SIPOHOLON, Tempat Lahirku.
Kata Mama, aku lahir di Sipoholon. (Loh.. kok kata Mama?)
Tentu saja, karna aku tak pernah tau kebenarannya.
Tapi aku percaya pada Mama yang melahirkanku, bahwa aku lahir di sana. Di sebuah rumah kecil, di desa Dangsina-Sipoholon. Dekat Tarutung. Tapanuli Utara.
Sebuah daerah di Sumatera Utara.
Aku tak tau bagaimana bentuk rumah atau kampung tempatku lahir. Karena umur 2 tahun, Bapak dan Mamaku pindah ke Tarutung. Jadi, aku sama sekali belum tau bagaimana bentuk daerah itu.
Sampai detik ini.
Aku Anak Nomor Dua
Nama Bapakku Kalvin E. Limbong.
Bapak yang baik dan Sabar.
Tidak terlalu pendiam tetapi jarang sekali bercerita tentang masa lalunya kepada kami anak-anaknya.
Aku tak tau kenapa.
Beliau berbeda sekali dengan Mamaku.
Mamaku Lisnawati Tambun.
Mama yang pernuh perhatian dan SUPER hampir dalam segala hal (tentu saja ini dalam kacamata seorang anak
).
Kalo aku perhatikan, sifat Bapak dan Mamaku cukup banyak berbeda.
Bapakku itu, lembut, senang bercanda, lembek (bisa dibilang agak kurang tegas), jarang sekali marah, terkadang pesimis, Cukup Up-to-date soal perkembangan teknologi
, Daya navigasi terhadap satu tempat bagus, dll.
Sedangkan Mamaku, Keras, serius, optimis sekali, sering bercerita tentang masa lalu dan perjuangannya, tidak terlalu peduli dengan perkembangan teknologi (jangan heran kalo sampai detik ini mamaku gak mau make HP
), Daya navigasi terhadap suatu lokasi tidak terlalu bagus (makanya kalo mo pergi ke suatu tempat yang aku gak tau, aku agak kuatir kalo pergi berdua dengan mama
).. But disamping itu semua, mamaku ini mama yang sangat hebat.. I proud of her, so much..
Oya, mamaku ini juga peduli sekali dengan gaya hidup sehat yang alami. Bukan hanya sehat jasmani tapi juga rohani.
Sehat Rohani dan Jasmani.. it’s the most important things in life
(Itu prinsip mamaku sepertinya)
Tuhan memang maha besar, sifat Bapak dan Mamaku yang sedikit banyaknya bertolak belakang, bisa di persatukan OlehNYA..
Mmm.. Sebenernya jarang orang batak nyebutin nama orang tuanya.
Tapi aku lebih suka menyebut namanya. Karena memang itulah nama mereka.
Itulah identitas mereka.
Bukan berarti aku tak hormat menyebut dengan nama mereka.
Aku punya satu orang abang, Samuel Namanya. Tapi di rumah kami biasa memanggilnya “Bang Posan” (Nama panjangnya: Samuel Haposan Dangsina Limbong).
Haposan itu nama pemberian oppungku (kakek dari pihak Ibuku).
Dia abang andalanku. Waktu kecil dia ini seperti pahlawanku.
Aku tak punya teman selain dia.
Maklum rumah kami terpisah dari mana-mana. Jadi aku sama sekali tak punya sahabat masa kecil..
Seingatku, aku selalu ingin nempel sama abangku.
Yah.. Bang posan emang teman akrabku waktu kecil.
Sekarang?? Kami tetap akrab kok.
Hanya saja sudah memiliki kehidupan sendiri-sendiri
Adekku ada dua, satu cewek dan satu cowok.
Satdes nama aslinya Ridho Christian Satdes Limbong.
Usianya beda 2 tahun denganku.
Dia adik yang unik, sangat-sangat unik.
Sedari kecil, dia sering hidup di dunianya sendiri.
Seingatku, dia senang sekali menangkap ikan atau apa saja yang berkeliaran di air.
