Tadi pagi aku terbangun pagi-pagi sekali. Jam setengah 5 pagi. Aku terbangun karna aku mengalami mimpi buruk. Dalam tidurku itu aku menangis perih sekali karena dalam mimpiku itu bapakku meninggal.
Waktu terbangun, ternyata hanya mimpi. Tapi menyadari mimpi buruk itu, aku jadi bener-bener menangis.
Spontan aku langsung berdoa karna aku takut sekali kehilangan orang tuaku dan orang-orang [...]
Archive for the ‘Cermin Hidup’ Category
Menghargai setiap “Titipan Tuhan”
Posted in Catatan Harian, Cermin Hidup, Keluargaku on July 16, 2008 | 32 Comments »
Sang Penghibur Sejati
Posted in Cermin Hidup, Spiritual on July 10, 2008 | 19 Comments »
Ketika aku sedang berbahagia..
Aku bersenang-senang dengan diriku.
Menikmati hariku. Seakan kebahagiaan di hati tak akan berakhir.
Aku lupa mengucap syukur kepada DIA yang mengijinkanku menikmati kebahagiaan itu. Atau aku ingat juga tapi aku tak mau mengajaknya untuk ikut serta dalam kebahagianku.
When I was a Child…
Posted in Cermin Hidup, Refresh, tagged dewasa, kanak-kanak on July 8, 2008 | 26 Comments »
Waktu aku kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak bertingkah seperti kanak-kanak dan berucap seperti kanak-kanak.
Aku berlari ke hutan, bermain-main bersama teman seusiaku, mencari buah atau sekedar berlarian di sela-sela pohon-pohon karet yang tumbuh tinggi.
Masih bisa kubayangkan bau karet yang setetes-demi setetes menetes ke tempurung kelapa yang sudah disiapkan di batang pohon untuk menampung tetesan karet itu [...]
Perang Batin..
Posted in Cermin Hidup, tagged kejamnya jakarta, miskin on June 30, 2008 | 26 Comments »
Lelaki itu masih duduk tertunduk sampai mukanya tak bisa terlihat dan lehernya melekuk.
Tubuhnya renta dan kulitnya sudah mengerut.
Dia duduk di tepi jalan setapak dimana orang lalu lalang.
Terlihat tubuh kotor dan rambut yang awut-awutan tak terurus.
Awalnya aku coba cuek dan tak peduli dengan kehadirannya. Terlalu banyak orang-orang seperti kakek itu di Jakarta.
Orang-orang yang dimanfaatkan oknum-oknum tertentu [...]
Sebuah Kisah Bersama Bapak Tukang Kebun..
Posted in Cermin Hidup, tagged senyum, syukur on April 23, 2008 | 17 Comments »
Lagi-lagi kali ini kisah yang aku angkat adalah memoar. Sebuah kisah di masa lalu, yang sulit untuk kulupakan. Dan (Lagi-lagi) peristiwa ini aku alami di Del, kampusku dulu. Kampus sejuta kenangan yang mengajariku banyak hal. Termasuk kisah ini..
Di balik kulitnya yang hitam karena terbakar matahari terdapat wajah yang ramah, bersahaja, tenang dan setiap bertemu dengan [...]