.
Sungguh.. Aku mengaguminya.

Aku mengenal beliau di kelas 2 SMU.
Itu juga secara tidak sengaja lewat rekomendasi abangku, yang notabene bukan siswa SMU Neg. 1 Tarutung. Abangku sudah terlebih dahulu les matematika di rumah beliau.
Wajar aja sih beliau luput dari perhatianku.
Soalnya beliau mengajar hanya di kelas 3 IPA. itu juga hanya IPA1 dan IPA 2.
Belum lagi waktu kelas 1 SMU aku masuk siang sedangkan anak kelas 2 dan kelas 3 masuk pagi.
Akhirnya melihat perkembangan kemampuan matematika abangku, aku pun terpacu untuk ikutan les.

Awalnya aku memperkirakan tempat les nya itu, minimal seperti ruangan kelas di sekolah.
Tapi ternyata jauh dari dugaanku.
Ruangan tempat kami belajar itu adalah salah satu ruangan di rumah panggung yang beliau miliki. Tidak terlalu besar.
Idealnya berisi belasan orang. Tapi berhubung penggemar beliau banyak, tidak kurang dari 25 orang sudah memadati ruangan kecil itu.
Terkadang aku heran, kenapa gak dibuka di sekolah aja yah biar daya tampungnya lebih banyak?

Mulai dari perkenalan pelajaran pertama di tempat les beliau, aku sudah langsung suka cara beliau mengajar.
Pengajarannya terstruktur rapih.
Teorinya jelas dan tidak berbelit belit.
Rumus-rumus yang di berikan juga ternyata tidak se ribet yang kubayangkan selama ini.
Pembahasan-pembahasan soalnya juga bener-bener membuka otak.
Sungguh, saat itu lah rasanya aku bener-bener belajar.
Rasanya itulah pertama kalinya aku bener-bener mengecap dan menikmati enaknya belajar. Terutama matematika.

Dari SD-SMP aku tak pernah begitu semangat belajar.
Belum pernah kutemukan guru yang mampu membuatku jatuh cinta pada pelajarannya.
Bagiku sekolah hanya sekedar sekolah.
Sekedar menjalani setiap keinginan dan harapan orang tua.
Sekedar sarana untuk mencari teman dan bermain.
Tak pernah terlintas dipikiranku bagaimana sebenernya belajar yang sesungguhnya.

Waktu SD-SMP di Padang sebenernya diam-diam aku merindukan sekolah yang bagus, berdisiplin tinggi, ada fasilitas dan ada guru-guru yang bisa membuatku pintar dan jatuh cinta pada ilmu pengetahuan.
Aku sempat iri pada teman-teman gerejaku yang bisa les Bahasa inggris di tempat yang bagus (LIA), bisa bersekolah di sekolah katolik yang disiplin dan bagus.

Sedangkan aku??
Untuk menyatakan keinginanku itu pada orang tuaku pun, aku sudah tidak punya keberanian.
Aku tau, kami tidak punya banyak uang untuk sekolah disana.
Aku tau pasti itu.
Makanya keinginan itu hanya aku pendam di hatiku aja.
Hanya Tuhan yang tau betapa aku merindukan sekolah di tempat yang bagus dan bisa mencetakku supaya tidak bodoh lagi.
Mungkin itulah keinginan terbesarku waktu kecil dan remaja dulu yang tak pernah keluar terucap dari mulutku kepada orang tuaku.
(Dan pada akhirnya aku tau, diam-diam Tuhan mendengarkan keinginanku itu. Walopun dalam kurun waktu yang cukup lama).

Sebenernya tak bisa kupungkiri, guru-guruku di SD-SMP-ku itupun sangat berjasa kepada perkembangan pendidikanku.
karena atas jasa merekalah aku bisa mengerti perhitungan, perkalian, membaca, IPA dasar, IPS dasar, dsb.
Walaupun memang tidak ada kesan yang mendalam bersama mereka.

Itulah sebabnya, ketika aku bertemu dengan Pak FS (demikian kami menyebutnya), aku merasa pola pikirku terhadap pendidikan berubah.
Aku mulai menyukai pelajaran. Terutama pelajaran matematika.
Aku begitu bersemangat membahas soal-soal SPMB.
Aku mulai bercita-cita dan berusaha membuat prestasi.
Seumur hidup, baru di SMU lah aku pernah dapat peringkat 1 di kelas😀
Tak terbilang betapa bahagianya aku saat itu, karena akhirnya aku bisa membuat orang tuaku bangga.
Aku bisa melihat betapa bersemangatnya Bapakku menjemput raportku dan betapa bangganya bapakku menunjukkan raport ku pada mamaku.

