Retreat, Salah Satu Sisi Perjalanan Imanku (3)

Hari ke Tiga.

Lelah menjalani kegiatan kemaren, tidak membuat semangatku padam untuk menjalani hari ini. Aku tau hari ini juga Tuhan sudah menyiapkan kejutan lain yang maha dahsyat. Aku yakin itu. Dan akupun memulai hari ini dengan doa dan pengharapan bahwa Tuhan akan lebih menyempurnakan sukacitaku dan teman-temanku.

Hari ini, 18 Februari 2006 hari terakhir kami berada di Sopo Toba, sebelum melanjutkan kembali kegiatan kami di PI-Del tercinta.

Pejararan yang paling penting bagiku hari ini adalah tentang arti memaafkan dan dimaafkan. Ada dua orang teman kami yang bercerita tentang pengalaman pahit hidupnya di masa lalu. Tentang dendam dan kemarahan yang berakar. Mereka berdua adalah Daud dan Samson. Keduanya membuat kami terharu dan menangis.

Setelah itu kami diminta untuk merenung pribadi per pribadi. Bersungguh-sungguh memohon untuk dimaafkan oleh Tuhan dan bersungguh-sungguh memohon agar punya hati yang sudi memaafkan.
Semua merenung, Pak Bonar meminta kami untuk merenungi siapa diri kami, untuk apa kami di dunia, mengingat siapa yang pernah kami sakiti dan menyakiti kami, membawa seluruh perkara kami ke hadapan Tuhan, meminta Tuhan untuk memberikan kami hati yang mau mengampuni, hati yang baru yang siap diisi oleh Roh Tuhan.

Kami larut dalam keheningan panjang, menunduk, menyesali dosa kami, memohon agar Tuhan sudi menghampiri orang-orang berdosa seperti kami. Suasana semakin syahdu ketika Pak Bonar menyanyikan sebuah lagu diiringi gitar berulang kali, aku lupa lagunya. Yang Pasti lagu itu membuat suasana semakin mencekam, bukan mencekam yang menakutkan tapi meneduhkan. Ya, Roh Kudus sudah datang ke tempat kami.

Tempat duduk kami saat itu terpisah Β½ meter satu sama lain. Dan semenjak Pak Bonar menyanyi tadi, aku sudah mulai mendengar suara tangisan dari setiap sudut ruangan. Semakin lama suara-suara itu semakin keras. Ada yang terisak, ada yang menangis hampir teriak, ada juga yang tanpa suara. Tuhan Hadir.

Tuhan menjamah satu persatu jiwa dan roh kami.

Dahsyat..

Aku sendiri menangis sejadi-jadinya. Aku sadar aku adalah manusia yang banyak dosa, sombong dan sejuta sikap yang menyakiti hati Tuhan. Dengan segenap hati aku minta supaya Tuhan bersedia memafkanku. Supaya DIA mengusir iblis yang masih bersemanyam di hatiku. Aku sadar suaraku keras sekali waktu aku menangis, tapi aku tak peduli. Aku tau Tuhan sedang menegurku dan membujukku supaya berhenti menangis.

Tapi seperti anak-anak yang dibujuk untuk berhenti menangis, bukannya berhenti tangisku malah semakin menjadi-jadi. Sampai akhirnya, aku dengarkan suara langkah menghampiri teman-temanku. Dan akhirnya giliranku, aku rasakan ada tangan yang menyentuh keningku dengan mengggoreskan tanda salib. Tanpa kulihatpun aku tau itu tangan Pak Bonar. Aku rasakan ada yang terpental dari dalam ragaku. Dan aku menangis semakin keras, Aku tau Tuhan telah menghampiriku, Ah.. indahnya hari itu.

Aku takjub, aku heran, aku bahagia bukan buatan. Tak pernah aku sebahagia sekaligus menangis sepedih itu. Pengalaman Rohani ini takkan pernah kulupakan seumur hidupku.

