Retreat Alumni PI Del 03-04 Mei 2008

Fuih.. Finally rampung juga.. Selamat membaca๐Ÿ™‚

Minggu yang lalu, tanggal 03 dan 04 Mei 2008, Yayasan Del mengadakan Retreat Alumni almamater yang sangat aku cintai “PI Del” di Desa Lembur Pancawati, Caringin-Bogor. Acara ini diadakan selama 2 hari 1 malam. Seluruh acara Puji Tuhan berjalan lancar, walopun memang ada saja kekurangan disana-sini.
Inilah ringkasan rangkaian acara selama retreat berlangsung.

Hari Pertama.
Pagi-pagi jam 07.00 WIB seluruh alumni diwajibkan berkumpul di rumah Bapak Luhut di kawasan Mega Kuningan Barat. Walopun harus berangkat pagi-pagi benar, tapi kami semua tetap bersemangat untuk mengikuti acara ini.
Sebelum berangkat, kami menyanyikan nyanyian singkat dan berdoa bersama di pimpin oleh Bpk. Pdt Manalu. Setelah itu, rombongan yang terdiri dari 2 bus besar itu berangkat ke Desa Pancawati.

Di tengah perjalanan, Bus kami di dampingi 2 motor polisi. Sepertinya atas request dari Pak Luhut/Ibu. Mungkin supaya kami tidak terjebak macet. Emang benar, sesudah lewat tol, jalanan di Bogor itu macet abis. Kalo gak ada Polisi itu pasti kami telat nyampe tujuan. Wong ada polisi juga perjalanan kami masih terhambat.
Tapi diam-diam ada rasa bangga di hatiku.
Anak-anak “Kampung” seperti kami ini diperlakukan bak orang penting di negeri ini. Hahahaha.. Aku menertawai diri sendiri..
Thanks Pak Polisi.. Dengan adanya kalian, ada rasa bangga di hati ini๐Ÿ™‚
Sesampainya di tujuan, kami langsung ke kamar masing-masing.
Untuk meletakkan barang bawaan dan istirahat sejenak, sebelum melaksanakan sederetan panjang acara yang sudah dikemas untuk 2 hari penuh.

Acara pembukaan seperti biasa di buka dengan kebaktian siangkat, yang dibawakan (lagi) oleh Bpk. Pdt Manalu.
Setelah itu kita bertemu dengan Pak Prof. Saswinadi Sasmojo (seharus pak Luhut yang memulai), namun karena Beliau kejebak macet jadinya kita dipertemukan terlebih dahulu dengan Pak Sas.
Pelajaran yang diberi oleh pak Sas lebih banyak tentang masalah-masalah umum yang terjadi di bumi pertiwi, Indonesia kami tercinta ini.
Beliau juga mencoba “mengorek” otak kami, apakah kami cukup peduli dengan masalah dan keadaan ekonomi, politik, sosial, dll. Awalnya sih acara berjalan kaku (Mungkin masih teringat “ketajaman” kata-kata beliau waktu di del dulu). Pada takut dikatain Sontoloyo kali ๐Ÿ˜€
Tapi setelah beliau selesai memberi sedikit ceramah pandangan, ternyata antusias Alumni cukup besar.

Apalagi setelah kehadiran Bpk. Luhut Panjaitan yang mampu membius perhatian kami alumni.
Beliau banyak sekali memberi arahan dan pandangan pada kami.
Beliau melengkapi arahan dari Pak Sas yang tidak kalah serunya.
Tidak melulu soal kehidupan pribadi, tapi juga berbangsa-bernegara, bersosialisasi, mengambil sikap menghadapi perkembangan zaman dan terutama pandangan beliau dari sudut pandang agama.
Pak Luhut selalu menekankan agar kami tetap berdoa dan mawas diri terhadap pengaruh-pengaruh negatif di kota Metropolitan Jakarta ini.
Yang tampak luar aman-aman saja, tapi di dalamnya penuh kebusukan, kejahatan dan hal-hal negatif lainnya. Kalo gak punya iman yang kuat, kemauan yang kuat untuk maju, matilah kita dilindas jaman ini.

