Jadilah Terang dan Garam

2

Perkataan ini sebenernya sudah tak asing lagi bagi telingaku.
Sudah berapa puluh kali aku membacanya di Alkitab, atau mendengarkan khotbah Pendeta tentang terang dan garam dunia.

Namun sering kali Firman ini kuabaikan dan kudengar/kubaca sambil lalu saja, mengganggap sudah tau, tanpa pengaplikasian yang jelas di dunia nyata. Padahal, Tuhan menuntut Perbuatan bukan kata-kata semata.

Hari minggu kemaren, khotbah yang di bahas di gerejaku (HKBP-red) adalah mengenai “Menjadi Terang” (Lihat Yesaya 60:1-2)

Yesaya 60:1-2 ” Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu”

Kemaren, pendetanya mengibaratkannya dengan MATAHARI sebagai contoh terang.
Coba kita amati, matahari itu memiliki sifat-sifat agung.

  1. Dia bersinar secara disiplin, tak pernah terlambat bersinar.
    Kalo di tarik ke sifat manusia, hendaknya anak-anak Tuhan yang adalah anak-anak terang, harus bisa berdisiplin yang tinggi dalam segala aspek.
    Rasanya aku “ditampar” disini, karna aku sendiri masih sering kurang disiplin dalam banyak hal. Dalam kehidupan rohaniku maupun dalam kehidupan “duniawiku”. Terlalu sering menunda-nunda, berkompromi dengan sifat malasku, dan berdamai dengan sifat burukku.
  2. Adil
    Sifat matahari yang kedua adalah adil. Dia memberikan sinarnya bagi siapa aja. Dia menyinari apa dan siapa saja yang ditemuinya.
    Dia tak pilih kasih, dia memberi kehidupan bagi semua makluk di muka bumi. bahkan bagi gelap yang tersembunyi, dia mampu memberikan sinarnya lewat setitik lobang cahaya yang dia temui.
    Anak-anak terang juga di harapkan begitu, bisa berbagi kasih bagi siapa saja, bahkan bagi orang-orang yang dalam “gelap”.
    Mampukah aku Tuhan?
  3. Tidak Butuh Penghargaan untuk melakukan tugasnya.
    Matahari tak pernah diberi penghargaan karena melakukan tugasnya dengan sangat sempurna. Karena kedisiplinannya dan kepatuhannya. Dia tetap saja bersinar bahkan kala semua mahluk tak pernah menyadari kehadirannya.
    Jika matahari itu aku, apakah aku masih mau bekerja kala tak ada penghargaan dari bosku atas pekerjaanku dan kedisiplinanku? Apakah aku masih bersemangat bekerja kala tak ada yang memujiku?

Aku mau belajar jadi terang, memberi pancaran kasih Kristus kesekelilingku.. memberi rasa bagi dunia yang tawar. Walaupun aku sangat kecil di dunia ini, walaupun aku hampir tak dipandang di dunia ini, tapi aku ada untuk suatu tujuanNya.
Aku harus bisa jadi pancaran cahaya untuk sekelilingku yang gelap, walaupun cahayaku sangat kecil..

Tapi cahaya kecil dalam kegelapan pasti memiliki arti.. :)

36 Responses to “Jadilah Terang dan Garam”

  1. martinasiregar Says:

    aq juga mw menjadi terang,…………………….(pake gaya anak sekolah minggu)
    yuk, jadi terang….!! :)

  2. bonar Says:

    dan jadilah terang…!!!

    salam,

    bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

  3. okta sihotang Says:

    kak, aku minta GARAM mulah kk..
    garamku dirumah dah abis..kwka.kwka..kkwa :-P

  4. inoque Says:

    Aku juga ingin jadi terang…. (ikut gaya martina aja :-D ), walaupun pada kenyataannya pasti sangat susah aplikasinya dalam kehidupan kita. Hanya melalui rohNya yang memampukan kt melakukannya. Moga kita smua diberi rohNya selalu :-) .
    Keep Spirit:-D
    Thanks and Gbu All..