Kekuatan Memaafkan

Selesai acara tangis-tangisan itu, kami diajak Pak Bonar untuk mengambil 3 hadiah berbentuk bunga dan diberikan pada orang-orang yang kita anggap sahabat, atau pada siapa kita benar-benar ingin minta maaf.
Dengan mata sembab aku cari 3 kuntum bunga, aku berikan pada sahabat-sahabatku. Tapi sebenernya 3 itu kurang. Jadinya aku minta maaf pada sahabat-sahabatku yang gak kebagian bunga dariku. Aku sendiri dapat 6 bunga atau lebih (aku lupa) dari orang-orang yang menganggap aku sahabatnya, senang rasanya πŸ˜€ . Dan syukurnya tak ada yang memberikan bunga tanda dia selama ini benci sama aku πŸ˜€ Lengkap sudah kebahagiaanku.

Selesai acara itu, kami semua bersalaman sambil keliling ruangan. Semua wajah berbinar-binar. Semuanya.. Tuhan benar-benar menghampiri kami satu persatu. Kami berpelukan satu sama lain dan saling memaafkan. Akh.. ingat masa-masa itu, rasanya igin kembali ke masa lalu.

Selesai salam-salaman kami diminta untuk kembali ke kamar masing-masing. Mempersiapkan diri untuk kembali Sitoluama, kembali ke rutinitas kampus.
Jam 4 kami berkumpul di aula, untuk acara terakhir. Kebaktian penutup. Sekaligus acara Perjamuan Kudus. Kami mengikutinya dengan khusuk dan sepenuh hati jiwa dan pikiran. Sungguh berbeda rasanya jika sedang berada di dalam kemuliaan Allah.

Selesai kebaktian, waktunya kami pulang.
Tapi ntah kenapa kapal yang menjemput kami belum datang juga.

Waktu ini kami manfaatkan untuk foto-foto dengan pak Bonar dan kakak-kakak pembimbing kami. Mengabadikan momen indah ini. Karena cukup lama, ada juga yang masuk lagi ke aula, bernyanyi diiringi piano dan organ bersama kakak-kakak pembimbing kami, karaoke-an gratis πŸ˜€ . Ada juga yang mengisinya dengan berjalan mengelilingi areal Sopo Toba, mengingat lagi setiap event yang kami lakukan selama 3 hari ini yang masih kuat sekali terngiang di pikiran kami.

Akhirnya setelah 1 jam menanti, kapal datang, ada keharuan di hatiku.
Sedih sekali rasanya hatiku ketika waktunya akan berpisah dengan Pak Bonar dan Kakak-kakak pembimbing kami. Mereka tidak pulang bersama kami, karena mereka kembali akan melakukan retreat disitu. Ntah dengan siapa, aku pun tak tau. Ingin rasanya aku banyak berbincang dengan Pak Bonar, mengucapkan terima kasih buat segala sesuatu yang telah dia berikan. Tapi aku segan, takut sekaligus hormat sekali pada beliau. Dia telah menjadi sosok guru sekaligus pelayan Tuhan yang mengambil tempat khusus dihatiku.

Guru yang sangat jenius, serius dan penuh dengan inovasi-inovasi baru yang tak pernah terpikirkan olehku.

Good Bye

Tanganku dan teman-temanku masih tetap melambai-lambai lambang perpisahan dengan Pak Bonar dan Kakak-kakak pembimbing. Mereka sudah sangat kecil di pinggir danau Toba sana. Tapi kami seakan tak rela berpisah dengan mereka. Danau Toba yang terbentang luas sudah memisahkan kami. Hidup akan terus berjalan, dan di kebaktian terakhir tadi, kami sudah diutus untuk kembali melaksanakan tugas kami masing-masing, sesuai dengan kepercayaan yang telah DIA berikan pada kami.

Terima Kasih Allahku, Terima Kasih Yesus, Terima Kasih Roh Kudus yang sudah memberikanku pengalaman Rohani seindah itu.

Terima Kasih juga untukmu Bapak Pdt. Bonar Lumbantobing, yang melaluimu aku banyak mendapatkan pelajaran penting dan berharga tentang pengenalan yang lebih lagi tentang Kristus.

