Manajemen Stress

Aku lupa, sejak kapan aku kenal yang namanya stress.

Bagiku dulu stress itu adalah penyakitnya Ibu-ibu atau bapak-bapak yang banyak beban pikiran, masalah dan konflik dalam hidupnya.
Tapi itu dulu sekali.

Kalau aku tidak salah ingat, di bangku kuliahlah aku mulai “kenalan” dan mulai sering mengucapkan kata-kata stress ini.
Dulu aku sering stress gara-gara kebanyakan tugas, proyek ataupun pelajaran dari dosen.
Aku sempat stress gara-gara aku merasa gak mampu mengikuti kuliah dengan baik. Takut orang tua gak bahagia dan takut bikin mereka stress.
Mungkin itu sebabnya di bangku kuliahlah jerawatku paling parah pertumbuhannya.

Hampir setiap tahun selama kuliah bentolan-bentolan merah di wajah bahkan menjalar ke punggungku itu bertambah. Dan memuncak di tingkat 3, menjelang wisuda pulak. Makanya malu aku melihat mukaku waktu wisuda dulu. Untung foto bersama diambil dari jauh.
Jadi jerawatnya gak mungkin terlihat. Bahkan kalo di zoom sekalipun😀

Back to topic😉
Tapi sebenernya setelah bekerjapun, penyebab-penyebab stress yang barupun gak kalah banyaknya.
Justru lebih banyak, karna babak baru kehidupanku pun telah dimulai.
Masa-masa awal bekerja, aku masih belum merasa cocok bekerja.
Aku masih merasa “anak ingusan” yang seharusnya masih bergantung sama orang tuanya.

Tetapi, Tuhan berkata lain.
Sudah waktunya aku beranjak dari zona amanku, belajar mandiri, belajar melepaskan diri dari ketergantungan terhadap orang tua, belajar membuat dan mengambil keputusan, belajar mengatasi kesulitan-kesulitanku sendiri, belajar untuk memikirkan masa depanku, belajar mengatur keuanganku, dan banyak lagi.

Dan disaat-saat pembelajaran itulah sebenernya aku sering “jatuh” stress.
Pembelajaran yang paling sering membuatku stress adalah: membuat dan mengambil keputusan serta manajemen waktu (disiplin diri).
Gak jarang aku lupa untuk tersenyum kalo stress udah melanda. Atau bahkan sebaliknya, aku jadi bertingkah aneh-aneh, tertawa berlebihan, ngemil berlebihan dan marah-marah berlebihan.
Semua serba berlebihan🙂

Masih sulit bagiku untuk mengatur stress ku sendiri.

Gak jarang aku jadi nangis karna merasa gak sanggup lagi berbuat apa. Atau aku berdoa, curhat belama-lama dengan Tuhanku yang aku yakin selalu setia mendengarkanku.
Kadang kusadari terlalu jahat sih aku, pada saat aku gak tau lagi mau melakukan apa atau pada saat aku sudah di puncak kebingunganku, dengan meraung-raung aku curhat habis-habisan sama Tuhan.
Dan biasanya it’s really works.
Aku biasanya akan kembali tenang dan bisa berpikir jernih. DIA bener-bener mampu menenangkanku..

Kadang aku pengen memarahi diriku sendiri, sudah terbukti nyata bersama siapa sebenernya aku mampu menghadapi semua kesulitan, kebingungan dan masalah-masalahku. Tapi teteeepp aja harus di penghujung kemampuanku aku datang sama DIA.
Terbukti sudah betapa sombongnya aku akan kemampuan yang kumiliki😦

Tapi mungkin bukan aku aja yang seperti itu.
Ada banyak orang yang datang sama TUHAN kalo udah di penghujung kemampuannya. Pada saat kekuatannya sudah habis, atau pada saat sudah hampir putus asa bahkan sudah putus asa.

So, seperti yang di bilang Matius yang tertulis dalam Injil Matius 11:28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”.