  5. glorialimbong Says:

    @martinasiregar
    Yukkk.. :)

    @bonar
    :)

    @okta sihotang
    Hmmm…. nge junk ya dek ;-)

    di kede2 banyak yang jual garam kok dek.. mana tau kau mau tau bedanya makanan dikasih garam sm gak dikasih garam ;-)

    @inoque
    Yup.. aplikasi emang gak mudah tan. Tapi itulah tantangannya..

  6. Janpieter Siahaan Says:

    Terkadang kita memelesetkan kata terang ini misalnya dengan mengandaikan matahari yang berada di atas. Jadi bila kita mau menjadi terang harus terus diatas, baik itu pengakuan, perkataan, sikap, dll, sehingga jatuh pada sifat kesombongan dan kecongkakan. Hal ini sangat berbahaya. Memplesetkan firman Tuhan untuk kepentingan pribadi.

    Lebih baik lah kita menjadi garam, yang memberi rasa tanpa merubah warna.

  7. lintong nababan Says:

    kalau buat aku, jangan hanya jadi garam dan Terang
    tetapi sekaligus rumah (rumah:red, tempat untuk mendapatkan kenyamanan )

    Btw, kalau ibadah ito di HKBP mana yah. n ito pernah ibadah di HKBP Kramat jati ga?
    Moga2 aku yang salah, perasaan di HKBP Kr.Jati pernah aku lihat mirip bangat sama fotonya yang FS
    tks, GBU
    http://www.lintongnababan.wordpress.com

  8. aPpLe Says:

    pengen juga ah….. ;)

  9. glorialimbong Says:

    @Janpieter Siahaan
    Yup.. garam juga punya makna yang dalem di Alkitab, makanya Tuhan bilang kita mesti jadi Garam dan Terang bagi sekitar.
    Tentunya pengertian menjadi matahari yang selalu diatas itu aku ambil pengertiannya sebagai penerang, pemberi pancaran yang adil, disiplin dan bukan sebagai matahari yang sombong karena selalu ingin diatas. Karena ada kalanya juga dia menghilang dari “peredaran” dan bersinar di tempat lain :)

    @lintong nababan
    Gak pernah aku gereja di kramat jati to. mungkin karna pasaran nya mukaku.. hahaha

    @aPpLe
    pengen jadi apa dek? :)

  10. Indah Sitepu Says:

    jadi lilin juga ahhhhhhh….

    ^_^

  11. John Jeshurun Says:

    Ga perlu banyak komen, kamu emang luar biasa ya br. Limbong, bisa bikin review kotbah dengan baik, jelas,sederhana dan yang penting bikin ngerti. Apalagi kalo kotbah sendiri :) . Aku sungguh diberkati.

    Selamat buat reward & blog ke-100nya. Jadi rata-rata sebulan bisa 10 post. Setaun katakanlah bisa 100. So, dengan semakin bertumbuhnya kehidupan rohani, kedewasaan dan kematangan menulis maka dalam 50 taun ke depan ada 5000 post dari Gloria Nathalina Limbong yang bisa memberkati orang-orang banyak!

    Keep on posting Gloria, God Bless U!

  12. Singal Says:

    Sering firman Tuhan itu lewat begitu saja dari kuping kiri dan kanan. Tuhan seolah tidak pernah keluar dari Gereja, berkali-kali kita dengar suaraNya dari mimbar lalu kita manggut-manggut bahkan terharu, lalu semuanya kita tinggalkan di Gereja, kita pulang dengan kehidupan nyata, dengan karakter masing-masing.
    Lalu Tuhan kita panggil dengan doa (sepenuh hati?) yang indah dan kadang penuh kesedihan, karena kita terjerembab, jatuh kedalam penderitaan. Tuhan tersenyum.
    Jadilah Garam Dunia, jangan menjadi hambar.

  13. Janpieter Siahaan Says:

    Maksud saya to, ada orang-orang tertentu yang pengennya jadi terang, tetapi memposisikan dirinya terus diatas orang lain, jadi maksud saya bukan ito, ( tapi kalau ito merasa, yah….gimana yah…he,.he..).

    Tapi, biarlah…, semua orang berhak memaknai hidupnya dengan nilai-nilai yang dipercainya, dan saya juga bukan hakim yang dapat memutus suatu perkara, saya hanyalah secuil garam yang ingin memberi rasa dan secercah terang yang ingin memberi makna. Syalom.

