Noda di Sweater itu..

Waktu menyuci dan menjemur sweater yang kubeli minggu lalu di Puncak–Bogor–, ada kekecewaan di hatiku, karena kulihat ada noda dan bercak di baju itu yang tidak bisa hilang.
Sebenernya waktu memutuskan untuk membelinya aku sudah menebak bahwa noda itu cukup susah untuk hilang. Dan terbukti sudah pagi ini..

Tapi karna sudah jatuh cinta pada sweater itu, tetap saja aku beli..
Dan akhirnya aku putuskan untuk menerimanya apa adanya. Karna toh fungsinya kemaren untuk menghalau dingin yang menyerang. Dan terbukti berguna sekali waktu aku tidur malem di Puncak-Bogor yang dinginnya bikin aku ampe menggigil. Kehadiran sweater itu benar-benar membantu.
Lagian harganya gak masuk kategori mahal kok. Seharga kaos oblong kalo aku beli kaos di jakarta. Rp. 30rb. Sekalian berbagi berkat sama si mamang yang udah capek-capek ngangkut dagangannya ke depan villa kami itu.

Dan yang terpenting, aku dapat pelajaran dan inspirasi baru dari noda di sweater itu.

Sweater baru itu ibaratnya aku, manusia yang penuh dosa. Lalu datanglah Tuhan Yesus yang melihat aku sudah bergelimangan dosa, tapi karena cintanya padaku, DIA tetap memilih aku dan “membeli” aku dengan darahNYA yang kudus. Dan memutuskan untuk menerimaku apa adanya. Dan memakaiku untuk tujuan-tujuanNYA.

Walaupun terkadang noda-noda yang tidak bisa lekang dariku itu tetap mengecewakan hatiNYA, tapi IA mau menerimaku apa adaNYA.

Bedanya, noda di sweater itu kemungkinannya kecil sekali untuk hilang. Berbeda dengan dosaku yang telah di tebus olehNYA. Walaupun harus kuakui sering kali aku membuat noda baru, dan kembali mengecewakan DIA.
Semoga DIA tetap mau menerimaku sampai akhir hayatku.. AMIN..

Selain itu, hal ini juga berlaku dalam hubungan sehari-hari kita dengan orang lain. Baik itu orang tua, keluarga, teman, pacar, suami/istri, dll.
Ketika kita memutuskan untuk menerima orang lain apa adanya, “noda”, kelemahan, kekurangan, atau kejelekan mereka yang sering kali mengecewakan kita tidak seharusnya membuat kita mengabaikan atau mengubah perasaan atau keputusan kita untuk menerima mereka apa adanya.

Justru disitulah resikonya, ketika kita berjanji untuk menerima mereka apa adanya.
Ketika kita tau segala kekurangan atau kejelekan mereka, kita belajar untuk menerima mereka apa adanya.
Dan jika masih mungkin untuk diubah, kenapa kita tidak mencoba membantu mereka untuk berubah ke arah yang lebih baik??
Thanks GOD, lagi-lagi aku Engkau ajarkan lewat hal-hal kecil di sekelilingku..

10 thoughts on “Noda di Sweater itu..

  1. hm…belajar menerima kelebihan dan kekurangan…
    apakah setiap orang memilikinya?

    Gloria: Ya iyalah.. khan no body is perfect..🙂

    apakah mungkin seseorang hanya memiliki kelebihan saja atau kekurangan saja?

    Gloria: Ya enggaklah.. (lagi-lagi) no body is perfect bukan??

    bagaimana kalau pada akhirnya hal itu tidak dapat diterima?

    Gloria: Maksudnya kita gak mampu menerima kekurangan kelebihannya??
    Kalo itu orang tuaku/keluargaku, aku wajib menerima seluruh keberadaan mereka.
    Kalo itu temenku, kalo memang ada kekurangannya yang gak bisa ku terima, dan membawa dampak buruk bagiku, lebih baik aku menjaga jarak dengannya. Tapi tidak memutuskan pertemanan dengannya.
    Kalo itu pacarku, kalo memang satu sama lain tidak mampu saling menerima keadaan masing-masing, mungkin jalan terbaik adalah mencari yang lain..
    Kalo itu suami/istri, sama dengan keluargalah..
    Dll..

    🙂

  2. jadi intinya kita harus menerima kekurangan n kelebihan orang lain dan pastinya menerima diri kita sendiri juga bukan??
    tp terkadang lebih banyak orang yang gak menerima kenyataan, selalu asking why must me??
    mengubah itu yang perlu kk ajarin…he.h.e…karn seringkali teori ga semudah prakteknya…😀

  3. @aPpLe
    Yup..
    Betul sekali dek.. teori memang selalu tak semudah prakteknya.
    Ibarat matematika, untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, pasti membutuhkan rumus yang terkadang sangat sulit dan membuat kita pusing tujuh kelling menyelesaikannya.

    Bahkan terkadang rumus yang kita andalkan tak mampu memecahkan jawabannya😀

    @ruben
    Akh.. sok tau kau to.. emang apa yang terjadi😉

  4. Wkwkwkwk… Gara2 baca komeng jadi ngakak aku🙂

    Ito emang inspired banget… Eh saran… Bisa buat tambahan😀 Kirim tulisan2 seperti ini ke publisher2 SaTe atau majalah2 Rohani to… Pasti ada yang dipublish🙂

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s