Duniaaaa…. Hayalll……

Rumah besar, Kaya, cantik, pinter, punya pacar/suami ganteng pulak.
Atau ada lagi cewek miskin tapi cantik dan baik hati, terus adalah cowok kaya naksir berat sama dia.
Dan gak kalah “seru”, dibumbui pemeran-pemeran antagonis yang sadisnya ampun-ampun.

Itulah kira-kira gambaran wajah per-sinetron-an kita Indonesia.
Seperti kata Ruben Onsu dan Ivan di acara Superstar-Indosiar “Dunia… hayalll…..” πŸ˜€

Sebenernya aku gak terlalu suka nonton sinetron, tapi kadang-karang karna keadaan “terpaksa” aku tonton jugalah. Tapi yang ada sebenernya, aku jadi dosa. Karna sepanjang acara, aku akan terus ngomel-ngomel, mengkritik dan ujung2nya kepalaku pusing.
Aih.. *menertawai diri sendiri* πŸ˜€
Udah tau gak acaranya gak mendidik/menghibur tapi masih aja ditonton. How stupid I am πŸ˜› (sengaja ku bold, biar menyadarkan diri sendiri untuk pandai-pandai mengendalikan diri dan pandai-pandai memilah-milah informasi apa yang layak masuk ke otak πŸ˜€ )

Prihatin sih melihat acara-acara di pertelevisian kita sekarang. Kebanyakan acaranya menyajikan hayalan-hayalan. Mengajari orang-orang untuk tak bersyukur dengan keadaannya.

Kalo orang-orang berpendidikan mungkin masih bisa mem-filter mana yang bener mana yang salah, mana yang perlu di contoh mana yang nggak. Tapi kalo orang-orang yang gak berpendidikan dan anak-anak kecil yang tontonannya tidak di kontrol orang tuanya, apa mereka masih bisa mem-filter mana yang boongan mana yang kenyataan??

Kamis lalu, 6 Maret 2008 acara Kick Andy menyajikan pembahasan tentang keprihatinan terhadap acara anak-anak yang disajikan di TV. Disitu di tampilkan acara-acara anak waktu aku masih kecil dulu yang sebagian besar sangat mendidik anak-anak. Contohnya: Si Unyil, Boneka Tongki, Boneka Susan dan Sikomo. Coba cari acara-acara seperti itu di dunia pertelevisian kita sekarang. Masih adakah?? Kalo pun ada, ratingnya pasti sangat rendah.. Sekarang masyarat sudah manja terhadap kenikmatan-kenikmatan dunia khayal.

Pertanyaannya, siapa yang paling dibodohi dan kena dampak paling buruk??
Anak-anak..
Tau kan anak-anak itu siapa?
Mereka, gak lain adalah generasi penerus bangsa ini..
Bangsa kita Indonesia yang katanya pengen maju..
Gimana mau maju kalo anak-anak pun sudah di rusak??

Emang sih, ada pengakuan dari mereka-mereka yang bergerak di dunia pertelevisian, kalo mereka itu berusaha menyajikan acara yang lebih mendidik. Tapi rating nya itu rendah. Dan mereka gak berani ambil resiko lebih jauh.. Resiko disini, mereka takut ditinggalkan penonton dan akhirnya bangkrut.

Tapi menurutku itu juga bukan jawaban yang bijak.
Kalo emang ada niat mengubah bangsa kita yang besar ini, mulailah dari hal-hal kecil. Mulai lah berani ambil resiko seperti itu. Niat baik pasti di berkati Tuhan. Aku yakin itu.

Aniway, menurutku Metro TV sudah memulai terobosan itu. Banyak acara-acara yang mendidik disana. Walopun banyak juga acara yang sebenernya kurang kompatibel dengan budaya kita Indonesia. Tapi paling tidak, mereka sudah memulainya. TV-TV lain kapan menyusul?

9 thoughts on “Duniaaaa…. Hayalll……

  1. akhirnya ada juga postingan ttg perpileman Indonesia yang ga banget itu. mulai dari judul sinetron yang cuma hanya nama aja (azizah, chelsea, wulan, kasih,jelita, suci, dan ntah apa lagi)
    trus ga kalah lagi dgn judul cinta bunga, cinta indah, cinta fitri, cinta monyet, ntah cinta yang mana lagi..

    dan dari semua judul2 yg aku sebut diatas, semua ga ada yang mendidik. cenderung buat orang emosi, marah, menghayal,mengcopy kisah cinderella dan ending nya bisa ditebak “Happy ending” seperti lagunya jamrud “yang sabar selalu menang di akhir episode”.

    dan kalo aku bilang, ide ceritanya ga masuk akal, ga logis, bayangin aja, hari gini masih ada seorang anak pemilik perusahaan yg merangkap manager di companinya jatuh cinta ama cleaning service malah mau ninggalin bonyok n hartanya demi itu cewe.. hari gini ada yang seperti itu??? dimana??? jelas2 ga ada lagi, tapi sinetron indonesia buat semua itu nyata.