  14. raparsi Says:

    bagaimana jika sebagai terang seperti lilin?
    menyinari sekitarnya tapi melelehkan dirinya sendiri
    :)

  15. glorialimbong Says:

    @Indah Sitepu
    ^_^

    @John Jeshurun
    Terima kasih pak John. Blog bapak juga bagus dan memberi berkat juga inspirasi bagi banyak orang :)
    GBU 2

    @Janpieter Siahaan
    Ito.. kmrn tu ternyata setelah aku baca ulang, komentarku itu blm selesai kutulis. Makanya agak2 aneh kalimatnya. Udah aku update lagi kok..
    Thanks juga buat share-annya ito.
    GBU

    @raparsi
    Iya yah.. apalagi maknanya itu ya?

  16. berantaskorupsi Says:

    Wah aku masih jauh nih dari itu.,,

  17. par huta-huta Says:

    Horas. Mauliate ma ito di sharing mu, jala mauliate ma di Tuhan ala di lehon dope “torang ni pikkiran” di ito (sebagai naposo) ala masihol do gabe natiur ‘terang’ tu sekeliling. Sai anggiat ma nian sihol muna i dipasu-pasu Jahowa jala dipasu-pasu hamu di ngolumu.

    Lungun do roha mamereng angka dongan, tarlobi naposo, ala dang berpijak be di hata ni Tuhan i. Gabe songon na lilu alani rame ni ibukota i.

    Mauliate

  18. reallylife Says:

    percayalah sekecil apapun kebaikan dan cahaya akan sangat memiliki arti. Teruslah berusaha dan menebarkan cahaya itu
    tetap semangat ya

  19. RItool Says:

    Mantab tulisanmu ini bere …

    Ayo … . ” jadilah garam dan terang ” sesuai dengan talenta kita masing masing .

  20. Mr Bin Says:

    Unang di abaihon ate… ingkon siboan dame di hita manang didia pe hita maringanan..
    horas jala gabe…and salam ..enall lah

  21. Nelson Saragih Says:

    Menjadi terang artinya, kehidupan kita bisa memancarkan sinar kemuliaan Kristus bagi sekeliling kita, bukan kemuliaan pribadi tentunya.

    Menjadi garam artinya bisa memberi rasa. Dengan kehadiran kita, orang sekeliling kita bisa merasakan dalam hidup kita ada kristus.

    Terus berkarya, Tuhan memberkati.

    http://www.renungan-kristen.4christ.info

  22. Agus Karta Parulian Panggabean Says:

    Partitur koor untuk Tahun Baru / Pesta Bona Taon di http://www.hkbpdistrik8.org atau qartha.wordpress.com.

    GBU

  23. Bulir Sesawi Says:

    Sudah tepatlah HKBP mengadakan rapat seefektif mungkin. Diluar negeri/di Negara maju, rapat puncak seperti ini sudah tinggal pengesahan saja. Sebelumnya tentu sudah dilakukan lobi-lobi terhadap peserta yang ikut rapat. Kalau pembahasan dalam rapat dimulai dari awal lagi, sudah bisa dibayangkan bagaimana pimpinan itu menerima dan menyimpulkan begitu banyak pendapat. Saya setuju bahwa HKBP sudah maju selangkah, sudah bisa melihat keefektipan waktu, tenaga, dan biaya. Yakinlah apalagi pembahasan anggaran pasti lebih banyak komentarnya, dan kadang tidak masuk akal. Mungkin para anggota MPS sudah membawa beribu argumen yang dititipkan Sintua dan ruas HKBP. Apa enggak pusing pimpinan rapat nantinya. Malah saya sarankan sebelumnya supaya rapat puncak itu dikurangi saja waktunya dari 3 hari menjadi satu hari saja. Tapi yang terlaksana secara efektif 4 jam. Puji Tuhanlah. Kita harus bisa berlega hati. Saya ulangi kalau semua utusan MPS memberikan masukan yang harus disampaikan dalam rapat, apa jadinya? Mungkin kita akan mengatakan pimpinan itu tidak bisa mengefektipkan waktu sidang. Mari kita sama-sama mengurangi dampak pendapat-pendapat teman kita yang kurang puas tersebut. Selamat buat HKBP, dan Selamat Natal 2008 dan Tahun Baru 2009. (stgmaludin@yahoo.co.id., Bulir Sesawi, St. Maludin Sitanggang)

  24. bonar Says:

    sorry OOT yah ‘to…

    kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari NATAL DAN TAHUN BARU…
    Dami Natal dan kasih Kristus menyertaki kita semua.

