Retreat, Salah Satu Sisi Perjalanan Imanku (1)

Kasih Persaudaraan

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini.

Pengertian ini sebenernya sudah diberitahukan Tuhan di buku sumber segala kehidupan, “Alkitab” sejak jaman dahulu kala. Tapi dulu aku tak pernah mengerti itu.

Sampai pengalaman demi pengalaman mengajarkanku tentang kebenarannya.

Tidak kebetulan aku “dipaksa” orang tuaku untuk kuliah di Politeknik Informatika Del (PI-Del) yang memberiku segudang pengalaman tak terlupakan seumur hidupku.

Salah satunya retreat yang aku ikuti 16-18 Februari 2006 silam, di Sopo Toba Hotel- Samosir. Bersama dengan teman-teman angkatan 3 (AntiQ) PI-Del.
Waktu itu tema retreat kita memang tentang persaudaran, tapi lebih dari makna persaudaraan aku dapatkan disana.

Walaupun retreat itu hanya di laksanakan dalam waktu 3 hari, tapi buatku dampaknya pasti akan melekat seumur hidupku. PASTI!

16-18 Februari 2006

Pihak kampus tidak ada yang ikut serta pada retreat kami kali ini. Kami mau jadi mahasiswa yang mandiri. Pembimbing kami disana adalah Bapak Pdt. Bonar Lumbantobing (yang juga adalah dosen Mata Kuliah Agama kami), beliau sudah berangkat terlebih terlebih dahulu ke Samosir untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Namun walaupun begitu, sebelum berangkat Bapak Direktur kami saat itu Bpk. Prof. Saswinadi Sasmojo dan Koordinator kemahasiswaan Bpk. Yaya Setiadi memberikan sedikit arahan pada kami. Karena kami di berangkatkan atas nama Kampus.

Aku memang sudah lama sekali menantikan momen ini, aku belum pernah retreat. Dan entah kenapa, Roh yang ada di hatiku memang bahagia sekali ketika tau, bahwa kami akan mengadakan retreat.

Kami berangkat tanggal 16 Februari 2006, pagi hari. Kami sampai di Samosir sudah sore. Sesampainya di Samosir, diadakan pembagian Kamar. Selain itu kami juga disambut dengan welcome speech dari Bapak Pendeta Kami, beliau juga memperkenalkan kami dengan kakak-kakak pembimbing kami, calon-calon pendeta dari STT HKBP Siantar yang sedang praktek kerja (kami dibagi dalam kelompok-kelompok kecil). Selain itu kami langsung di beri pelajaran awal tentang makna retreat. Baru sesudah itu kami menuju kamar masing-masing yang telah dibagi. Istirahat sebentar, mandi dan siap-siap untuk mengikuti acara selanjutnya.

Jam 6 sore, terdengar bunyi pengeras suara, yang menurutku lebih mirip bunyi sirene atau alarm tanda bahaya dari arah aula. Jadi teringat masa ospek dulu, alarm yang sama selalu dibunyikan untuk mengumpulkan kami kembali para mahasiswa baru dari segala macam aktifitas yang disuruh oleh senior kami. Ternyata sekarang alarm yang sama itu digunakan untuk memanggil semua peserta untuk berkumpul lagi di Aula, kali ini untuk mengadakan Kebaktian Sore. Kebaktiannya singkat, tapi teduh sekali… Aku serasa di surga ketika menyanyikan satu-persatu lagu-lagu berbahasa Latin yang sama sekali tidak kumengerti artinya, tapi aku tau itu lagu-lagu pujian.

Kebaktian yang sama berulang-ulang selama 3 hari. Tapi mengejutkan, kebaktian itu tak membuatku bosan. Justru aku rindukan, bahkan sampai sekarang aku merindukan momen seperti itu lagi.

Selesai kebaktian kami langsung makan malam. Makan malam yang cukup mewah menurutku. Acara makan kami diadakan secara disiplin, penuh keteraturan. Tapi tidak menegangkan. Tidak semenegangkan ketika kami belajar Table Manner di kampus πŸ˜€

Acara makan diadakan secara prasmanan alias ambil sendiri.

Kelompok yang mendapatkan giliran pertama mengambil makanan, dilakukan secara bergilir, demikian juga yang memimpin doa makan.

Hari pertama, kelompok terakhir banyak yang tidak kebagian menu complete dikarenakan kelompok-kelompok pendahulunya mengambil menu-menu yang sudah terhidang tanpa mengingat kelompok berikut yang belum mendapatkan bagian. Pada saat itu Bapak Bonar belum tegas mengingatkan untuk selalu mengingat orang lain yang belum kebagian (salah satu sifat egois yang ingin beliau kikis dari dalam diri kami).

