Pagi ini, di jalan pas berangkat kerja aku udah dibuat kesal sama orang-orang kaya itu, sama sekolah itu, sama pak polisi yang gak adil ituh ![]()
Oh.. oke oke.. maafin aku karna udah nyerocos tanpa menceritakan dulu duduk perkaranya..
Jadi ceritanya begini, kemaren malam aku nginep di rumah nanguda-ku (tante-red), karna oppung boruku (nenekku-dari pihak mama) baru datang dari kampung. Nah, otomatis paginya aku harus berangkat dari sana. Rumah nangudaku ada di condet, jaktim.
Pas berangkat kerja waktu udah nunjukin pukul 07.15 WIB yang artinya sebagian besar anak sekolah udah masuk. Tapi ternyata sodara-sodara, aku masih tetap di hadang macet di jalan raya condet. Ada sebuah sekolah elit disana yang jadi penyebab macet setiap pagi..
Lokasinya persis di pinggir jalan (FYI: Dari Gerbang masuk ke sekolah itu tidak terlalu jauh paling sekitar 50 meter. Lahan parkirnya terbilang sempit)
Tapi karena mayoritas yang sekolah disitu anak-anak golongan kaya, jadilah mobil-mobil pribadi ngantri untuk keluar-masuk gerbang sekolah itu.
Yang aku herankan, kenapa mobil-mobil pribadi itu harus masuk ke areal parkir sekolah itu yang notabene sempit sekali? Kenapa tidak membiarkan saja anak-anak mereka di seberangkan oleh Bapak-bapak satpam dan pak Polisi yang selalu stand by disana setiap pagi?
Bukankah seharusnya tugas pak satpam dan pak polisi untuk menyeberangkan anak-anak yang bersekolah disitu?
Jalan raya condet itu kecil. Hanya muat satu mobil untuk masing-masing ruas jalan. Sehingga ketika satu mobil saja yang ngantri mo masuk ke parkiran sekolah, bisa menyebabkan macet yang begitu panjang di belakangnya.
Dan yang sebenernya membuatku paling kesal, pak Polisi yang ada disitu seakan hanya memperdulikan orang-orang kaya yang hendak keluar masuk sekolah itu.
Biasanya kan pak polisi ngatur tuh yang mana yang jalan duluan, yang mana harus di stop duluan, yang mana yang harus di suruh belok? Ini seakan-akan yang mereka pedulikan hanya yang ingin keluar dan masuk sekolah itu. Tak peduli bahwa banyak orang lain juga yang perlu cepat pergi ke kantor, ke sekolah (untuk anak-anak SMU Negeri yang lokasinya tidak jauh dari situ), dsb.
“Tidak adil!!” pekikku dalam hati.
Aku yang melihat semua “adegan” pengaturan lalu lintas ala pak polisi itu jadi gemas dan kepingin marah. Katanya mengayomi seluruh lapisan masyarakat, tapi kok iya cuma memperdulikan orang-orang kaya itu??
Akh.. sudahlah.. nasibku lah ini, bisanya cuma naik metromini. Jadinya di nomor sekiankan sama pak Polisi itu.
Tapi tak apa-apa, setidaknya ini pelajaran bagiku. Jika aku sudah kaya dan memiliki mobil sendiri, aku lebih tau bagaimana bersikap empati terhadap pengemudi mobil, motor atau bus lain. Bersikap adil dan tertib itu sangat penting. Biar sama-sama enak kita..
August 27, 2009 at 1:23 pm
sabar….sabar
btw hati2 kena pencemaran nama baik loh
August 27, 2009 at 7:43 pm
jadi ingat, kepentingan umum di atas kepentingan pribadi
harusnya kendaraan umum diutamakn di atas kendaraan pribadi ya
August 28, 2009 at 9:01 am
@k!n6
Hiihihhi.. kan gak ada sebut merek mu
@nich
iya bang.. macam tak tau negri kita tercinta ini aja bang
August 28, 2009 at 11:10 am
jika tak kaya2 dan tak memiliki mobil sendiri??? cuman punya mobil berdua?? Gak ngerti ahhhh
August 28, 2009 at 1:52 pm
setoran gede x
salam kenal
August 29, 2009 at 10:28 pm
hahahaha ….
sabar dong neng !
August 31, 2009 at 3:25 am
Horas!
Mau komen dikit Ito. hehehe. Jadi kangen ama ritual pagi di jakarta yang memang begitu2 terus, but anyway gak cuman condet doang koq yang punya masalah seperti itu, dan yang perlu digaris bawahi Polisi ada disana justru karena ada sekolah itu
. Urusan mobil masuk sekolah, tak jarang karena masalah “prestige” diantara anak sekolah hahahaha.. Sotoy banget kali yak ? hehehe. yang jelas harus cari jalan tikus kayaknya hihihih….
September 1, 2009 at 11:13 am
@pardosa
kekekekkee.. dasarlah itoku ini.. udah seteres ya toQ?
@kodil
hehehe.. aukh akh..*pura2 gak tau aja*
@A-RI
hihihi, iya to. Aku sabar kok, makanya gak turun dari metromini trus nonjok mereka satu-satu
@batak indonesia
Hhahahaha.. ya itulah itu to..
Anyway, salam kenal
September 2, 2009 at 9:59 pm
Supaya tidak jengkel kasi aja senyum yang manis jadi segala permasalahan bisa diatasi tanpa masalah
sabar ya ito nanti kalau sudah punya anak yang besar langsung aja melamar Polisi
September 3, 2009 at 1:29 am
Maklumlah..indonesia gitu loh…
September 4, 2009 at 11:02 am
@lambok limbong
hehehehe… jadi polisi?
Sepertinya aku mikir dulu deh kalo anakku pengen jadi polisi..
@Jaya Afrianto
hehehe,.. we knowlahh
September 8, 2009 at 3:09 pm
hanya mau numpang liwat…
halamannya bagus…
segar rasanya mengunjungi blog ini…
terus berkarya ya ito?
saya belajar buat blog juga dari anak dell,
Lilikriana Sagala namanya… kenal kan?
tapi sayang ga bisa nulis sepintar ito…
with smile
zending sinurat
September 8, 2009 at 3:12 pm
o iya…
mama rupanya boru Tambun ya…
berarti bereku donk
September 14, 2009 at 10:36 am
@Zending
Horas Tulang,
Makasih udah berkunjung tulang.
Iya aku kenal lilik. Dia adek kelasku di Del tulang.
Tulang pendeta ya?
Selamat melayani ya Tulang.
Makasih atas kunjungannya tulang
September 14, 2009 at 7:18 pm
suka banget sama “Jika aku sudah kaya dan memiliki mobil sendiri, aku lebih tau bagaimana bersikap empati terhadap pengemudi mobil, motor atau bus lain.”
September 16, 2009 at 6:36 pm
keknya polisinya dah adil tuh….adil itu kan relatip..
September 18, 2009 at 3:52 am
perasaan koq gw pernah komen disini, ehh bener.. kekekeke (*bisik2 something)
September 19, 2009 at 7:58 pm
ya begitu realita yang ada di negeri kita ini..
jadinya kita harus belajar menerima itu
haha…masa’ kyk gitu hrus kita terima n pake blajar lagi ??
hmmm…
September 25, 2009 at 11:27 am
@Wijoyo Simanjuntak
thank u
@latteung
Thnks sudah berkunjung..
@ngemeng
Udah ya? ihihi aku juga lupa
@Pak Tani
salam kenal..