Seandainya Aku hidup 24 Jam lagi?

Aku tertegun membaca renungan dari amang DTA hari ini.
Apa yang aku lakukan seandainya aku hidup 6 tahun lagi, 6 bulan lagi atau 24 jam lagi?
Aku diam sejenak mo nulisin apa.
Aku bingung, yang kepikiran pertama kali di otakku keluargaku.
Apa yang akan aku lakukan untuk mereka? Cukupkah perkataan aku sangat mengasihi mereka?

Lalu aku ingat pada seseorang yang baru2 ini aku sakiti dan aku kecewakan.
Ingin aku katakan bahwa aku masih mengasihinya.
Aku hanya sedang belajar untuk gak egois. Tapi justru itu mengecewakan dia.
Maafin aku..

Lalu apalagi?
Bekerja, ya bekerja.. Aku akan bekerja. Tapi tunggu aku selesaikan dulu blog ini.
Tanganku sungguh ingin menuliskannya.

Apalagi Tuhan? Aku bingung seandainya “deadline” kehidupanku adalah esok hari.
Selama ini aku terlalu berpikir maju.
Berpikir bahwa esok masih panjang.
Sehingga banyak waktu yang kubuang percuma. Sia2.
Banyak kesempatan yang kulewatkan begitu saja.
Banyak kebersamaan dengan keluarga dan teman2ku yang berlalu begitu saja.
Belum lagi kadang2 aku bekerja asal2an.

Tuhan, terima kasih untuk peringatanmu.
Ingatkan aku bahwa besok belum tentu datang lagi.
Bantu aku untuk memanfaatkan hari2ku sebaik mungkin.
Dan ingatin aku juga Tuhan kalo aku gak boleh merencanakan sesuatu tanpa ngelapor dulu sama Tuhan.

Tuhan, Ingatin aku setiap hari..

Mazmur 90: 12 “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”

Iklan

2 thoughts on “Seandainya Aku hidup 24 Jam lagi?

Silahkan diberi komentar ya.. Thank you!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s