Beliau juga menekankan 3 hal yang penting untuk kami perhatikan, yaitu:

1. Kembangkan Ilmu
Memang ilmu dari Del dulu, sudah cukuplah untuk modal awal untuk mendapatkan pekerjaan di dunia nyata. Tapi waktu terus berjalan, zaman terus ter-upgrade, dan itu artinya ilmu dan otak ini juga harus terus menerus dikembangkan.

2. Perbaiki Sikap
Berperilaku benar (dan perlu aku tambahkan juga, kudus di hadapan Tuhan).
Jadi bukan hanya benar di hadapan manusia, tapi terutama benar di hadapan Tuhan. Karna benar di hadapan manusia belum tentu benar di hadapan Tuhan.
Memperbaiki sikap dan perilaku terus menerus emang penting banget.
Namanya juga manusia, sering jatuh bangun. Jadi harus terus menerus meningkatkan kualitas pribadi. Perbaikan Sikap dan Perilaku. Penting banget!
Apalagi jaman sekarang yang makin tak menentu ini.. Kalo tak punya pegangan hidup, tak punya sikap yang baik. Sudahlah, “Maup ma hita” kata istilah batak๐Ÿ˜€

3. Sehat
Nah ini salah satu yang sering aku abaikan.
Kalo pak Luhut sendiri menurut pemaparan beliau, selalu rutin olah raga. Hehehe.. Jadi malu, aku jarang banget olah raga. kerjaannya duduk terus di depan komputer๐Ÿ˜€
Percuma sukses kalo sakit-sakitan (prinsip mamaku banget nih..)

Itu yang beliau sebut Balance Life (Hidup yang seimbang!).

Satu lagi yang aku inget dari perkataan beliau: “mampulah memberi contoh terhadap lingkungan sekitar”. Wherever you are..

Susah juga yah.. Tapi menurut ku pribadi sih, itu semua bisa kita mulai kok dari hal-hal kecil. Rajin tersenyum terhadap rekan kerja, rajin bekerja, itu juga sudah jadi contoh yang baik๐Ÿ™‚
Jadilah garam dan terang dunia. itu kata thema retreat kami waktu itu.
Pembicara ketiga yang hadir saat itu, Ibu DR. Inggriani Liem.
Direktur PI Del saat ini yang menggantikan Pak Sas.
Ibu kami yang “kecil-kecil cabe rawit” ini memberikan banyak masukan yang tidak kalah pentingnya bagi kami.
Di awal presentasi beliau menguak kembali ingatan kami akan kampus kami PI Del tercinta. Tentu saja kami sangat antusias. Tempat sejuta memori tertinggal, tempat sejuta kenangan berakar, tempat menimba ilmu paling berkesan (setidaknya bagiku pribadi yah.. Jangan ada yang protes!๐Ÿ˜› ).

Setelah itu, beliau masuk ke Inti pembahasan.
Beliau ngingatin kami bahwa kami adalah agen-agen kirimannya Del.
Jadi dimanapun kami bekerja dan berkarya, hendaklah memberikan yang terbaik. Karena dari buah-nyalah, orang-orang kenal induknya๐Ÿ™‚
Beliau juga ngingetin kami untuk gak jadi “Kutu Loncat”. Tapi kalo pun harus “kutu loncat”, jadilah “kutu loncat” yang baik. Mengingat reputasi anak-anak Del yang emang mulai banyak yang pindah-pindah kerja. Jadi kalopun mo pindah-pindah kerja, berilah kesan yang baik. Gimana caranya? Masing-masing orang beda cara sih.
Kalo menurut aku pribadi:

1. Selesaikan tugas dan tanggung jawab sebaik mungkin
2. Kalo mau pindah jangan lupa lengkapi semua dokumentasi yang dibutuhkan
3. Attitude yang baik is A MUST
4. Komunikasi yang baik dengan atasan.

Aku pikir jika ke-empat poin itu saja kita penuhi, kemungkinannya sangat kecil si perusahaan itu mem-blacklist Alumni PI Del.

Dan banyak lagi poin-poin dan pelajaran penting yang beliau berikan. Termasuk menjalin network dan komunikasi yang bagus sesama Alumni atau membuat sebuah program nyata sebagai bentuk eksistensi alumni Del.
Contohnya dengan program Rp. 1000,- per hari, dll.
Ada banyak sekali ide-ide menarik yang beliau-beliau tawarkan.