Terima kasih untuk PI-Del yang melalui engkau juga, aku bisa mengecap kebahagiaan tak terkira seperti itu.

Dan khususnya untuk Bapak dan Mamaku yang kukasihi, terima kasih sudah mengenalkanku dari kecil tentang pentingnya kecintaan akan Tuhan, walaupun aku baru menyadari indahnya kebersamaan dengan Tuhan itu justru sesudah aku tidak bersama Bapak dan Mama lagi. Ketika Bapak dan Mama mengijinkan aku untuk mengecap pendidikan di PI-Del. Ketika aku belajar mandiri dan keluar dari “sarangku” yang nyaman.

Aku menyadari bahwa selama ini aku selalu berlindung di dalam bayang-bayang Bapak dan Mama, seakan aku akan bersama mama dan Bapak seumur hidupku. Aku sudah keliru dengan pandangan itu dan sekarang Tuhan sudah ijinkan aku untuk mengenal dan dikenal Tuhan secara pribadi.

Thank U so much GOD..

Catatan:

Dari semua blog yang kutulis, pada waktu menulis tulisan inilah aku merasa paling bahagia dan rohku menyala-nyala.

Tulisan ini kutulis hari sabtu, 08 maret 2008 dalam kurun waktu 4 jam πŸ˜€
Hanya baru sempet upload Senin-Selasa, 10-11 Maret 2008, di luar jam kerja tentunya πŸ™‚

Thanks For Reading.
Semoga engkau di berkati lewat tulisanku.

Oh ya tunggu kisah lanjutannya yah.. πŸ˜€

14 thoughts on “Retreat, Salah Satu Sisi Perjalanan Imanku (3)

  1. eda, baca postingan mu yang ini buat aku nangis n inget moment waktu itu, waktu tangan Pak Bonar memegang kepalaku n buat tanda salib di keningku n saat itu aku rasakan ada damai dan saat itu aku merasa ada seseorang yang menyuruh aku berdamai dengan orang2 yang mengecewakan aku n yang akukecewakan.

    Yang paling utama, dengan retreat itu aku bisa menghapus kekecewaanku kepada seseorang yang aku simpan selama bertahun2 dan mencoba menjalin hubungan baik dengan beliau. and it works.. πŸ˜€

    Thanks eda ingetin aku lagi dengan moment itu.

  2. Salah satu tujuanku menuliskan blog ini tidak lain untuk mengingatkan diriku sendiri akan momen itu. Mumpung kejadian 2 tahun yang lalu itu masih segar tergambar diingatanku.

    Hatiku sendiri teduh sekali sekali ketika mengingat event-demi-event yang kita jalani waktu itu. Tak akan mungkin kulupakan, kecuali Tuhan ingin mencabut ingatan itu dariku. Dan kuharap jangan.. Harapanku, kesaksian hidupku ini menjadi penguat bagi banyak orang.

    Aku senang karena ternyata kau juga mengingat dan merindukan momen itu Da πŸ™‚

    How great is our GOD

  3. Boyu,,
    Ur writings refresh my memory bout the spiritual moment @ sopo toba. Detail banget boyu… bener-bener touching banget ya moment itu sama mu. Tapi mami kok yang gimana gitu ya,, kok sampe lupa moment hebat kaya gitu. Apakah tandanya mami ga respect sama kegiatan itu? Sejujurnya mami touched banget waktu itu tapi seiring dengan berjalannya waktu semangat dan roh yang menyala-nyala itu mulai padam dan hilang dimakan waktu.

    Mami salut karna boyu bisa jaga roh itu tetap menyala dalam kehidupan boyu. Two thumbs up for boyu!

  4. Mi, kenangan disana itu terkadang juga redup dari ingatanku. Tapi mungkin karena kesannya yang dalam itu, sampe2 terukir jelas di hati dan ingatan πŸ™‚
    Makanya aku tulis di blog, mungkin suatu hari bisa jadi dokumentasi yang berarti buat AntiQ, khususnya buatku pribadi. As reminder for me..

