Menghargai setiap “Titipan Tuhan”

Tadi pagi aku terbangun pagi-pagi sekali. Jam setengah 5 pagi. Aku terbangun karna aku mengalami mimpi buruk. Dalam tidurku itu aku menangis perih sekali karena dalam mimpiku itu bapakku meninggal.
Waktu terbangun, ternyata hanya mimpi. Tapi menyadari mimpi buruk itu, aku jadi bener-bener menangis.
Spontan aku langsung berdoa karna aku takut sekali kehilangan orang tuaku dan orang-orang terdekatku yang lain.
Aku mohon supaya Tuhan jangan jemput orang tua dan orang-orang terdekatku dulu. “Aku belum siap Tuhan” seruku berkali-kali.

Selesai berdoa, aku berusaha menenangkan diri. Aku ambil air minum dan berusaha untuk gak nangis lagi.
Dengan takut-takut aku ambil HP ku dan ku telp bapakku yang ada di Singkawang.

Tangisku udah agak reda, tapi air mataku masih terus mengalir.

Rupanya Bapak dan Mamaku juga sudah bangun. Yang ngangkat telp mamaku.
Mendengar anaknya pagi-pagi nangis, mamaku panik.
Tapi waktu ku kasih tau apa yang bikin aku nangis spontan mama ketawa “Bapak sama Mama sehat-sehat aja Boru.. Panjang umurnya artinya itu” Kata mama dari seberang sana berusaha menenangkan kepanikanku.

Waktu telp beralih ke Bapak, ada rasa lega juga sedih yang menjalari hatiku.
Aku beryukur karna bapakku ternyata masih sehat-sehat aja.

“Bapak sehat-sehat kok Inang, ini dah mau jalan pagi sama Mama, tadi Bapak sama Mama juga udah renungan pagi bersama” kata bapakku dari seberang sana.

Syukurlah.. seruku dalam hati..

Pelajaran yang aku petik dari mimpi ini, adalah: Aku harus bisa lebih menghargai waktu yang diberikan Tuhan ketika bersama-sama dengan orang-orang yang aku kasihi. Harus lebih menyayangi mereka. Harus lebih memperhatikan mereka.

Karna apa yang kita miliki saat ini hanya titipan.
Dan sang Empunya kehidupan adalah TUHAN.
Kita tak pernah tau kapan DIA akan mengambil kembali titipan itu.

Mari kita hargai setiap titipan Tuhan. Manfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin. Supaya akhirnya tidak ada penyesalan di hati.

Kuatkan dan teguhkan hati anak-anakMU ya Tuhan.
Hiburkan juga mereka yang baru kehilangan orang-orang yang mereka kasihi.
Dan ajari kami agar lebih menghargai setiap titipan Tuhan pada kami masing-masing.
Amin..

Blogged with the Flock Browser

33 thoughts on “Menghargai setiap “Titipan Tuhan”

  1. agak sedikit bingung nih… Bukannya anak itu yg jadi titipan Tuhan untuk orang tua?? hihihihi…

    Tapi apapun itu, manfaatkanlah setiap momen yg ada utk memberikan yang terbaik bagi orang2 yang kita kasihi… iya ndak ru?? eh.. ru.. [jadi ingat mr nai bor**] iya ndak to kyuu?? :*

  2. Jadi ingat lirik lagu ini:

    “Tiap langkahku diatur oleh Tuhan
    Dan tangan kasihNya memimpinku
    Di tengah gelombang dunia menakutkan
    Hatiku tetap tenang teguh…

    tiap langkahku ku tau Tuhan yang pimpin…. ”

    Keep Pray dek..!!😉
    Tuhan Memberkati

  3. @pardosa
    menurutku orang tua juga dititip Tuhan nya sama kita to. Supaya kita jaga, kita hormati, kita perhatikan, kita sayangi, apalagi nanti di hari tua mereka. Dang i tahe?

    Yup to, betul.. kita harus memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin.. no body know, when God will call you back..

    @Manik
    Thanks Itoku..

    Memang benar apa yang dikatakan lagu itu. Harus ada kepercayaan itu di hati kita..

