Waktu aku kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak bertingkah seperti kanak-kanak dan berucap seperti kanak-kanak.
Aku berlari ke hutan, bermain-main bersama teman seusiaku, mencari buah atau sekedar berlarian di sela-sela pohon-pohon karet yang tumbuh tinggi.
Masih bisa kubayangkan bau karet yang setetes-demi setetes menetes ke tempurung kelapa yang sudah disiapkan di batang pohon untuk menampung tetesan karet itu untuk kemudian dikumpulkan, dijemur dan di jual oleh para petani karet itu.
Terkadang ketika berlari kesana kemari, aku terjatuh dan terluka. Sebentar aku menangis dan meratap. Tapi beberapa waktu kemudian ketika aku menemukan permainan baru yang kusenangi aku lupa akan rasa sakit itu. Aku asyik dengan mainan baruku dan tertawa bahagia bersama teman-temanku..
Kadang-kadang aku memanjat pohon coklat di belakang rumah.
Dengan ijin dari si empunya coklat, kami ambil buahnya yang matang dan kami nikmati buah nya bersama-sama. Tak lupa si empunya batang coklat meminta kami mengumpulkan biji coklat yang sudah bersih kami makan. Sepertinya mereka menjualnya. Tak taulah, itu urusan orang dewasa, pikirku saat itu.
Teringat juga olehku, keasyikan bermandikan air sungai yang jernih.. Berenang dari tepi yang satu ke tepi yang lain. Tak perlu gaya kupu-kupu, gaya dada atau gaya batu. Cukup aku hentak-hentakkan tangan dan kakiku ke air dan aku sudah bergerak di dalam air.
Abangku, aku, adikku dan teman-teman sepermainanku sering lupa waktu. Waktu mandi bisa dihabiskan berjam-jam. Cekikikan. Tertawa bebas.
Tak ada masalah hidup yang terlalu berarti.
Atau aku bermain karet bersama teman-temanku. Melompat setinggi-tingginya sebagai bukti kehebatan. Tak peduli dengan keringat yang bercucuran karena sinar matahari yang menyengat.
Tak peduli dengan panasnya mentari yang memanggangmu. Semuanya terasa indah..
Tak ada masalah yang terlalu berarti waktu kanak-kanak. Beban untuk mencuci piring, atau menjual beras dan telur, atau menjemur padi bukan sebuah tugas berat yang membuat otakmu kehilangan kendali sehingga stroke.
Masa kanak-kanak memang masa-masa yang begitu indah..
Tak ku pungkiri betapa masa-masa itu kurindukan setelah aku dewasa seperti saat ini.
Masa dimana rasa sakit dengan begitu mudahnya terlupakan dan kebahagiaan terpancar sempurna..
Sumber ilustrasi gambar aku comot dari sini..
Benar juga kak. Jadi pengen balik ke masa kecil???Bisa nggak ya!!!
Yang dekat rambongnya huta klen dek..??
Tau rambong kan..?? :p
Saya jadi ingat masa masa berenang telanjang di sungai di kabanjahe sana.
Masa kecil yang indah, Salam kenal.
Tak masalah rambut dipotong pendek bgt waktu msh anak2…tp skrg buat potong rambut diatas bahu malah agak enggan..
Masa Anak2…masa2 paling polos..
ya ilah…..bukannya sekarang kak glori itu masih kayak anak2 ?
jadi biasa mah klo berpikir and bertingkah laku kayak anak2….
KWAKAKAK..KWAKA…KWAKAK…..
@manik
rambong itu pohon karet kan lae ??
@Bani
Hehehe.. mana mungkin dek… Kita nikmatilah masa kini dek..
@Manik
Apa pulak Rambong ini to??? Kampung ito yak? Kek2 gak familiar gitu di telingaku to. Pasti huta2 kali
@dana
Pengen kembali ke masa kecil jadinya yah..
@ubadbmarko
Salam keal juga mas
@rebecka
Hahha.. iya.. aku jadi ingat, bapakku motong rambutku. Dibuat kayak rambut “Dora”. Udah rambutnya pendek pake poni pulak.. Hahaha..
@Okta
*
Hahahha.. sialan kau dek..
Berani2nya berkata seperti itu pada kakakmu.. Huh *sambil buang muka jauh2
Kalo kek kakak masih anak2 berarti kau kek bayi dunk dek
@okta
*par huta2 yak? :P*
betul rambong itu pohon karet
@Glo-dok
ai dia do, katanya t4 main2mu dolo…?
molo Hapea… diboto ho do tahe?
sekarang juga masih bisa kok dek ..
ayo… mau ga datang ke del habis tu turun ke sawah yang dibawah itu, melewati lumpur, rawa, beserta pacet2 dan lintah2nya, dan sesekali ada ular mengancam, hahaha, hanya untuk liat danau toba, trus berhenti di rumah2an dari tepas yang perancahnya dibuat dari bambu2 kuning, tempat nelayan2 di sitoluama itu berganti baju, atau makan, atau menyimpan hasil tangkapannya, atau sekadar rehat sebentar .. hehe ..
he.he.he.he
saya juga pernahh
Klo kakak rindu, lakukan aja lagi.. Bersikap EGP aja kak *sok menasehati*
aduhh…ga tau yah arti “HAPEA” ..??
Glo-dok << lebih gampang di ingat
eda ayo keliling perkampungan sekitar del lagi, ajak si rianthi, elli, mona, linar ama lia.
