Belajar dari Kesalehan Ayub

Pagi ini, waktu saat teduh hatiku tergerak untuk membaca Kisah Ayub.
Siapa sih orang Kristen yang tidak tau kisah Ayub yang saleh itu??
Seingatku dari aku duduk di Sekolah Minggu, Kisah Ayub sudah sering diangkat Guru-guru sekolah minggu-ku.
Tapi Roh Kudus sepertinya ingin aku me-refresh kembali pelajaran yang begitu berarti yang perlu aku teladani dari Ayub.

Aku mulai membaca dari Ayub Pasal 1 dan Pasal 2.

Dari awal kisah kehidupan Ayub diceritakan, kalo dia memang benar-benar orang yang saleh, jujur dan takut akan Allah (Ayub 1:1).
Saat itu di daerahnya dia termasuk orang yang paling kaya. Punya 7 anak laki-laki dan 3 anak perempuan.
Mungkin karna menyadari bahwa ayahnya kaya, anak-anaknya terbiasa melakukan pesta. Dan setiap kali pesta berlalu, Ayub tak pernah lupa untuk mempersembahkan korban bakaran sejumlah anak-anaknya itu sebagai bentuk ketakutannya akan kemurkaan Allah. Karena dia berpikir “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati” (Band. Ayub 1:5).

Kesalehannya itu ternyata mendapat nilai lebih di mata Allah, sampai-sampai Allah sendiri “kagum” akan kesalehan Ayub.
Hal ini sungguh nyata diungkapkan Allah di Ayub 1:8

Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”

Si Iblis yang suka sirik itu gak seneng dengan kebaikan yang dimikili Ayub, sehingga dia mengatakan kepada Allah bahwa kalo harta Ayub di ambil, maka Ayub akan berbalik dari Allah dan akan mengumpat Allah.
Tuhan pun mengijinkan Ayub dicobai si Iblis dengan merampas semua harta kekayaan bahkan anak-anak Ayub tanpa alasan..

Kejam!

Tapi ajaib.. Amazing…
Ayub bukannya mengutuk Allah, tapi dia justru dengan sangat rendah hati datang kehadapan Allah dan sujud menyembah.. bahkan mampu berkata “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”

Lebih jauh dan lebih dahsyat lagi, ketika si Iblis kecewa dengan ketangguhan Iman Ayub, si Iblis bilang ke Allah kalo Ayub mesti di cobai lagi.
Dengan cobaan yang lebih berat pastinya. Yaitu mendatangkan sakit yang parah dan menjijikkan pada Ayub. Allah mengiyakan, dengan syarat si iblis itu harus menyayangkan nyawa Ayub.

Dan si Iblis itu pun melancarkan aksinya..
Tapi sungguh heran sudah sedemikian parah penderitaan yang Ayub alami, dia tetap tidak mengutuk Allah..
Bahkan ketika Istrinya sudah tak sanggup menerima kehancuran Ayub dan menyuruh Ayub mengutuk Allah, Ayub justru dengan tegas berkata “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” (Ayub 2: 10)

Ayub sama sekali tidak berbuat dosa dengan bibirnya..
Aku yakin, Tuhan tersenyum dan bergembira melihat kekokohan pondasi iman Ayub.

Aku berkaca pada diriku sendiri.
Aku yang lemah iman ini, “zona amanku” di goncang sendikit saja, aku udah gak kuat dan pengen marah sama Tuhan. Merasa gak mampu lewati setiap cobaan. Aku masih jauh sekali dari gambaran Ayub-nya Allah.. Jauhhhh sekali😦
Bahkan aku lebih sering membuat hati Allah terluka ketimbang membuat-NYA bergembira dan tersenyum.

14 thoughts on “Belajar dari Kesalehan Ayub

  1. cerita ini merupakan salah satu cerita favoritku sejak dulu. bahkan menjadi inspirasi dan teladan bagi kehidupanku. tetapi sayangnya sikapku masih sangat jauh dari sikap Ayub ini. saya tidak tau apakah saya yang menganggap apa yang dilakukan Ayub itu sungguh sukar bahkan mustahil atau usaha saya yang kurang keras. dan satu hal lagi, berarti tidak akan pernah ada orang di bumi ini yang akan menyerupai kesalehan dan ketaatan Ayub…benar tidak yah?

    Peace All

  2. Moreover with Job, he had three friends who came to console him (at first, it was their purpose). But in the end, those-so-called-friends accused Job that he must’ve hid a sin.

    There is a book of Job that can be used as a reference, the title is “AYUB: SEORANG DENGAN KETABAHAN YANG HEROIK — Karya: Charles R. Swindoll (Nafiri Gabriel) “. A very good book.

    ( ^ _ ^ ) V
    Cheers,

  3. @Abeeayang™
    Betul mas Abee🙂

    @No One
    Betul sekali No One.. Teman yang harusnya menghibur, justru menghakimi Ayub yang membuat Ayub semakin terpojok.
    Syukur pada Allah, Ayub yang saleh itu tetap tahan uji walaupun ada kalanya dia mengeluh dan merasa ingin mati saja.

    Makasih buat buku referensinya🙂

    BTW, kenapa tidak pakai nama asli?

  4. Iban…. setipa baca tulisanmu…hanya seyum yang ada dan berpikir “Pintar sekali ibanku ini menguraikannya dalam kata-kata” jadi muji neh.. ;))

    tulisanmu ini membuat pembaca merenung… semua kita yang kristen pernah baca, tapi kali ini iban kembali membuat kita tersadar dari semua perbuatannya. apakah kita udah berhak meminta lebih? minta gaji lebih, pekerjaan bagus. dan yang lain? dan sudahkan kita pernah melakukan sepersejuta dari Yakub. aku sendiri belum…

    thanks ya iban…

  5. @Iban
    Sama-sama Iban.. aku juga belajar berbagi apa yang Tuhan ajarkan sama aku, karna memang untuk itulah kita hidup.. Berbagi..
    Percuma kalo semua yang kita tau kita simpan-simpan sendiri..

    Ngomong-ngomng soal tokoh-tokoh Alkitab lain, Daud, Samuel, Yakub, Salomo, Yeremia, Ruth dan banyak tokoh-tokoh lain, pengen rasanya seperti mereka, tapi saat di perhadapkan dengan berbagai-bagai cobaan dan rintangan hidup rasanya tubuh ini berontak. Merasa tak mampu.
    Pengennya terima yang enak-enak aja, yang gak enak jauh-jauh deh..🙂

    Syukurlah Roh Tuhan ada di setiap hati kita yang menguatkan kita melewati cobaan dan rintangan itu. Walopun tidak selalu berhasil..

    Tks for reading iban,..

  6. Makasi ya, bacaan ini sangat menguatkan saya banget. Keluarga saya sedang diuji Tuhan. Saya yakin dan terlalu percaya Tuhan Yesus sudah yg menyiapkan yg terbaik buat keluarga saya asalkan kami bs selalu seperti Ayub.🙂

  7. ayub adalah tokoh yg luar biasa, menjadi contoh dan teladan yang baik bagi kita semua, cerita ayub membuat kita merinding dan ternyata masih ada makhluk yg saleh dan taat sampai setannya menggelengkan kepalanya, dan allahpun sampai kagum sama ayub.

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s