    Blum lagi, kisah si wulan yang sembuh dari penyakit alzheimer yang menurut info yang aku baca belum ada obatnya (ga tau skrg udah ada).
    Kalo seandainya orang2 diluar indonesia, nonton nih sinetron bisa2 mereka datang ke indonesia n bawa sanak sodara mereka yg menderita alzheimer untuk diobati di indonesia.

    inti dari semua itu “JANGAN NONTON SINETRON INDONESIA”
    (ga cuma sinetron ding.. pilem2 nya juga cos sutradaranya paling hobi angkat pamor hantu2 yang jelas ga menyeramkan sama sekali malah kalo aku bilang lucu bgt, make-upnya ketebelan)

    buat eda glory, saran aku channel yg menghibur n layak di tonton khususnya stlh plg kerja cuma transTV (itu juga kalo ada the coffee bean show, extravaganza ato prime time), trus metroTV ama indosiar (khusus show yg ada trio boncel iGun, ruben, ama eko patrio)
    yang lainnya kelaut aja.. πŸ˜€

    bersyukurlah eda, mungkin di rumah kln orang2 nya sama dengan eda, ga suka sinetron.
    Kalo aku??
    everyday harus berdebat dengan kakak ku plus rebutan remote TV (remotenya udah pecah πŸ˜› ), dan paling mengerikannya kalo ngerjain tugas aku harus pindah kamar ato rela belajar di meja makan plus jadi santapan empuk nyamuk 😦

    hihihi.. daku ko jadi curhat ttg kebencianku ama sinetron yak πŸ˜€

  2. @Ivonne
    Huahahhaa..
    pegangan da.. pegangan.. Jangan sampe kau tumbukkan monitormu itu kek waktu kesal itu kau gak bisa jalan-jalan programmu waktu kita tingkat 3 dulu.
    Itulah makanya da, seandainya para insan per-pilem-an Indonesia ini mendengarkan jeritan hati kita πŸ˜€

    Thanks buat usulan acara yang layak ditonton sore hari pulang kerja itu da πŸ˜›
    Aniway, perlu di koreksi, bukan Trio Boncel, Tapi Duo boncel+Nona IGun * IGun kek Goliat begitu, masa kau bilang boncel?? Upz.. Semoga Nona Igun gak membaca Blog ini πŸ˜€ *

  3. tumbukkan?? ah kau eda, acem nya ga pernah kutumbukkan monitorqu, aku kan mecintainya πŸ˜€ hanya sering pengen dihancurkan aja, itu juga kalo lagi geram πŸ˜€

    glorialimbong:
    Maca cih…. πŸ˜›

  4. ha..sebenarnya kak, dari dunia hayalnya baru bisa ke dunia nyata..acem ga?? πŸ™‚

    glorialimbong:
    Sayangnya kebanyakan menghayal.. keenakan di dunia hayal, jadi males balik ke dunia nyata πŸ˜€
    Aniway, thnks for coming πŸ™‚

  5. huahaha..

    khayalan… atau bahasa bataknya ‘nipi’,’angan-angan’,
    itulah yang membuat kita punya keinginan untuk hidup dan dan berjuang untuk mendapatkannya..
    entah seaneh apapun mimpinya…

    tetap lah bermimpi..

    (ingat.. ‘tetap lah’ bukan berarti ‘terus lah’…
    nanti ke’terus’an mimpi akhirnya kena pecat.. πŸ˜€ )

    glorialimbong:

    Yup.. betul bro..
    Sebenernya dari postinganku itu, bukannya kularang orang bermimpi.
    Karna dari mimpi itunya lahir semangat dan keinginan untuk mencapai yang lebih baik.
    Hidup tanpa mimpi, ibarat mobil yang mesinnya mati (Botul do naeng ibarat on πŸ˜› )
    Hanya ya itu tadi, jangan keterusan bermimpi πŸ˜€
    Mulailah pengaplikasian untuk mencapai mimpi itu. Cieh.. macam iya aja aku ini πŸ˜›

  6. Kesuksesan diawali dengan mimpi,
    dimungkinkan dengan usaha dan kerja keras,
    dan disetujui oleh kehendakNya

    Mungkin orang yang hidup pada jaman pra-sejarah
    atau bahkan orang Indonesia yang ada di pelosok sana
    akan mengatakan MIMPI jika 2 orang yang terpisah
    oleh jarak yang sangat jauh dapat berbicara dan melihat
    wajah lawan bicaranya itu.
    Tetapi hal itu bukanlah mimpi saat ini karena
    adanya teknologi 3G. Bahkan itu merupakan suatu hal
    yang sudah biasa dan memang kenyataan.

    Banyak hal yang semulanya hanya mimpi dan menjadi
    kenyataan. Hal itu semua dapat terwujud jika diusahakan
    dengan sungguh-sungguh dan disetujui olehNya.
    Tahu tentang rencana bangsa Israel yang ingin sama dan
    bertemu dengan Dia dengan cara membangun menara babel?
    Ya seperti itulah semuanya terletak di tanganNya

    So…jangan takut n malu untuk bermimpi
    Asalkan kita jangan terbuai dalam mimpi itu
    tanpa melakukan sesuatu untuk mewujudkannya.

  7. iban,….kadang terlalu sakit menerima kenyataan hidup ini… kita aja yang udah kerja dan masih bisa makan secukupnya tetap aja banyak masalah datang… apalagi mereka saudara kita yang kurang dari kebutuhan primer..

    jadi biarlah mereka mengkhayal… mungkin hanya dengan mengkhayal mereka bisa dan menikmati hidup ini….biarlah mereka menciptakan dunia sendiri dalama khayalan. yang penting mereka bisa tersenyum….

    tp lama2 kebayakan mengkhayal dan senyum2 bisa gila kali ya…

    nyambung gak ya dengan topik diatas…?
    hehehhe.. thanks ya iban…udah ada bahan bacaan hari ini…

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s