Siapa yang Gak Tau Bohong Itu Dosa?!?

Dari dulu, aku paling benci di bohongi.
Tentu saja karna aku benci dibohongi, aku berbuat adil kepada diriku sendiri dan orang lain. Aku benci mendapati diriku sendiri membohongi orang lain. Itu sebabnya, aku selalu berusaha jujur kepada semua orang.. Dan kuakui dalam beberapa keadaan itu sangat sulit kulakukan.

Aku dibesarkan di sebuah keluarga yang cukup banyak aturan. Seperti pernah kuceritakan dulu, kedua orang tuaku cenderung over-protected. Kadang-kadang aturan-aturan itu aku benci, karena itu membuat aku tidak banyak bergaul dengan teman-teman sebaya (Abang dan adek2ku juga sepertinya begitu).
Mungkin semua orang pernah memiliki perasaan ingin bebas, lepas dan mengatur dirinya sendiri. Demikian juga aku..

Di masa-masa SMU dulu, aku paling merasakan pemberontakan dari dalam diriku. Aku ingin memiliki sebuah identitas, punya geng, di sukai teman-temanku, ingin diperhatikan dan sejuta keinginan “aneh” lainnya. Semua keinginan itu punya konsekuensi, demikian juga aku. Demi persahabatan dan kenikmatan sebuah pengakuan, aku sering membohongi diri sendiri dan orang tuaku. Dan waktu itu setiap aku kali menyadari, hatiku sakit sekali. Tapi selalu saja ada godaan dan aku mengulangi kesalahan yang sama😦

Aku pernah berbohong pada orang tuaku yang membuat aku merasa bersalah sekali dan layak mendapatkan hukuman yang berat. Mungkin bagi orang lain yang biasa berbohong, itu masalah biasa. Tapi di keluargaku, dimana kejujuran sangat di junjung tinggi, itu menjadi masalah yang cukup besar. Itu makanya aku masih ingat kejadian itu sampai sekarang.

Aku Sekolah di SMU N 1 Tarutung. Waktu itu aku kelas 2 SMU.
Seperti “biasa”, jika guru ada yang tidak masuk ke kelas, kami disuruh mencatat. Kalo udah selesai kami diijinkan pulang dari sekolah (ini salah satu kelemahan sekolah negeri yang membuat aku sering kali bermimpi untuk sekolah di swasta. Dimana disiplin sangat di tegakkan). Itu merupakan berita sukacita bagiku. Kesempatan untuk “mangadangi” ke tempat teman.

Waktu itu, ada seorang teman yang cukup akrab denganku yang sedang di mabuk cinta (Tak usahlah sebut nama, marah nanti dia sama aku😀 ). Dia naksir berat sama seorang cowok, temanku juga. Waktu itu, dia minta aku dan beberapa teman cowok dan cewekku untuk nemanin dia ke rumah cowok itu. Ntah “pura-pura” ngapain aku juga lupa. Yang pasti waktu itu, demi kesetiakawanan dan sekalian memuaskan jiwa petualangku yang kadang-kadang muncul, kukawani jugalah dia.
Jaraknya dari sekolah cukup jauh. Untuk mencapai tempat itu mungkin butuh waktu 45 menit.

Sebenernya, aku takut juga pergi, takut dimarahin mamaku. Takut telat sampe di rumah.
Tapi ntahlah, aku nekad aja. “Kapan lagi kalo bukan sekarang??” Pikirku lagi.
Setelah itu, aku gak terlalu ingat lagi kegiatan apa aja yang kami lakukan, yang pasti kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu berguna.
Begitu jam nunjukin jam 1 siang, aku udah siap-siap mo permisi pulang. Aku benar-benar takut dimarahin mamaku betapapun seringnya aku di marahin.
Akhirnya dengan harap-harap cemas, aku sampai juga di rumah dengan melalui jalan memutar, jalan yang biasa aku lalui kalo pulang sekolah.
Sengaja aku pilih jalan memutar karena kalo aku ambil jalan pintas, aku pasti ketauan baru main-main.

Sampe di rumah, jam sudah nunjukin jam 3 sore. Sepertinya mamaku sudah cemas sekali. Karna biasanya aku pulang sekolah jam 1 siang.

Disinilah puncaknya..
Begitu aku buka pintu, tangan mama langsung mau nampar pipiku. Mungkin saking cemasnya, mamaku gak tau lagi gimana caranya mengekspresikan perhatiannya sampai-sampai mama mau mukul aku begitu. Karna semenjak aku selesai SD, seingatku mama gak pernah lagi mukul aku.
Aku tangkislah langsung tangan mama, bak pemain kungfu-kungfu gitu.
Mama makin marah dan langsung membentak aku. Nanya dari mana aja. Saking takutnya ngelihat mama yang lagi beringas begitu, tiba2 aku langsung bisa ngarang cerita. Dengan balas membentak, aku bilang kalo aku baru menjenguk temanku yang sakit.
Mamaku terdiam dan aku lihat wajah mama merasa bersalah sekali. Aku tau mama mau minta maaf.. Tapi aku gak mau dengar (karna memang seharusnya aku yang minta maaf bukan mama), aku langsung nangis dan lari ke kamar.

Aku nangis bukan karna mama mau nampar aku, tapi karna aku udah berbohong dan membuat mamaku merasa bersalah sekali, pake main bentak pulak😦 . Sakit sekali rasanya hatiku udah buat mamaku merasa bersalah kayak gitu. Seharusnya aku layak dapat tamparan itu, bahkan lebih.. Aku layak dapat dapat hukuman yang lebih berat dari itu.