Biarkan Tuhan yang bantu kita me-manage stress yang kita alami.
DIA gak kurang kuat kok dalam menolong kita…🙂
Tetap semangat dan mari berdamai dengan stress yang kita alami

20 thoughts on “Manajemen Stress

  1. stress itu kan tekanan psikologis (kata psikolog Nicholas Sihotang, JBA – Jago Bicara Aja) dan setiap orang mengalaminya. stress juga memiliki intensitas yang berbeda-beda, yang cenderung semakin terasa berat ketika pelepasannya tak kunjung tiba.

    jadi kalau stress, jangan dianggap sebagai “stress” tapi anggaplah sebagai sesuatu yang harus dituntaskan, jika karena suatu masalah kamu jadi “stress” ya pecahkan masalah itu. bukan mecahin mangkuk, karena mangkuknya punya ibu :p

  2. @Nich
    hehehe… Thank komennya bang nich, JBA😀
    Memang sih setiap masalah penyebab stress itu harus di selesaikan, tapi pada saat mencari pemecahan itulah biasanya otak ini jadi stress.

    Syukurlah bang, aku blm pernah mecahin mangkok ibunda tercinta gara2 stress. hehehehe

  3. Salah satu cara biar ga stress kalo ada masalah adalah
    Jalani aja dulu hehehe(Ini ajaran sesat teman sekamarku dulu di Del)

    Tapi memang benar… di saat kita menghadapi masalah dan merasa ga ada jalan keluar, ya kita hanya bisa berdoa dan Jalani aja dulu ….

    Dijamin stressnya ga akan sering-sering datang

  4. salam kenal.

    Saya senang telah martandang ke blog ito, nice blog and smart writings, tapi yang utama karena ito telah menebarkan aroma kasih Yesus kepada yang baca. You have a talent as writer. Keep on writing. JBU.

  5. @ Royn Sinaga
    Terima kasih atas komen dan kunjungannya abang.
    Sering2 mampir yah..🙂

    @sahala napitupulu
    Terima kasih atas pujiannya ito..
    Jadi malu di puji orang yang sudah berpengalaman di bid. jurnalistik seperti ito🙂
    Kapan2 berkunjung lagi ya ito..😉
    JBU 2

  6. Nah… tidak semua orang mau share klo dia lagi punya masalah… ada orang berdiam diri dan menyelesaikan masalahnya sendiri, ada orang cari teman curhat untuk membagi beban hidupnya… ini yang kusuka dari iban..mengangkat sebuah topik yang pada dasarnya semua orang mengalaminya, tapi jarang di diskusikan, padahal sangat banyak manfaatnya bagi kita semua. pasti ada saran2 dan nasehat bagi kita yang membacanya, juga bagi mereka yang saat ini stress, krn suatu hal… efekn ya apa? dengan stress krn patah hati melihat pacarnya selingkuh, bisa sampe bunuh diri…tp pembaca di blok ini gak ada kayaknya..hehehhe

    saya pernah ikut training Self Improfment Personal ( Bp Harry utomo) dari Heart & Determination,saya ga tau bahwa teman2 yang ikut training ternyata mempunyai beban hidup bertahun2 bahkan puluhan tahun… bahkan mereka sampai teriak2 dan menagis karena.memaki, meneriaki orang yang membuat mereka menderita…tapi apa yang terjadi setelah itu…mereka jadi merasa bersalah karena telah memaki dan membenci orang yang berbuat salah pada mereka.. akhirnya mereka bisa memaafkan.

    jadi panjang cerita neh…hehehhe

    satu hal lagi stress adalah dampak utama memicu kanker / tumor.

    Peace

  7. “……mari berdamai dengan stress yang kita alami”, ……ya suatu manajemen stress yang cerdas dan inovatif. Dari pada membiarkan pusing yang bisa memicu stress baru, lebih baik berdamai🙂

    Gloria:
    Salam kenal ito.
    Terima kasih atas kunjungannya..
    Jangan lupa, lain waktu mampir lagi..😉

  8. Salam kenal Ito,
    Bagi saya stress hanya untuk orang yang tidak bisa menikmati dan mensyukuri hidup yang diberikan Tuhan untuk kita.
    Kalau kita menyukuri berkat dariNya saya rasa semua permasalahan bisa dihadapi dengan suka cita.

  9. @zuntuk06
    Hadapi ajalah adek2ku.
    Semua itu indah pada waktunya..
    jangan mau lama2 stress.
    Percayalah, semua kesulitan yang kita hadapi semata-mata untuk membentuk kita untuk makin dewasa dan mandiri🙂

    @michaelsiregar
    Salam kenal juga ito🙂

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s