  5. Beneran, aq jg kangen bgt retreat lagi n penyegaran iman…,
    Tapi pengennya jangan sbgai panitia lagi πŸ˜€ soalnya retreat kemaren beberapa acara tidak terlalu ku ikuti dengan baik, soalnya rada2 sibuk ngurusin acaranya ama pak bonar kmrn. but mmg itulah pelayanan, harus berkorban…
    Dari Retreat waktu itu emang banyak pelajaran yang kupetik, sprt hal nya yang ko tulis go “Tak ada yang kebetulan”.
    sprt yg prnh ku ceritakan amamu go, sejarah kelahiranku…pada waktu retreat kmrn lah aq btl2 merasakan bahwa aq lahir bukan karena kebetulan, tuhan telah merancang sesuatu yang baik dalam diriku dan mempersiapkan aq untuk melakukan sesuatu yang berarti bagiNya. (hopefully I can do the best for Him)….

    Jadi ingat anak aspi pada berlomba2 ingin memiliki buku itu, termasuk aq :-D.

    Thanks for ur writings go,
    Moga kita slalu bertumbuh yaa πŸ˜€

  6. My lovely sist’

    sebenarnya, da bbrapa x aku ngunjungin blog mu ini, n tak setiap postinganmu tak prnh terlewatkan. Dan setiap yg kubaca di blog mu ini sgt brmanfaat bagiku, khususnya menyadarkan aku bagaimana aku sendiri menjalani hidup ku.
    Sebenarnya, tiap x aku baca postingan, pengen rasanya ninggalin comment, tp gk tau hrs brkata apa. Ya itulah salah satu sifatku, yg sulit mengungkapkan perasaan dan komentar lewat tulisan.
    Tp x ini aku benar2 acungin jempol buat stiap postingan mu sis, semuanya mengungkapkan ketulusan, kejujuran(sebenarnya hanya Tuhan yg tau kejujuran :p), kesederhanaan, kepandaian bertutur kata (tp yg ini da pandai blm yah? hehe), dan salah satunya ad. menggugah hati pembacanya (sprt diriku*~*).

    Pengen rasanya aku jg mengungkapkan setiap perasaan ku dgn menulis, tp blm bisa.., mungkin dgn cara lain x yah πŸ™‚

    ehh, da kepanjangan nih comment eke… CUT!

    Salut utk mu my sister, Keep it Up always…

    I really Luv U cistlek πŸ˜‰ GBU

  7. @ Sist Demz

    Thank u yah sis..
    Senang rasanya kalo tulisanku bermanfaat sama yang baca. Karna emang itu-nya tujuan utama blog ini πŸ™‚

    Dan gak kupungkiri sis, komenmu memacu aku untuk lebih semangat lagi nulis-nulis.. hehehe.. tks ya sis πŸ˜€

    Memang gak semua orang bisa menuangkan perasaan dan pemikiran lewat tulisan. Kayak sister mungkin menuangkannya melalui menyanyi dengan suaranya yang merdu πŸ™‚

    GBU2 U sist

  8. Ketika kumencari2 blog -blog tentang retret, aq lgsg ngeliat blogmu. Dan ketika kumulai membaca setiap kata yang kau rangkai dae, aq seakan2 merasakan kembali moment2 retret dulu.

    Artikel yang sangat bagus untuk dibaca walaupun beruulang kali.

    Semoga retret yang akan kita adakan tgl 3 ini juga semakin memberikan roh yang menyala2 di setiap hati kita….

  9. @Elloi

    Syukurlah kalo begitu da.
    Aku senang, kalo tulisan ini berarti buat yang baca..

    Iya da, aku juga berharap retreat kita nanti juga akan membangkitkan semangat spiritual kita πŸ™‚

    Mari kita doakan bersama..

  10. Ping-balik: Retreat Alumni PI Del 03-04 Mei 2008 « Hatiku Berkata Apa?

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s