Dia membawanya ke rumah tak peduli betapa bingungnya Mamaku dengan semua binatang peliharannya itu.
Dia juga suka memulung apa saja yang kelihatannya berguna.
Dia akan mengumpulkannya di kamarnya.
Tak peduli apakah nantinya barang itu akan di pakai, atau hanya sekedar di pajang.
Dia sangat unik..
Waktu kecil aku dan adekku ini cukup sering bertengkar. Haha.. namanya juga anak kecil. Tapi sesudah besar, tidak ada kata bertengkar lagi. Ya kan dek?
Dulu adekku yang paling kecil, sering cemburu sama Adekku yang satu ini karna katanya aku lebih sayang satdes dari pada dia. Waktu itu, kuiyakan juga sih (tapi hanya dalam hati). Takut si kecil ngamuk
Adekku yang paling kecil kami panggil di rumah Epi, nama Aslinya Epifany Limbong.
Nama paling singkat di keluarga kami
Anaknya dari kecil emang sudah aktif. Disenangi banyak orang dan cepat akrab sama orang dewasa (Mungkin karena jaraknya cukup jauh terpaut dengan kami bertiga, sehingga dia meniru kami? Ntahlah..)
Ah ya.. dia paling sering bertengkar denganku.
Kadang masalah kecil pun akan kami ributkan. Padahal anak perempuan Cuma kami berdua di rumah ![]()
Tapi ntah kenapa, dia selalu merindukanku kalo aku sedang tidak di rumah. Fenomena apa lagi ini?
Yah.. Itulah keluarga kecilku..
Keluarga yang sangat kucintai.
Keluarga yang bagiku sangat berarti dalam hidupku.
Keluarga yang bisa menerimaku apa adanya.
Keluarga yang mengajariku cinta kasih dan perdamaian.
Keluargaku yang merupakan salah satu harta paling berhaga dalam hidup.
Yess.. Limbong’s Family.. My Lovely Family… I don’t know, how I can live without them..
Terima kasih Tuhan, karna Tuhan tempatkan aku di keluarga yang penuh cinta dan kasih sayang.
Walaupun memang masalah dan pertengkaran pasti ada.
Tapi Cinta dan Kasih Sayang mengalahkannya
Tuhan.. berkati dan jagalah keluarga kecil kami ini sampai selamanya. Amin…
Tentang keluargaku juga: Macam-macam bentuk ungkapan sayang dalam keluargaku ![]()
Damailah selalu ito.
Soal adanya kemelut dalam keluarga itu hal yang lumrah. Kata orang bijak “kedamaian bukan ketiadan ketegangan, tapi timbulnya kebenaran”.
Keutuhan sebuah keluarga adalah resultan dari semua perbedaan pemikiran.
Salam Horas.
woiiiiiiiiiiiiiii gorilaz….^-^
(masih ingat aku kan?tetangga mu yg manis di tarutung :P)
duh kangennya ma ce yg satu neh…
masih kurus????
eh add aku di fs mu dunk….
slm buat smua kel yah…
miss u glo….
GBU
Gloria:
Hei.. muncul juga dirimu di dunia maya ini

Gi dimana neng??
Ntar aku add ya.. kalo siang begini FS di kantor kami di blok. Emailmu yang yahoo ini kan say??
Thnk u for coming yah..
Miss u 2..
Horas pariban… karena saya panggil tulang sama bapak, tak menyangka bahwa Gloria sudah besar dan menjadi anak gadis sekarang…. kalau ingat dulu sewaktu di tarutung… Gloria, posan dan yang lainnya masih kecil dan lucu-lucu…. membuat saya ingin tertawa… he…he..he.. kirim salam sama bapak dan mama…. yang katannya akan pindah ke Singkawang…ya… GBU
@dangka sihombing
hehehehe.. ya iyalah bang.
Masa’ iya kecil terus..
Nanti salamnya aku sampein sama Bapak dan Mama bang.
