Sang Penghibur Sejati

Ketika aku sedang berbahagia..
Aku bersenang-senang dengan diriku.
Menikmati hariku. Seakan kebahagiaan di hati tak akan berakhir.
Aku lupa mengucap syukur kepada DIA yang mengijinkanku menikmati kebahagiaan itu. Atau aku ingat juga tapi aku tak mau mengajaknya untuk ikut serta dalam kebahagianku.

Aku terlalu asyik dengan diriku sendiri seperti seorang anak di keramaian yang terlalu asyik memandangi permainan yang di sukainya.
Lalu pergi meninggalkan orang tuanya dan tak peduli betapa kuatir dan takutnya orang tuanya kehilangan dia.
Tapi ketika kerumunan itu bubar dan permainan serta segala kesenangan itu usai, si anak kebingungan dan ketakutan. Menyesal kenapa telah begitu bodoh melepaskan tangan ayah-ibunya dan bergabung bersama kesenangan sementara yang ditawarkan dunia padanya.

Mungkin begitu juga denganku, terkadang aku terlalu berbahagia dengan hidupku. Tak mau melibatkanNYA dalam kebahagiaanku. Lupa bahwa aku tak boleh melepaskan diri dari DIA yang paling mengasihi aku. Justru aku lari menjauh dan menikmati kesenanganku sendirian.

Cukup dalam kesedihanku saja aku datang dan menangis meraung-raung di pangkuanNYA.

Sekarang ya Tuhan, dengan segala rasa malu dan sedih yang ku rasakan, kumau ENGKAU memelukku erat dan memaafkan kesalahanku.
Kumau bersandar dan bercerita padaMU atas segala yang kualami saat ini.
Kutak mau lepas dariMU SANG PENGHIBUR sejati.
Yang tak pernah melepaskanku sendirian di tengah kerasnya hidup.
Aku tau KAU tetap setia walaupun aku tak setia 😦

Terima Kasih TUHAN karna KAU setia..

Iklan

19 thoughts on “Sang Penghibur Sejati

  1. jadi ingat masa-masa sekolah minggu..

    bukan tentang tulisannya, tapi tentang seringnya aku bertanya:
    “muka Tuhan seperti itu yah? berjenggot, gak rapi dan gondrong.. terus kenapa kami gak boleh gondrong?”

  2. kasih sayang Tuhan selalu tak berkesudahan, disaat kita menikmatinya ataupun saat kita menjauh dari-Nya, kasih dan sayang-Nya selalu hadir di saat apapun, bangga banget menjadi kesukaan-Nya

    makasih buat story-nya, very tochi πŸ™‚

  3. @ ruben
    Hehehhe.. iya yah… Pas Pulak itu kata2nya πŸ˜€

    @Lidya Hutagaol
    Hehehe.. ada temen se “perasaan” nih ceritanya πŸ˜€

    @nich
    hahahha.. Zamannya dah beda kali bangg…. πŸ˜‰

    @Manik
    Amenn… πŸ™‚

    @Zalukhu
    Tks.. Gambarnya emang bagus sih..

    @Rio
    Thnk u, semoga bisa jadi berkat bagi yang baca πŸ™‚
    Salam kenal yah..

    Ditunggu kunjungan berikutnya πŸ˜€

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s