)
Jangan ajak si yunteQ, ribut kali nanti dia (piss yun
trus makan mie gomak kita ke smp sitoluama itu, trus nyemplung kita ke danau toba.
melompat tinggi dari pearl harbor nya angkatan 3
pengen balik ke masa dulu kan??
skrg jg msh bs ko
@xzbazt
Hahaha.. seru yah tulang…
@ thegands
Dimana melakukannya dek?? Di jakarta ini mana seru..
@Manik
Tanda do lebih huta2, huta ni Ito sian sipiongot bah..
@Ivonne
Hahaha.. sekarang baru kusadari, waktu udah kuliah, kita tetep masih kayak kanak2
Ayok.. Kapan kita beraksi?
Glo…
enak aja aku kau bilang belum pernah kesana ya ..
kami duluan melakukan itu darimu ya .. hmmm dasarr !!!!
(merasa di-under-estimate nih.. :P) kakwkwakwkawka
kenangan masa kecil yg indah
suka kangen ya ke masa itu dek.
uda kulink juga ya di ‘jabu’ku
^_^
Uhuhuhuhuhu… So sweet… Hey ada apa dengan blogger2 cewek belakangan ini ya? Kog postingannya banyak yang mirip kayak gini??? Ini satu contohnya ito http://sendalbirunie.com/?p=54
Thanks dah mampir ya ito. Aku mah udah beberapa kali main kesini. Secara banyak alumni DEL yang mendadak jadi sobatku via blog
@gloria:
Kek kebun binatang rangunan boleh kok kak. Wkwkwkwkwkwkwk…..*kena tabok kak gloria*
@Adieska:
Klo gitu aku juga mau dong jadi temennya…
@Lidya Hutagaol
Hehehe.. iya waktu.. kangen masa2 dimana kesulitan hidup belum terasa..
Thnks kak..
@Adieska
Hahahaha lagi pada kena sindrom kangen masa kecil toq
Thnks juga dah main2 kemari to..
Seneng deh ketemu ito baru
@Thegands
hahahhaha.. kau ajalah yah dek. Nanti aku nyusul kalo kau udah merasakan rasanya disana gimana *Ganda kutabok dan langsung ku deportasi ke Ragunan*
Ito Gloria,
When I was a child, mengingatkan kita dengan sebuah judul lagu, “when I was small”. Keduanya, menceritakan betapa masa anak-anak kita lebih banyak di isi keceriaan, kejenakaan, kenakalan dan sekali-sekali nangis.
Di balik cerita itu, banyak cerita sedih yang dimiliki dan tak terceritakan oleh jutaan anak-anak yang tidak memiliki kesempatan untuk ceria dan untuk jenaka . Hidupnya diisi kelaparan, kesedihan, penyakit dan bahkan kematian yang tak diinginkan.
Untuk mereka sebaiknya kita buat juga cerita.
Saran : tulisan ini akan lebih baik jika fotonya diganti dengan suasana anak-anak bermain di huta.
Saya tertarik dengan isi blog ini, hingga ku link dengan http://poltak.simanjuntak.or.id
Thank’s
@Poltak Simanjuntak
Halo Ito Poltak,
Salam kenal ito.
Soal anak-anak yang masa kecilnya menyakitkan, aku tak mampu menceritakannya to..
Dan soal saran gambar, aku gak nemu foto anak2 yang di huta2.. Punya referensi gambar anak2 yang sedang di huta2 bermain dengan penuh canda tawa to?
Tks udah link ke blog ku to. Aku sudah link balik
cape’ klo ingat ama yang namanya masa kecil…
indah, kepolosan, ga da beban…
seperti yang dibilang abang ecko…
seru bo…!!!!
@gloria:
*mengelak dari tabokan kak gloria*
gak kena… gak kena *menari-nari kegirangan*
Hai….kak…dah lama ni ga tau kabar k’oly lagi…
Akhirnya ktm disini jg,,,,
Sueeeerrr kak…aq senang baca blog kakak…bayangin ja kak dari pagi smp mo makan siang aq baca blog kakak ja…
Klo mengenai masa anak2…itu cerita yang paling seru… Yang walopun dah dimarahin, tetap dilakukan jg kadang2, hehehehe….
Jadi ingat ma Anak Sekolah Minggu Sigumpar kan kak? Mereka skrg dah besar2, dah SMP tp klo ketemu ma kami, mreka masih sering nyapa gini kak…”Halo Ibu,,,,” (sedih kan kak tp gpplah… )
GBUs
@Dona
Halo dek..
Heheheh.. jadi terharu nih, adek segitu kali bacanya
Jangan ampe ganggu kerjaan loh dekku.. nanti di blok pulak lah wordpress di tempat kalian kalo jadi terganggu kerjaan kalian
Iya.. kakak juga kangen ama adek2 SM yang lucu2 itu..
Yang pada hobi jajan itu.
Yang pada suka berantem itu.
Yang pada suka nangis itu.
yang pada ribut itu..
Yang pada suka cari perhatian itu..
Waduh.. kangen beneran ama adek2 itu
kapan2 kalo balik ke Del, titip ciuman sama adek2 yang kelas nol kecil yah.. hehhehehe…
Oya sering2 berkunjung ke blog kakak yah..
GBU 2 dekku..
Waktu kecil (udah esempe sih), saya sering cari kayu ke kebon rambong (hapea/haveae) dengan teman-teman. Karena kadang kami motong cabang pohon rambong, kalau ketauan sama “centeng”, kami dikejar-kejar. Naik sepeda membawa kayu karet bisa hampir 10 kilometer dari rumah.
That was more than 30 years ago in Tamora. When I was a child…