Thnks buat perhatiannya yah..
Horas Ito, di tarutung dimananya dulu ya, kalau aku dulu di Desa Siwaluompu. Btw, senang juga baca tulisanya. Horas ma da Ito.
bah,,, berarti di tanda Ito do marga Sitorus na di jolo ni Kamar mayat i hape, si Josua ima angkatan 90 SMA tangsi. Sekarang di jakarta di dia maho Ito.
Horas bere !
Ai nga ganti hape fotom ate bere, hurIppu do salah alamat . Molo adong waktu, berkunjungma tu blok ni tulang da bere .
Bersyukurlah punya keluarga yang harmonis .
Pasahat tabe tu sude keluarga, paboa berema na adong tong tulang par dunia maya ate .
Alai tahe sotung sala mangantusi oma i ate hehehe ………
@ARI
Horas Tulang..
Welcome Back..
Iya tulang datangpun aku berkunjung ke blog tulang..
Dan salam tulang akan aku sampekkan
oo ee oo
Shalom Gloria Limbong, Praise The Lord you have a nice family! Blog kamu bagus banget, saya sempat baca sekilas via FS Natalie. Selamat kerja aja, jangan lupa andalkan Tuhan dalam hidupmu. We pray for u and ur family!. Tuhan bersama kita. Horas.
Bah, par Tarutung-nya bere… Horas-lah dulu, ya. Dulu di Tarutung di daerah mana? Kalo kami dulu, di jl. D.I. Panjaitan. Sekarang hanya rumah oppung yang ada di Hutabarat. Karena semasa remaja rada badung, jadinya cuma sampai SMP di Tarutung. Langsung dideportasi sekolah ke ibukota negara… Lungun hian do roha lao mangaranto tingki i. Naik kapal Tampomas dope, tahun 1977…
@Tappang
Horas tulang.
Mauliate ma tulang nga ro poang berkunjung
Kalo aku dulu di tarutung di Jl. A. Yani tulang. Di dekat gereja HKBP Tarutung kota, di dekat kamar mayat itu tulang
Jadi masih seringnya tulang berkunjung ke Tarutung itu?
Blm banyak yang berubah kok tulang.
Masih gitu-gitu ajanya.
Masih banyak rumah papan, dan masih sering terjadi gempa. Tapi aku pun udah lama gak kesana tulang. Udah ada 4 tahun..
Jadi rindu kembali kesana
Ooo… Dekat toko obat parkindo itu, ya? Tauklah tulang itu… Aku terakhir ke Tarutung tahun 1997. Pernah juga agak lama tinggal di jabu ni oppung itu sambil bikin ikan mas di kolam… Waduh, senang sekali melihat ekor ikan mas naik sampai ke atas kalo lagi nyari cacing dia…
Kalo mama kami hampir tiap bulan ke Tarutung dari Medan. Biasalah, soalnya suaminya sudah menetap di sana
dikubur di samping rumah oppung di Hutabarat itu
Ya, itu. Malasnya pulang ke Tarutung itu karena gak ada kemajuannya. Sai itu tusi…
@Tappang
Toko Obat Parkindo??
hehhee.. yang mana itu yah tulang.. banyak kali disana Toko obat.
ikan Mas emang seru kali dipandangin kalo lagi di Kolam tulang. Apa lagi kalo mangap-mangap gitu mulutnya.. hihiihi.. Jadi gak tega makannya

Tapi toh kalo di arsik atau dibikin naniura disantap habis juga
Horas………….
boa kabar muna
Akhirnya jumpang muse dht keluarga limbong ini
au alumni sma 2 hkbp pas diginjang jabumuna najolo
au masih ingat dengan bg samuel, n satdes teman maen bola
oya samuel habis dari unsri kerja dimana, klo satdes???
salam buat amang n ibu
dr,
penghuni asrama
oya alamat emailku
andre.marp@yahoo.com
molo adong info2 terbaru mengenai tarutung n lainnya
di add y
salam kenal