    Gbu

    horas,

    bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

  25. Nainggolan Says:

    Berbuat yang terbaik adalah usaha setiap orang, mendapatkan yang terbaik impian setiap insan. Tak terasa kita sudah dipenghujung Tahun 2008. Di tahun 2008 banyak asa yang tercapai, ada pula yang belum digapai. Ada banyak cerita suka maupun duka kita lalui diTahun 2008. Mungkin kita belum meraih yang terbaik ditahun 2008, tapi selalu ada harapan ditahun 2009. Orang bijak bilang, jadikan masa lalu jadi pelajaran untuk menghadapi masa depan. Kita pasti sudah menyusun rencana, membuai asa di tahun 2009. Bekerjalah sambil berdoa. Itu pesan para tetua, di manapun kita berada. Selamat Hari Natal dan Tahun Baru!

  26. Singal Says:

    Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2009
    bagi Ito dan keluarga.
    Tuhan Yesus selalu memberkati, bertambah kebahagiaan dan rasa syukur meski dalam kesulitan dan kekurangan.

  27. rotyyu Says:

    Met tahun baru ya ito…..
    Semoga di tahun baru ini kita bisa menjadi garam dan terang.
    Amin

  28. Tobing____Josua Says:

    HORASS Ito Gloria, terakhir aku pulang ke toronto (feb 08), ternyata amang pendeta resot kita udah pindah ya????/ tugas dimana nya sekarang amang Limbong tahe ito?

    masih kenalnya ito samaku tahe????par tangsi sipil juga nya aku (dulu….hehe) berarti ito tinggal N BEKERJA dimana sekarang? met taon baru, tetap semangat, jadi garam dan terang dunia.

    si Jhon C Maxwell bilang: anak2 Tuhan ga boleh jadi orang yang biasa2 aja, harus jadi orang yang luar biasa, karena ada Kuasa-Nya yang menyertai kita. ido tahe????

  29. marojahan Says:

    jadi terang memerlukan tanggung-jawab yang sangat besar, jadi garam memerlukan pengorbanan yang besar, semoka kita bisa menjadi terang dan garam…

    *jangan terlalu terang ya, nanti garamnya meleleh.. :D

  30. boon_chiet Says:

    @pak marojahan
    pas natal di del bukannya mau ikut liturgi
    di blog mar liturgi

    aje boa do?

  31. murid Says:

    Shalom !
    Apa kabar Gloria …

  32. Ecko Manalu Says:

    Hehe ma ho jala marsinondang ate ??? :D
    Ahh bener dek, ini ud sering sekali dibilang, tapi ya mudah2an setidaknya jadi pemberi ide cemerlang itu juga sebenarnya ud jadi terang dunia, menjadi orang yang memberi solusi, menghibur, ya mungkin itulah langkah2 ringan buat jadi terang dan garam ya dek

    (halah… sok bijak mode on)

  33. Ezron Sinaga Says:

    Lama tak berkunjung…
    isinya rohani2 kali euy :)
    siplah… selamat menjadi garam dan terang

  34. Ecko Manalu Says:

    hayoooo… update.. we want more from gloria.. :D hehehehe

    Gloria:
    Hohohoho.. I’M coming.. :D

  35. pardosa Says:

    numpang liwat sajo bah..

    *clingukclinguk

  36. glorialimbong Says:

    @All
    maaf tidak sempat membalas satu persatu komennya.
    Yang pasti aku berterima kasih karna masih mau berkunjung dan meninggalkan jejak di blog ini.
    Semoga besok2 balik lagi :)

    God Bless

Leave a Reply