Ketika aku sedang berbahagia..
Aku bersenang-senang dengan diriku.
Menikmati hariku. Seakan kebahagiaan di hati tak akan berakhir.
Aku lupa mengucap syukur kepada DIA yang mengijinkanku menikmati kebahagiaan itu. Atau aku ingat juga tapi aku tak mau mengajaknya untuk ikut serta dalam kebahagianku.
Aku terlalu asyik dengan diriku sendiri seperti seorang anak di keramaian yang terlalu asyik memandangi permainan yang di sukainya.
Lalu pergi meninggalkan orang tuanya dan tak peduli betapa kuatir dan takutnya orang tuanya kehilangan dia.
Tapi ketika kerumunan itu bubar dan permainan serta segala kesenangan itu usai, si anak kebingungan dan ketakutan. Menyesal kenapa telah begitu bodoh melepaskan tangan ayah-ibunya dan bergabung bersama kesenangan sementara yang ditawarkan dunia padanya.
Mungkin begitu juga denganku, terkadang aku terlalu berbahagia dengan hidupku. Tak mau melibatkanNYA dalam kebahagiaanku. Lupa bahwa aku tak boleh melepaskan diri dari DIA yang paling mengasihi aku. Justru aku lari menjauh dan menikmati kesenanganku sendirian.
Cukup dalam kesedihanku saja aku datang dan menangis meraung-raung di pangkuanNYA.
Sekarang ya Tuhan, dengan segala rasa malu dan sedih yang ku rasakan, kumau ENGKAU memelukku erat dan memaafkan kesalahanku.
Kumau bersandar dan bercerita padaMU atas segala yang kualami saat ini.
Kutak mau lepas dariMU SANG PENGHIBUR sejati.
Yang tak pernah melepaskanku sendirian di tengah kerasnya hidup.
Aku tau KAU tetap setia walaupun aku tak setia
Terima Kasih TUHAN karna KAU setia..
wah gambar nya bagus..
kak, linknya udah aku tautkan….
dasar CEREWETTTTTTTTTT
And, actually..HE IS MY MOTIVATOR IN MY LIFE…..
Duh, dipeluk. Seandainya bisa merasakan juga.
@Okta
Hahahahhahha.. bagossss….
@Dana
Just imagine.. like Mercy Me said “I can only Imagine..”
kayak lagu padi aja.. sang penghibur,,,
menghibur yang lelah jiwanya…
kok sama persis dgn yg kurasakan saat ini
jadi ingat masa-masa sekolah minggu..
bukan tentang tulisannya, tapi tentang seringnya aku bertanya:
“muka Tuhan seperti itu yah? berjenggot, gak rapi dan gondrong.. terus kenapa kami gak boleh gondrong?”
ada Amen teman temin..??
Ih aku juga jadi pingin dipeyuk ama sang penghibur… gambarnya bagus yach…
kasih sayang Tuhan selalu tak berkesudahan, disaat kita menikmatinya ataupun saat kita menjauh dari-Nya, kasih dan sayang-Nya selalu hadir di saat apapun, bangga banget menjadi kesukaan-Nya
makasih buat story-nya, very tochi
@ ruben
Hehehhe.. iya yah… Pas Pulak itu kata2nya
@Lidya Hutagaol
Hehehe.. ada temen se “perasaan” nih ceritanya
@nich
hahahha.. Zamannya dah beda kali bangg….
@Manik
Amenn…
@Zalukhu
Tks.. Gambarnya emang bagus sih..
@Rio
Thnk u, semoga bisa jadi berkat bagi yang baca
Salam kenal yah..
Ditunggu kunjungan berikutnya
hmm.. Aku pengen jadi anak yg di gambar itu..
Aku juga pengen…!!!!
pengen apa ya??? wakakakakakaaa….
Peace
@Ryan
Pengen apa kau jayut? Ayo ngaku..
walk with Him around, Always…
I will
Ikuutan dong ito… Ajaka aku ya… Aku masih ga sanggup kalo sendirian. Terlalu merah dosaku ini :((
Syaloom !
Saya masih belajar mau jadi muridNya dulu !
boleh juga kan ?
@Adieska
Mau di ajak kemana itokku?? Ikutan aja yuk
@murid
Yuk sama2 belajar..
Kisahnya ngena ke aku juga tuh kak, he he he