Sampai sekarang aku gak pernah menceritakan perihal kebohonganku waktu itu sama mama..
Waktu baru-baru kejadian itu, aku memang gak berani minta maaf. Tapi sekarang, aku pikir percuma aja. Karna mama juga pasti ketawa kalo tau bahwa anak nya yang selama ini beliau pikir anak baik dan penurut, pernah juga jadi anak pembangkang.
Tapi bagiku, itu salah satu pelajaran terpenting bagiku ttg sakitnya kebohongan itu..
Dari situ, aku selalu berusaha jujur sama mama, setidaknya mama gak cemas dan aku pun bisa pergi bersama dengan teman-temanku tanpa beban.

Dan dari situ juga aku belajar untuk tidak berbohong dalam segala hal. Apalagi semenjak kutau kalo Tuhan benci sekali pada kebohongan. Itu makanya aku paling benci kalo aku disuruh berbohong, apalagi jika kebohongan itu seakan-akan bohong “putih”. Tidak ada bohong putih.. Tidak ada bohong kecil. Tidak ada bohong becanda.. Kalo pun mau becanda aja bohongnya, jangan tunggu sampai orang yang kau becandain emosi/marah.
Tidak akan selalu mudah emang. Tapi Tuhan selalu buka jalan agar anak-anakNya tidak berbohong.

Ingat aja, kalo kau bohong, kau sudah mengurangi kepercayaan orang lain terhadapmu.
Trust Me!!

For GOD:
Terima kasih Tuhan udah beri aku hati yang mau berubah, termasuk takut berbohong, dan terima kasih karna Tuhan ingatin setiap orang tua untuk menghajar anak-anaknya pada waktunya.

For Mom:
Ma’, mungkin mama udah lupa peristiwa ini, tapi aku selalu ingat peristiwa 7 tahun yang lalu itu. Bukan sebagai kenangan buruk, tapi kenangan indah yang memberikan aku pelajaran penting ttg “Tidak boleh bo’ong”. Aku juga jadi tau, ada kalanya orang tua sangat keras terhadap anaknya. Dan aku berterima kasih karna mama keras terhadapku pada waktu yang tepat. Mungkin seandainya waktu itu aku hanya di ceramahin, aku gak akan inget peristiwa itu sampai sekarang dan aku akan tetap jadi anak yang pandai bersandiwara. Thk U Mom..🙂

6 thoughts on “Siapa yang Gak Tau Bohong Itu Dosa?!?

  1. Aku juga sering mengalami dilema dalam berbohong yaitu saat kita berbohong untuk menjaga perasaan orang lain, agar dia tidak tersakiti. Sebagai contoh saat seorang dokter atau orang tua yang mengetahui bahwa pasien atau anaknya mengidap suatu penyakit yang sangat buruk yang bahkan mungkin menyebabkan kematian bagi si pasien atau anak tersebut. Orang tua tersebut tidak ingin anaknya menjadi “down” dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkannya. Sama halnya saat orang tua yang memiliki anak angkat.
    Tapi aku setuju dengan pendapatmu kalau tidak ada bohong putih, yang penting kita tidak berdosa karena berbohong.
    Tinggal bagaimana kita menyampaikannya kepada orang tersebut.
    Salut la amamu yang sudah sangat berusaha untuk tidak berbohong pada siapapun sampai saat ini

    btw pernahnya aku berbohong amamu?
    trus apakah kepercayaanmu amaku juga sudah berkurang?

  2. Like I said before. Untuk jujur itu tidak akan selalu mudah. Bahkan banyak sekali tantangannya.
    But, Just trying to live in the “honest world”🙂

    btw pernahnya aku berbohong amamu?
    trus apakah kepercayaanmu amaku juga sudah berkurang?

    I think I ever talk to u about that.
    Dulu aku hampir tak percaya lagi sama kau.
    Tapi yah..berhubung kau udah minta maaf dan belajar jujur, aku sangat menghargai itu. Walaupun kepercayaan itu belum bisa pulih 100%.
    Dan emang itu lah resikonya kalo kita pernah membohongi orang lain..

  3. songon do ate jolma na burju…
    aku pun sering pir ‘berbohong kecil’ hihihihi…
    dan sekarang sedang dalam proses pertobatan.
    Anggiat gabe jolma na burju iba😀


    glorialimbong:
    😀

    Bravo Pir..

  4. macam lagu sikkola minggu itunya GloRRRR…..

    “…. bohong-bohong itu dosa…..”

    las taendehon ma….

    ayat sada sampe loja😛

  5. semoa orang pasti pernah berbohong,tp ga semua orang menyesalinya.malah ada yang bangga bila sukses berbohong…

    saya juga pernah berbohong dan bangga. kenapa saya bangga.

    begini ceritanya. sweaktu naik motor pulang dari bogor kebetulan saya pinjam motor teman.( motor saya lagi dipake adek) tapi saya lupa minta STNK.

    pas pulang kira2 jam 11 malam. dicibinong.. saya dicegat satuan polisi. ini pasti udah keluar duit neh. paling dikit 20 rb. polisi minta berhenti,dan saya balik nanya : ada apa ini ‘ dgn suara di gede2in. mereka minta SIM dan STNK.
    trus saya bilang saya Anggota dari Kormar Kwitang.

    tanda basa-basi Polisinya langsung memyilahkan saya untuk melanjutkan perjalanan.

    nah saya sukses berbohong…

    hehehhehe…..

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s