Baru pada hari kedua ketika ada Snack Sore yang ber-menu-kan goreng pisang dan teh manis, ada beberapa temenku yang datang belakangan tidak kebagian. Kali ini Pak Bonar tidak tinggal diam, pada waktu kami dikumpulkan di aula sebelum mengikuti pelajaran berikutnya, beliau bertanya siapa yang mengambil goreng lebih dari satu. Dengan malu-malu dan saling pandang, satu persatu mulai mengacungkan jarinya. Ternyata lebih dari setengah yang tunjuk tangan. Termasuk aku salah satunya. Jujur, aku malu sekali waktu itu.
Saat itulah pak Bonar langsung menjelaskan pada kami bahwa kami tidak boleh egois dan memikirkan kepentingan diri sendiri. Tapi kami harus mengingat saudara kami yang lain yang belum kebagian, bukan dalam hal makan saja, tapi dalam berbagai hal tentunya. (Hm..sepertinya pihak penyedia makanan sengaja membuat gorengannya kecil-kecil dan jumlahnya hanya lebih sedikit dari jumlah peserta, sehingga kami “tertantang” mengambil lebih dari satu. Apalagi aku adalah penggemar berat goreng pisang :-D, makanya dengan tidak malu-malu aku ambil dua πŸ˜› )

Tapi sejak itu, tidak pernah lagi kedengaran ada yang kekurangan menu complete ataupun snack.

Hari pertama memang belum banyak diisi kegiatan, malam harinya setelah selesai makan malam, kami mengadakan permainan ringan. Pada waktu itu aku ikut terlibat sebagai salah satu panitia, tepatnya bagian acara (permainan). Semuanya berjalan lancar, lucu dan penuh kekompakan. Teman-teman tidak terlalu peduli dengan hadian yang kami sediakan. Karena hadiahnya tak lebih dari snack ringan harga 500 rupiah. Tapi sukacita yang kami rasakan mungkin lebih dari uang ratusan ribu rupiah jika diberikan pada kami sekarang dengan cuma-cuma. Benar kata-kata orang bijak. Kebahagiaan dan sukacita itu tak bisa dibeli dengan uang.

Sejenak kami lupa pada semua beban pikiran dan tugas-tugas perkuliahan kami di kampus. Kami larut dalam sukacita kekeluargaan yang luar biasa dalam sebuah keluarga yang tidak ada hubungan darah sama sekali. Tapi hati kami sungguh di persatukan Tuhan.
Jam 10 malam kegiatannya telah usai. Waktunya untuk kembali ke kamar masing-masing. Sebelum kembali, kami mengadakan kebaktian malam singkat.
Lagi-lagi aku merasa rohku melonjak-lonjak, riang sekali. Aku tak tau apakah teman-temanku memiliki perasaan yang sama. Tapi sepertinya begitu. Aku larut dalam pengalaman rohani yang luar biasa yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

Sukacitaku semakin penuh ketika kembali ke kamar. Kami berempat yang saat itu diberi kepercayaan sebagai panitia acara bagian permainan (Inovasi, Elwina, Sulastri dan aku), menyanyi bersama sebelum tidur, seakan tak ingin hari ini berlalu. Kami melipat tangan dan menutup mata bersama, kami berdoa untuk menutup hari itu. Setelah Doa Bapa Kami, kami berempat tidur di satu kamar yang sama walaupun kamar yang disediakan ada dua. Kami seakan tak ingin dipisahkan. Kamipun tidur dalam kebahagiaan yang tak terucapkan.

To Be Continued.. :-D

7 thoughts on “Retreat, Salah Satu Sisi Perjalanan Imanku (1)

  1. misssing that moment so much. retreat lagi yuukkk

    betewe kan eda, aku salah satunya yang ga kebagian pisang goreng itu :p ternyata dirimu salah satu penyebabnya.

  2. Saya jadi kagum sekaligus tertarik dengan kamu.
    Dari tulisan kamu, sepertinya kamu itu orangnya sangat baik dan tulus. Baik itu terhadap temen, keluarga bahkan Tuhan.
    Boleh kenalan tidak?
    Oya menurut saya kamu mempunyai talenta yang bagus sebagai penulis, khususnya penulis rohani.

    regards,

    glorialimbong:
    Hm.. I know who are U (from Ur IP Address) πŸ˜€
    But aniway, thanks 4 ur support πŸ˜›

  3. ada saat dimana air mata tidak ada gunanya untuk meratapi semua yang telah terjadi, mohon maafkan salah-salah ini, sebelum saat itu muncul….
    ya Alloh, jangan cabut setelah engkau beri jalan.. walau jalan itu hanya membuatku menangis, karena yang ada hanya memang tangis, semangat ya.. hatiku

  4. sungguh pengalaman yang tidak dibuat-buat , saya lihat dari tadi kakak cerita dengan naturaknya , tidak ada skenario yagn dibuat2 , lanjutkan kan , kakak punya bakat sebagai penulis …

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s