Terima kasih pak FS karena cara bapak mengajar, ilmu yang bapak berikan dan setiap motivasi yang bapak tanamkan memberi semangat dan pencerahan yang dulu selalu aku cari-cari dan aku nantikan.
Ternyata aku tidak mendapatkannya dari sekolah yang aku impikan. Tapi justru dari guru sederhana seperti bapak yang punya kemampuan luar biasa.
Bapak sangat menginspirasiku untuk lebih rajin belajar dan mencintai ilmu pengetahuan.
Memang saat ini aku belum menjadi apa-apa.
Tapi setidaknya, pola pikirku banyak berubah berkat bapak.
Dan apa yang kucapai sekarang juga tak lepas dari motivasi yang bapak berikan.

Mungkin seandainya dulu aku tak mencintai matematika, aku tak mungkin bisa lulus SPMB dan Del.
Tak mungkin aku bisa bersekolah di PI Del, sekolah impianku sedari kecil.
Yup.. PI Del memang jawaban Tuhan atas keinginanku selama bertahun-tahun sewaktu kecil untuk bersekolah di tempat yang bagus.
Dimana aku bisa bertemu dengan tim pengajar yang bisa membuatku jatuh cinta terhadap ilmu yang diberikan.
PI Del adalah “jawaban doa terselubung” yang tak pernah terucapkan di mulut tapi terungkapkan di hati.
Dan memang hanya Tuhan yang bisa membaca suara hati.
Itu sebabnya hanya DIA yang tau kenapa aku begitu bangga dengan PI Del yang berlokasi di tepi danau toba itu.

“Segala sesuatu yang terjadi memang indah pada waktu nya”

Mungkin saat ini kau punya sebuah keinginan atau kebutuhan atau mimpi.
Tapi kau tak mampu menyampaikannya pada siapapun karna mungkin keliatan mustahil atau jadi bahan ledekan orang lain.
Tapi tak perlu takut, ada DIA yang mendengarkan bahkan sebelum kita mengucapkan.
DIA yang paling tau keinginan hati kita.

29 thoughts on “Pertemuan yang Tidak Kebetulan

  1. Sebenarnya, walau kadang menjadi acuan orang kebanyakan, sekolah favorite bukanlah satu-satunya jalan menciptakan kader-kader pintar. Tetap tergantung dari kemauan seseorang itu juga. Walau sekolah bagus, tapi orangnya sendiri gak minat belajar, tetap aja o’on🙂

    Contoh paling bagus saat ini; Andrea Hirata. Tentu bere udah baca dan nonton filmnya kan? Laskar Pelangi…

    Tetaplah kita memang selalu berharap dari pertolongan Tuhan. Gbu.

  2. @Tappang
    Yup.. aku udah baca bukunya dan udah nonton juga tulang.
    Memang sih, yang namanya emas dimasukin ke lumpur pun tetep aja emas😀

    Tapi yang aku ceritakan disini, bukannya aku gak mensyukuri keadaanku dan keuangan keluarga kami tulang.
    Justru aku sangat bersyukur pernah mengalami masa-masa sulit itu, masa-masa ketika harapan tak selalu jadi kenyataan. Sehingga sekarang ketika keadaan sudah membaik, aku semakin tau bersyukur dan berterima kasih.
    Apalagi aku menyadari tidak semua orang melalui perjalanan hidup seperti itu (nyambung gak sih penuturanku?)😉

    @A-RI
    Hehehehe.. kalo di Tarutung sana dah istilah lama itu to😀

    @ruben bukan onsu
    Ketigaxx kau to😛

    @Indah Sitepu
    hahaha… tau deh..😉
    Tapi yag pasti aku bangga pernah jadi anak didik beliau🙂

    @alisyah
    Hahhahaha.. kau ni dek..
    Mudah2an aja bapak itu gak tersinggung dengan istilah ini🙂

    @michaelsiregar
    thanks ya ito..
    nanti saya link balik..🙂

  3. hi gadis..
    kirain td elu ama pak FS, hape…
    Betul itu de.. bpk itu mmg bagus ngajarnya, seumur hidupku nilai matematika dapat nilai bagus hanya ama beliau🙂 lainnya ancur semua aku :))
    Satu lagi guru fav ku dulu Ibu guru kimia klo ga salah dl singkatannya SHP (bner ga ya?) tp mmg guru” lulusan jaman doloe keknya lbh enak ngajar ya… beda bgt am guru” muda (peace….)

