Apa yang Kupelajari Tadi Pagi

Pagi tadi waktu mataku rasanya masih berat sekali untuk terbuka, mau gak mau aku harus membuka mataku. Malas sekali rasanya badan ini beranjak dari tempat tidur. Rencana olah raga yang selalu di rencanakan tak pernah berhasil. Sungguh hatiku sebenernya merasa bersalah kepada Tuhanku karena lagi-lagi aku sia-siakan pagi ini untuk berolah raga, yang notabene berguna untuk kesehatanku sendiri. Padahal belakangan ini udah bolak balik aku kurang enak badan. Akh….😦

Untuk menebus rasa bersalah itu aku datang ke hadapanNYA, berharap aku mendapatkan sebuah pelajaran baru dariNYA.

Dan aku mendapatkannya (walaupun gak berhubungan dengan olahraga sih..😀 ).

Renungan pagi ini secara acak aku ambil dari Buku karangan Bpk (Alm.) Pdt. Eka Darma Putera. Aku mengakui betapa beliau ini sangat mendalami ilmu teologi, bukan dari sisi teologi semata. Tapi dari segi psikologi juga. Memadukan logika, perasaan dan terutama teologis.

Enaknya lagi beliau memberikan pengajaran lewat bukunya tidak menghakimi. Tapi mencoba mengerti lalu kemudian mengarahkan ke arah yang sesuai dengan kehendak Ilahi.

Seperti pagi ini: Aku dituntun untuk memperhatikan apa sebenernya yang membuat manusia sukar untuk mengenal dan dikenal Allah.
Salah satunya adalah karena sifat egois manusia.
Kita manusia cenderung menganggap kita mampu menyelesaikan segala sesuatunya sendiri. Dan ketika kita berhasil, kita sering kali menganggap itu semua semata-mata hasil usaha kita.

Aku jadi teringat, ketika aku berhasil menyelesaikan masalah yang cukup pelik, aku merasa begitu bangga.
sampai-sampai aku lupa bahwa ketika berjuang, aku begitu tekun berdoa, memohon kekuatan dan hikmat kebijaksanaan dariNYA.
Tapi ketika aku berhasil menyelesaikannya, rasa bangga itu bukan kupersembahkan bagiNYA. Tapi ada kesombongan dihati yang menginginkan orang lain tau dan mengakui kehebatanku (ntah secara langsung ataupun tidak langsung).

Walopun terkadang dengan gaya malu-malu, atau terkesan merendahkan diri, namun yang aku inginkan tidak lain adalah pengakuan dari orang-orang bahwa aku hebat.. Bukannya mengatakan bahwa DIA yang hebat, karna DIA yang beri setiap berkat dan kemampuan. Akh,,.. seharusnya setiap pujian itu tertuju hanya Tuhan..
Bukan karena DIA haus pujian, tapi karena memang seharusnya DIA yang dipuji dan memang sangat layak dipuji.

Hatiku disadarkan, betapa aku haus pujian. Walopun itu dihatiku saja. Tapi aku sadar, aku sangat menginginkannya. Aku ingin diakui, diperhatikan dan bahkan ditinggikan.
Padahal apalah sebenernya yang patut disombongkan di dunia ini, bukankah semuanya ini milik DIA?
Pemberian DIA?

It’s so hard GOD.

Susah sekali untuk menyangkal diri dan tidak sombong.. Bagaimana mungkin Engkau mau menjadi Nakhoda diriku kalo aku selalu pengen ambil alih semua yang harusnya milikMU, semua yang seharusnya bagianMU?
Semuanya kembali ke masalah pilih kita. Memilih untuk mengandalkan diri sendiri, atau memilih untuk mengosongkan diri.

Help me o LORD..

5 thoughts on “Apa yang Kupelajari Tadi Pagi

  1. Tolong kirimkan kepadaku renungan harian

    Gloria:
    Waduh… Aku gak punya pak.. Mungkin bisa di cari di situs2 rohani.
    Terangdunia.com maybe?

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s