Sungguh merupakan sebuah awal yang indah untuk pembukaan acara retreat itu sendiri.
Pelajaran-pelajaran ini semua, membuatku semakin bersemangat menjalani hari-hariku, pekerjaanku, keterikatan hatiku dengan IA Del dan lain sebagainya.
Setelah itu kita semua makan siang dan istirahat sejenak.

Pkl. 13.30 WIB kita semua kembali ke ruang pertemuan dan mulailah session mengenai Globalisasi menurut sudut pandang Kristen, yang dibawakan oleh Bpk. Pdt. Bonar Lumbantobing.
Pada pelajaran ini, kami Almuni IA Del sebagai salah satu “pelaku” di bidang globalisasi dituntut untuk tetap bisa menjadi garam dan terang dunia di tengah-tengah pekerjaan kami.
Kami harus tetap bisa memberitakan Injil lewat peran kami masing-masing (1 Korintus 9: 16).

1 Korintus 9: 16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.

Karna setiap orang Kristen memiliki beban untuk melaksanakan Amanat Agung yaitu yang tertulis dalam Matius 28: 18-20 dan Markus 16:15.

Matius 28:18-20
Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Lukas 16:15
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Itu artinya pekerjaan memberitakan Injil bukan hanya pekerjaan Pendeta, Penatua, misionanis saja. Tetapi juga pekerjaan semua orang-orang Kristen yang mengaku diri pengikut Kristus.

Dan banyak lagi sih yang dibahas, tapi pelajaran yang paling penting yang aku petik dari sesi Pak Bonar ini adalah tentang tugas memberitakan Injil itu sendiri.

Setelah selesai sesi pak Bonar, dilanjutkan oleh Sesi yang sepertinya banyak ditunggu-tunggu alumni. Apalagi kalo bukan tentang “Mencari Pasangan yang Berkenan di Mata Tuhan”. Sesi ini dibawakan oleh Bpk. Pdt. DR. Nus Reimas.
Topik ini emang menarik sekali. Alumni di beri arahan dan pandangan tentang kiat-kiat mencari pasangan yang berkenan di mata Tuhan. Aku emang udah sering baca-baca tentang topik ini di buku rohani Kristen. Tapi emang lebih menarik kalo dipaparkan langsung oleh pakarnya๐Ÿ˜€

Pelajaran yang aku ambil dari sesi ini adalah: Bagaimana Pandangan Alkitab mengenai Pacaran itu sendiri.
Misalnya untuk memilih pacar itu: ada 3F yang penting untuk diperhatikan.

  1. Faith: Iman (kej 2:18 )
  2. Frame (Bingkai Persyaratan)
    • Apakah dia mengasihi Tuhan dan taat pada FirTu?
    • Apakah dia mendorong saya untuk lebih mencintai Tuhan.
    • Apakah dia memberi inspirasi untuk lebih maju dalam kehidupan saya (asli aku ketik dari slidenya)
  3. Feeling (Perasaaan)
    • Apakah saya sungguh mencintai dia atau sekedar kagum sesaat?
    • Apakah perasaan ini sekedar eros atau juga mengandung philia dan agape?

Selain itu juga Beliau mengingatkan kami kalo dalam pacaran itu diperlukan:
1. Perlu adanya persiapan fisik, mental, sosial-ekonomi dan terutama Rohani
2. Ada rambu-rambu yang harus di patuhi

  • Waktu dan tempat yang tepat
    Pilihan yang salah dapat menyebabkan:

    • Jatuh dalam pencobaan
    • Menjadi batu sandungan
  • Pengertian yang tepat
    • Mengerti apa tujuan pacaran
    • Apakah cara seperti ini bermanfaat?
    • Apakah cara ini mempermuliakan Tuhan?
  • Penguasaan diri yang tepat
    • Apakah cara berpacaran seperti ini masih dalam kerangka kebenaran Tuhan
    • hal-hal apa yang perlu saya hindari
    • Bahaya ciuman “Selamat Malam”

Satu lagi pelajaran yang aku ambil: Pentingnya meningkatkan Kesetiaan dan mengurangi Kemesraan (antara Kesetiaan dan Kemesraan harus seimbang) agar tidak terjadi hal-hal yang menyakiti hati Tuhan,
(Poin-poin tersebut saya kutip dari Slide yang diberikan).