  4. @tohap
    Hahahahaha
    ya gaklah..
    Aku aja gak tau lagi bang keberadaan bapak itu dimana..🙂

    Betrul bang, pas ama bapak itu, nilai matematikaku selalu 9, padahal dulu sebelumnya angka 8 aja dah bangga kali awak😀

    Ibu SHP, tau aku.. tapi keknya dulu aku kurang tertarik ama kimia. Paling pas blilok2 itu aja dulu au suka🙂

  5. horas ito…
    saya juga jadi teringat dengan guru saya dulu waktu SMA di bandung (guru matematika)…mungkin karena kenakalan saya waktu itu si ibu tidak mau masuk kelas kalo saya ada di dalam kelas, akhirnya KM kami (Ketua Murid = si Rizky) melobi si ibu guru untuk mau masuk kelas, akhirnya dia pun mau masuk kelas tapi kayaknya saya dianggap gak ada…hahaha…hiks..hiks…
    walhasil di STTB saya dikasih angka “5”…weew…!! angka yg bercokol seumur hidup…heheheh

    it’s been a long time for me not to see her…sudah bagaimanakan kabarnya yah..?

    horas..

    bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

  6. @joicehelena & @xzbazt
    Mungkin akan beda kalo kalian dah ketemu ama pak FS😀

    @jodri sanif sinambela
    Salah kenal ito.
    Iya.. kalo anak SMUNTA angkatan 2004 keatas pasti kenallah ama beliau..

    Thanks udah berkunjung ito..

    @bonar
    Walah.. anak nakal toh dulu😉

    @lintong nababan
    Yup.. Absolutely..

    @nancy
    nanti saya mampir de mba/kak🙂

  7. pak FS..??? duh..itu dia salah satu mantanku dulu.
    dulu banyak guru yang sempat jadian sama aku😉
    gak deng…,emang ada beberap guru favoritku dulu, like pak FS (mate/tika), pak EDS (sejarah,abisnya baek bgt), Ibu SRG (kimia,uhh..paten), Ibu DSM (biologi,fantastis luar biasa), pak HP (guru BP, anak gaul n keren abis, sering maen ping-pong bareng,hihihi).
    duh..jadi kangen aku dek, sama masa2 dulu. jadi teringat juga semua guru2 n teman2 dekat dulu.
    oh IPA 1 ku

  8. @ togi sianipar
    Ckckckck… Bang togi ini amsih inget aja dengan segitu banyak guru kita dulu.
    Aku cuma inget satu2 bang, apalagi krn pake singkatan itu semua, jadi agak susah otakku nginget2..
    Tapi waktu itu abang sebutin satu2 aku jadi inget beliau2 lagi..🙂
    BTW, SRG atau RSG nih.. seingetku sih bu’ RSG.. Memang naburjuan ibu on..

  9. Horas Pariban bagaimana kabar bapak dan nantulang di Singkawang. ??

    pariban bisa saja membuat tulisan tentang tulang FS membuat saya tergerak menulis tentang tulang yang satu ini

    Ya.. Pak FS atau tulang Simanjuntak begitu kami memamnggilnya.. adalah sosok yang tegas baik dan pintar.. walalupun saya tidak sempat di ajar oleh beliau.. tapi saya pernah mengenal sosoknya lebih dekat sewaktu beliau mengantarkan anaknya untuk kuliah di IPB Bogor…

    Pak FS adalah seorang orang tua sekaligus kawan yang bisa diajak ngobrol apa saja.
    kalao tidak salah beliau sekarang sudah menjadi kepada sekolah SMA di Pakkat atau dimana ya…