  4. sekedar menambahi…
    “katakan dan ungkapkanlah rasa sayang saudara kepada orang yang anda sayangi sedapat mungkin dan jangan menunda-nundanya lagi. Lakukan sedari saudara teringat akan dia, karena kita tidak tahu waktuNya kepada kita dan dia”

    GBUs

  5. Mungkin hampir sama dengan mengatakan :
    BURJU MA HO RASI RASA MATE …
    artinya kita mau nya dikenang sebagai orang yang baik sepanjang hidup kita, baik oleh orang2 yang akan kita tinggalkan maupun yang akan meninggalkan kita .

    bener ga ya ???

  6. duh, terasa sekali ketakutannya setelah mimpi buruk itu. hehe. eh, pariban, ayahmu di Singkawang? aduh jadi agak-agak gmn gitu. aku lagi nulis novel. ada kaitannya dengan singkawang.

  7. @K!n6
    Yup.. Udah aku tunjukkan kok😉

    @Ecko
    Burju ma hita rasi rasa mate..

    @panda
    Agak-agak gimana hayo…..

    Nanti novelnya kalo dah selesai kabar-kabari yah iban. Biar langsung ku kasih review.. Hihihi.. Acem iya aja😉

  8. Wah kak..
    Aq juga pernah ngalamin mimpi sperti yg kakak mimpikan…

    Tapi biasanya mimpi itu bertolak belakang kok kak…

  9. @Hakrin Siregar
    iya dek.. Aminn..
    Jauh2lah mimpi kek gitu lagi..

    @Ulan..
    Artinya aku dimana yah mba?
    Hehhe maklum orang batak aku mba.. gak ngerti bahasa jowo…

    Kalo artinya itu, aku di Jakarta mba Ulan..🙂

  10. Hiks…hiks…..hiks…..
    Jadi ingat pernah mimpi yang sama ‘d,
    benar2 takut……. banget ='(

    Setelah mimpi itu, hampir tiap hari nelfon keluarga,
    emang Qta ‘g ‘tau apa yang bakalan terjadi, dan mungkin benar yang Glori blg ‘Qta semua blon siap’, so…banyak2 berdoa buat keluarga dech solusinya =)

    God Bless sist’,
    jangan cedih2 ‘y =)

  11. @blank

    Iya kak.. aku gak sedih2 lagi kok kak.. Aku udah percayain orang2 yang aku sayangi semuanya ke Tuhan. Pasti Tuhan jagain mereka semua..🙂

    Thanks ya kakakku..

  12. kok mimpi kita sama ya dek?
    2 malam lalu aku jg mimpi mamaku meninggal,
    sediiiiihhhh banget rasanya.
    Paginya aku telpon mama-papaku di Medan, jawab mereka sama “Itu artinya Mama sehat-sehat boru”

    Haiyaaahhh… kok sering sehati kita yaaaH?

    ^_^

  13. Hm… soulmate?
    sounds gud🙂

    rajin2 nulis yaaa

    Gloria:
    Hehehhee😉

    Rajin kali pun aku kak kalo gi gak ada kerjaan😛

  14. Selasa 22 Juli pukul 04.02 Saya ngundang Gloria berkunjung ke blog saya ya hehe

    Gloria:
    Oalah.. dalam rangka apa tuh?? *langsung ngacir ke blog Zalukhu*😛
    Pukul 04.02 sore apa pagi nih?😀

  15. Ping-balik: Ketika Spiritual Menjadi Inspirasi | NIAS AUGUSMAN ZALUKHU

  16. Kata natua-tua, itu tandanya bapaknya kakak panjang umur lo kak.

    Kak boleh minta agar blog ku nongol di blogroll kakak? Boleh ya??? *nyembah2*

  17. @thegands
    Amin Dek.. Katanya sih begitu.. Doa kakak juga begitu..

    Blog mu dah kakak Add Dek. Add kakak juga yah..😉

    @jayasaragih

    Bah.. kau bawa nya nean sapu tanganmu kan jay😛

  18. Huaaaaa…. Nangis aku baca postinganmu ini itoku. Aku juga pasti belum siap. Amangoi…


    Gloria:

    Iya to.. Kita manfaatkanlah waktu yang ada ini sebaik2nya,.. mumpung orang tua kita masih ada..

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s