Selesai acara sesi kedua yang dibawakan oleh Bapak Pdt. Nus Reimas, seluruh peserta istirahat dulu. Snack, Istirahat dan Mandi.
Acara hari itu dilanjutkan oleh Tim Pancawati. Sejenis Outdoor Training gitu.
Acara ini diadakan setelah makan malam.
Seluruh peserta diwajibkan memakai sepatu kets karna kami akan mengadakan acara “menjelajah hutan” tengah malam.

Acara dimulai Pkl. 19.30 WIB selesai makan malam. Setelah itu kita dibagi jadi 5 kelompok kecil.
Kelompokku ada 17 orang, diketuai oleh itoku, Harry Pasaribu ๐Ÿ˜€

Awal penjelajahan cukup mengingatkanku akan kejadian tersesatnya kami (AnTiQ) sewaktu hiking ke Taman Eden waktu masih tingkat 2 dulu di Del.

Cuma bedanya, medan yang kami hadapi sewaktu kejadian di Taman Eden itu, jauh lebih seram, arah gak menentu, jalanan yang buruk, belum lagi gangguan-gangguan “aneh” lainnya. Tapi kejadian itu justru semakin mempererat tali kasih angkatan kami (AntiQ)๐Ÿ™‚

Acara malam itu bagiku pribadi sih gak berkesan-berkesan amat lah..
Masih lebih berkesan yang acara di Sopo Toba. Rasa persaudaraannya lebih kental.

Acara ditutup dengan acara api unggun dan Doa malam yang dibawakan oleh Bapak Bonar.
Seperti biasa, pak Bonar tak lupa membawa kami ke perenungan panjang tentang arti pekerjaan kami.
Dan malam itu pun bisa kami tutup dengan sukacita dan kedamaian..

Hari Kedua

Hari ini hari minggu. Minggu Exaudia. Themanya mengenai: Seruan kepada ALLAH.
Mengenai seruan Daniel dan teman-temannya. Mereka Tuhan selamatkan dari kobaran api yang menghanguskan itu karena mereka mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan pikiran mereka.
Kebaktian berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam.

Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan bersama Tim Pancawati.
Acara berlangsung penuh canda tawa dan kebersamaan.
Capek dan berkeringat. Itulah yang dirasakan oleh Alumni selama acara Outdoor Training ini berlangsung. Tapi kalo ada aja kamera yang muncul ke permukaan, pastilah banyak kaki-kaki yang berlarian dan pengen ikutan di foto. Ah yah.. salah satu ciri khas anak Del. Magifo (Manusia Gila Foto – red). Tidak heran kalo sekarang sudah banyak yang punya Kamera Digital, minimal kamera HP 1.3 Pixel๐Ÿ˜€

Setelah itu acara ini selesai, rasanya semua Alumni sudah malas untuk melanjutkan aktifitas. Karena semua sudah kecapean beraktifitas selama setengah hari.
Namun acara harus terus dilanjutkan. Sesi terakhir dibawakan oleh Bp. Pdt Richard Daulay.

Ilmu yang aku ambil dari beliau adalah: Jangan lewatkan satu bulan tanpa membaca 1 buku๐Ÿ˜€

Yes.. I Love Books๐Ÿ˜€

Hm.. semua rangkaian acara sudah kami lalui. Sebenernya ada banyak sekali momen yang tak tertuliskanku disini. Selain karna keterbatasan waktu, takutnya pembaca juga bosan karna kepanjangan..

Jadi segitulah dulu sekilas ulasan perjalanan retreat IA Del tanggal 03-04 Mei 2008 yang lalu.
Semoga sharing pengalaman ini bermanfaat bagi yang membaca, terutama bagi alumni Del yang tidak bisa mengikuti momen indah ini.

Seluruh foto pada postingan ini merupakan karya asli temanku Freddy Simamora (Bukan karyaku, maklum tak ada kamera digitalku. Ada yang berbaik hati mau membelikan untukku?๐Ÿ˜€ ).
Foto-foto dokumentasi yang lain, silahkan lihat di link Freddy Simamora atau Ito Harry Pasaribu.

15 thoughts on “Retreat Alumni PI Del 03-04 Mei 2008

  1. wuih….asyik juga retreat nya yah.
    menurutku anda telah menjadi garam dan terang dengan menulis artikel ini dan yang lainnya dalam blog ini
    dan menyebarkannya kepada semua orang
    keep it going….