  10. Salam kenal dulu donk…Bercerita ttg Bpk FS..Saya punya beberapa kisah ttg beliau.Saya emg gak pernah diajari bpk FS,krn saya anak IPS1,cuma dulu kelasku bersampingan dgn kls IPA1,2,3 yg jkt perpus…
    Nah saat” itulah saya dgn leluasa melihat cara ngajar beliau,tp apa ini jg berlaku pd anak IPA dthn” berikutnya???…survey_membuktikan:
    1.Dalam ulangan bulanan Matematika,saat soal dibacakan murid” harus mengangkat pulpen keatas,setelah selesai soal murid” menurunkan tangan dan lgsg menulis jwbn dlm wkt bbrp menit.
    2.Jika jmlh soal yg diberi ada 5,maka jwbn yg salah akan disesuaikan dgn hukuman yg akan diberikan kpd murid”nya,mis;3 benar dan 2 salah,pukulan dgn bambu kering dibetis murid” akan kena 2 kali..
    3.Karna Bpk FS mempunyai anak seangkatan dgn kami(Dorty_namanye),sering sianak jd sasaran murid” akibat kekesalan murid” kpd sang guru..
    4.Yahh walaupun darah daging sendiri Anak tetap jg jd sasaran sang ayah disekolah klo emg salah(tp dirumah dimaafkan jglah..)
    5.Yg terakhir neh..murid” sering rajin belajar matematikanya bpk FS bukan karena niat mau pintar tapi cuma krn takut berhadapan dgn bpk FS dan takut dihukum klo salah…dan malu kena stempel merah terbuat dari bambu…
    Sory yyee klo ada yg gak terima dgn pernyataan saya neh,tp sepupu saya sendiri jd korbannya,,meskipun Alhasil sepupu saya masuk jebolan UI,cuma menurut saya neh Guru itu emg kudu Tegas tp tdk hrs Dgn KEKERASAN..wah klo smua guru matematika begini..APA KATA DUNIA???He he he

  11. @Agustina sipahutar
    Halo salam kenal kak.
    Terima kasih atas kunjungannya.
    Menanggapi komentar kakak, di tahun kami beliau memang tetap meberlakukan sistem memukul kaki pakai penggaris kayu.

    Saya tidak tau apa teman-teman saya yang lain belajar karena rasa takut yang berlebihan.
    Tapi saya dan teman-teman saya tetap saja senang karena pengajaran yang beliau sampaikan memang Oke.

    Saya sendiri dulu takut sama beliau, tapi takut yang lebih ke arah hormat. Sikap takut yang dibarengi hormat menurut saya tidak akan menuai sakit hati, justru sebaliknya. Pada akhirnya sadar bahwa terkadang mendidik yang keras itu perlu.

    Soal ujian pakai sistem angkat tangan, ditahun saya sepertinya sudah tidak berlaku lagi sih..

    Tapi ya itulah..
    Mungkin ada saja yang tidak menyukai cara pengajaran beliau yang keras. Tapi banyak juga yang mentalnya dan otaknya menjadi terbentuk lebih pintar dan cerdas akibat didikan beliau.

    Tergantung pada kita menyikapinya🙂

  12. Oke deh cin…cuma yg saya temui stlh skrg ini,ada temen seangkatanku skrg jd seorg guru,dan dia secara tdk lgsg menerapkan cara pengajaran bpk FS disekolahnya,yg kebetulan dulu saya jg sempat satu kos sm dia,so saat kutanya pd dia ttg cara ngajar dia knp demikian,tau jawabnya apa,,,,”yah klo guru matematikaku dulu bsgalak sama aku,skrg aku bisa donk seperti dia kpd muridku…”,ya ampun…yah positif sih ada,cuma gak enaknya ya gitu deh…,ya saya seh berharap tidak akan ada lg guru” skrg yg berpemikiran seperti temen kita yg satu ini,apalg kluaran SMUNTA..Ya gak dek…Btw kamu lulusan thn berapa dek??

  13. @Agustina sipahutar
    Hmm.. gitu pulak ya?
    Ya itulah kak.. lain orang, lain cara menyikapi nya.
    Lagian lain zaman harus disesuaikan juga perlakukannya.

    Kalo sekarang di buat terlalu keras juga yang ada ntar anak2 itu ngelapor sama ortunya dan orang tua murid itu ngelapor ke komnas perlindungan anak. Wah kalo itu dah ribet deh.
    Soalnya kalo sekarang ini kan dah lebih bebas. Dah gak kayak dulu lagi.
    jadi sebenernya cara pengajaran guru tetap harus disesuaikan dengan perkembangan jaman.

    Aku angkatan 2003 kak..

  14. itulah pertanda dunia ini adalah sempit dan sayapun baru2 ini jumpa dengan kawan sewaktu punguan Naposo yang sudah pisah 20 tahun dan kami bergabung dalam satu company.
    Jadi berbahagialah ito ku yang bisa bertemu dengan pahlawan tanpa jasa

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s