Retreat, Salah Satu Sisi Perjalanan Imanku (2)

Hari Kedua.

Pusat segala aktifitas, karena hari inilah kami benar-benar full di tempat ini, di Hotel Sopo Toba – Samosir. Tidak seperti pada hari sebelumnya hanya setengah hari atau seperti hari berikutnya dimana kami pulang pada sore hari.

17 Februari 2006 jam 06.00 WIB, kami berempat saling membangunkan. Walopun masih lelah, tapi rasanya gak sabar pengen ngelihat kejutan-kejutan apalagi yang akan kami dapat hari ini. Setelah saat teduh dan doa bareng, kami bergantian mandi. Berhubung mandinya bergiliran, aku dan Sulastri ngeronda ke kamar teman-teman kami yang lokasinya terpisah-pisah (FYI, di Hotel Sopo Toba ini kamar-kamarnya berserak. Jadi membentuk rumah-rumah kecil gitu). Ternyata teman-teman kami juga sudah banyak yang bangun. Hmm.. sepertinya mereka juga gak sabar melihat-kejutan-kejutan apalagi yang akan mereka dapatkan hari ini🙂

Jam 07.00 WIB, kami berkumpul lagi di aula. Kali ini untuk mengikuti kebaktian pagi sebelum segala aktifitas kami mulai. Selama retreat ini kami memang mengadakan kebaktian 4 kali sehari. Sebelum sarapan (jam 7 pagi), sebelum makan siang (siang jam 12), sebelum makan malam (jam 6 sore) dan sebelum kembali ke kamar masing-masing (jam 10,11 atau jam 12 malam, tergantung jam berapa aktifitas kami selesai)

Hari kedua, kejutan-kejutan yang sudah disiapkan oleh Bapak Pdt. Bonar dan kakak-kakak pembimbing kami itu lebih banyak lagi dibanding hari sebelumnya.

Hari itu banyak sekali permainan yang menuntut kami untuk tidak saling segan satu sama lain. Menuntut kami untuk benar-benar melihat teman kami itu sebagai saudara kami yang sesungguhnya. Awalnya, kami segan bukan main. Bagaimana tidak, permainannya banyak yang melibatkan sentuhan fisik, peluk-pelukan, pipi ketemu pipi, cewek di gendong cowok, dll. Tapi ntah kenapa, karena suasana saat itu benar-benar suasana persaudaraan dalam Tuhan, rasa segan dan malu-malu itu terkikis juga. Mungkin itu juga yang membuat aku merasa AntiQ itu keluarga keduaku🙂

Setelah permainan seru-seruan itu, kami kembali lagi ke sesi-sesi pelajaran Alkitab. Pendekatan diri kepada Tuhan.

Setiap sesi, pelajaran yang diberikan berbeda-beda. Ada kalanya kami harus diskusi dalam kelompok, ada kalanya kami harus saling bertukar pikiran dan ada kalanya kami harus merenung sendiri.

Bener-bener pengalaman hidup yang WAH bagiku.

Hari itu, sesi perenungan yang paling berkesan bagiku adalah ketika kami diminta untuk merenungkan tujuan hidup kami di dunia ini. Ada beberapa lembar yang waktu itu dibagiin Pak Bonar pada kami (terakhirnya, aku tau sumber perenungan itu beliau ambil dari buku The Purpose Driven Life). Disitulah aku ngerti, kalo setiap individu itu istimewa. Masing-masing Tuhan ciptakan untuk tujuan-Nya. Aku juga tau, kalo tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Tidak kebetulan aku dilahirkan dari pasangan ayah-ibuku, tidak kebetulan aku kuliah di PI-Del, tidak kebetulan aku kerja di Dexa Medica dan tidak kebetulan kamu mampir di blog-ku😀 . Tak ada yang kebetulan.

Malam ini berbeda dari malam sebelumnya. Kali ini ada sesi curhat. Kami masing-masing dibagi dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil lagi. Masing-masing kelompok terdiri dari 3-5 orang peserta.
Lampu-lampu didalam aula itu di matikan. Kami masing-masing kelompok diberi sebuah lilin sebagai penerang. Simbol kehadiran Kristus di tempat itu.

Kami masing-masing di minta Pak Bonar untuk saling terbuka kepada temannya dan saling mendoakan, serta berjanji tidak membocorkan rahasia-rahasia yang telah diungkapkan saat itu kepada orang lain, dan kamipun berjanji di hati kami masing-masing.

Satu kelompokku saat itu tetap teman satu kamarku, kami berempat saling bercerita, terbuka terhadap pergumulan masing-masing, dan kami saling mendoakan. Kami berpelukan dan menangis bersama serta tidak lupa saling menguatkan.
Selesai berbagi cerita, kami bergandengan tangan, menutup mata dan bergiliran berdoa. Masing-masing mendoakan individu yang sudah di percayakan padanya. Kami pun larut dalam kebersamaan kami dengan Tuhan. Aku yakin Tuhan tersenyum melihat kesungguhan dan keterbukaan kami masing-masing.

Selesai curhat dan berdoa, waktu yang diprediksi oleh Pak Bonar hanya satu jam meleset menjadi 2-3 jam. Tapi beliau senang, beliau tetap sabar menanti satu-persatu selesai.

Malam Perenungan Dosa

Sekitar jam 11, kami keluar dari aula dan membawa kertas berisi pengakuan dosa kami. Kami belum tau apa yang akan dilakukan setelah ini. Ternyata, kegiatan kami berikutnya adalah Jalan Salib, Flash back penderitaan Yesus memikul salib untuk menebus dosa manusia.

Perjalanan ini dipimpin oleh Bapak Bonar, dan dua orang kakak pembimbing kami.

Arealnya tetap di area Sopo Toba. Jadi setiap perhentian jaraknya dekat-dekat aja. Jalan Salib ini ada 7 perhentian. Malam itu, kami seakan dibawa ke peristiwa ribuan tahun yang lalu, peristiwa penyaliban Yesus. Puncak “karir” Yesus di dunia ini. Dasar iman kami orang percaya.

Dan kamipun larut dalam penyesalan dosa kami.

Puncaknya, setelah sampai di perhentian ke tujuh, kami diajak oleh pak Bonar untuk mengelilingi api unggun. Salib yang tadinya dibawa oleh Kakak Pembimbing kami ketika jalan Salib, diletakkan di depan api unggun itu. Pak Bonar meminta kami memasukkan ke dalam api, dosa yang diminta oleh Pak Bonar kami tuliskan diatas kertas siang tadi.

Dengan penuh hormat dan dengan doa-doa kami,kami memberanikan diri maju kedepan satu-persatu dan membiarkan kertas yang berisi dosa-dosa kami itu habis dilalap api. Lagi-lagi air mata kami bercucuran penuh penyesalan.

Salib dan Api itu telah menjadi saksi bahwa dosa-dosa kami telah dimpuni dan telah menguap seperti debu. Tuhan telah memaafkan dosa-dosa kami.

Sukacitaku bertambah lagi.. Aku merasa “lahir baru”.

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s