    Peace All

  2. ck..ck.ck..
    jadi kangen dengan pak SAS kak, kemarin aku pernah dimarahinya sewaktu mo memberangkatkan mahasiswa utk upcara kesaktian pancasila kemarin (sewaktu aku masih menjabat ketua KM), and beliau nyebut aku sontoloyo๐Ÿ˜ฆ

    Eniwei..bgimana aku bisa contact bang farel kak ??

  3. @Someone
    Thank U๐Ÿ™‚

    @Okta Sihotang
    Hehehe.. kalo aku punya pengalaman dimarahin abis2an ama Bu Inge.. Ampe bersimbah air mata.. Hahahahhaha.. Maluuuu kalo inget itu๐Ÿ˜›

    Untuk hubungi farel aku udah kirim via japri yah dek. Silahkan di cek.๐Ÿ™‚

  4. wadaoww, mantap kali dan panjang kali !!!๐Ÿ™‚
    baru tau aku, kalo yayasan del ngadain reunian alumni…
    ini baru pertama kali atau sudah rutin diadakan kan?

    wokeh lah, bentar lagi nyusul nih kp di sana? he..hehh…..๐Ÿ˜‰

  5. @Bonar
    Hehehehhe.. Gak usah segan bilang panjang dek, emang panjang koq..๐Ÿ˜€

    Ini baru pertama kali dek, dan plan ke depannya akan rutin dilaksanakan. Tapi kemungkinan besar biayanya ditanggung oleh Alumni. Bukan yayasan lagi (apes kan kalian dek?? Huehehheheheee)

    Waduh.. tenggelam lah bentar lagi Pulau jawa ini kalo datang lagi kalian๐Ÿ˜€

  6. @gloria

    Eda, ingat bgt aku accident dimarahi ibu Inge dirimu.
    maafkan aku saat itu ga bs menyelamatkan mu.

    Harusnya waktu itu, aku lebih hati2 setidaknya bisa menghindari ibu Inge.

    Jd inget jaman kuliah di Del dulu ya eda๐Ÿ˜€

  7. @Ivonne
    Hahahhaha..
    Tak apalah da, walopun waktu itu sampe nangis bombay aku. Ampe bengkak mataku.
    Toh aku udah menjadikan itu sebuah kenangan yang indah da’. Tak ada lagi sedikitpun dendam..๐Ÿ˜€
    Namanya juga masih dalam status Mhs, emang gak boleh makan di asrama kan??๐Ÿ˜›

  8. Horas…
    Salam kenal untuk semuanya…selamat bereuni ya….
    Nirwan Panggabean – Bahamas
    nirwanpang@yahoo.com

    Gloria:
    Horas, salam kenal juga ito.
    Thanks sudah berkunjung yah..
    jangan jemu2๐Ÿ˜€

  9. oo..ternyata alumni PI Del yah?
    wah itu kan deket kampung opung..
    tadinya juga gw pengen masuk situ tapi ga jadi.


    Gloria:

    Yup.. Aku emang alumni PI Del.
    kampung oppungnya emang dimana?

  10. yah…jadi pengen ikut negh. tapi lom jadi alumni kak.he..he..he.
    bulan depan kami mo ngerame2in jakarta..
    mo ikut nenggelamin jakarta,..
    kakak mending ngungsi aja dari sekarang. dariapada kena akibatnya.
    h,h,a,ha,ha,h,a,๐Ÿ˜‰

  11. Mengenai membaca buku, intinya bukan melewatkan 1 bulan tanpa membaca buku, tapi bagaimana kegairahan terhadap informasi selalu meluap-luap. Dan informasi bukan hanya dari buku๐Ÿ™‚

  12. @martinasiregar
    hahahhaha… Kalian inilah dek.. Udah sumpek jakarta ini, kalian tambah2in lagi sumpeknya.
    Makin susahlah nanti kita bernafas๐Ÿ˜€

    @gandhim
    Absolutely right sir๐Ÿ™‚

    @realylife
    Gak tau nih kapan balik lagi ke Medan mas.
    Ntah 6 bulan lagi? 1 tahun lagi? 2 tahun lagi? 3 tahun lagi? Ntahlah mas.. kapan Tuhan ijinkan aku kesana lagilah..๐Ÿ™‚

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s