Event : Retreat Alumni PI Del
Tanggal Pelaksanaan : 03-04 Mei 2008
Thema : Alumni PI Del Menjadi Garam dan Terang dalam Keterlibatannya di Era Globalisasi
Lokasi : Desa Pancawati, Caringin – Bogor
Sabtu dan minggu lalu, alumni PI Del (yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya) melaksanakan retreat. Namun, hebatnya seluruh biaya pelaksanaannya di “subsidi” oleh yayasan. Sebenernya ini sebuah “halongangan bolon” (sebuah kejadian yang mencengangkan-red) bagiku pribadi.
Kok Yayasan Del segitu pedulinya dengan kami alumni yang kadang2 menurutku “kurang berbakti” ini?
Kok Yayasan mau sibuk-sibuk ngurusin kami yang sebenernya udah lepas dari tanggung jawab mereka??
Bagaimana tidak aku katakan ini sebuah “halongangan bolon” melihat ada Yayasan yang segitu baiknya memperhatikan kami?
Aku baru tiba-tiba merenung (Ya.. aku memang baru merenung sambil mendokumentasikan retreat kemaren).
Apakah kami Alumni PI Del sudah cukup peduli dengan keberadaan Yayasan Del dan PI Del sendiri?
Apakah kami pernah memperhatikan perkembangan Del dan memberi dukungan yang berarti bagi adik-adik kami disana??
Apakah kami sudah mulai membentuk sebuah aksi nyata sebagai bentuk kepedulian kami pada PI Del?
Dengan sangat malu, aku harus berani jujur untuk mengatakan BELUM.
Kami semua terlalu sibuk dengan diri kami sendiri, pekerjaan kami sendiri, hampir tidak memberi perhatian khusus untuk keberadaan Yayasan Del, PI Del dan Ikatan Alumni Del yang sudah di bentuk.
Ya Tuhan.. Aku pribadi malu menyadari ini..
Waktu acara retreat kemaren, sebelum acara retreat di buka, Sambil bercanda Ibu Devi yang kebetulan duduk di samping ku berkata kepada kami “Kalian sudah bekerja, tapi Ibu belum pernah merasakan apapun dari gaji kalian. Padahal harusnya kalian sudah ngasih Ibu nasi Kuning”.
Aku yakin beliau serius mengatakan itu walopun Ibu itu mengatakannya sambil bercanda.
Sebenernya seberapa beliau sih nasi kuning, tapi yang beliau tekankan pasti dimana bentuk perhatian kami kepada Keluarga Besar Del?? Terutama kepada Pak Luhut dan Ibu Devi.
Ah.. kenapa aku hanya bisa terdiam dan menunduk malu?
Ya Tuhan.. Bukakanlah pintu hati kami Alumni PI Del, agar memiliki kontribusi nyata baik untuk Yayasan Del/PI Del maupun untuk Repulik Indonesia yang kami cintai ini, walaupun kecil.
Bukakan pikiran dan hati kami, agar bertindak secara nyata menjadi garam dan terang di dunia ini seperti yang diharapkan Yayasan Del dari kami.
Amin..
Note:
Sebenernya ini sudah aku tuliskan tanggal 05 Mei 2008 yang lalu, tapi rencananya ini aku upload setelah aku tuliskan kesimpulan retreat kemaren. Tapi ternyata saking banyaknya kerjaan, belum sempat juga sampe sekarang. Tunggu aja, pasti kutuliskan pengalaman retreat kemaren.
Beberapa hari yang lalu waktu aku check Milis IA Del, Praise the LORD, cukup banyak alumni yang sudah nunjukin kepeduliannya akan Almamater kami tercinta itu..
Thanks GOD..
Semoga kami semua bisa merelealisasikannya.. “Dang holan hata” (Bukan omong doang-Red).
May 9, 2008 at 9:31 am
Hanya pendapat pribadi:
Perlu diralat mungkin, ini halongangan bolon untuk alumni PI Del yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya.
May 9, 2008 at 9:40 am
Hidup Gloria…..hahaha

ternyata anda termasuk orang yang tahu balas budi walaupun sedikti terlambat…daripada tidak sadar-sadar…iya kan?
salut…salut….memang benar la seperti yang dikatakan bundomu….High Quality
AYO…semangat semangat…perjuangkan keinginan kalian untuk menunjukkan kepedulian terhadap yayasan PI-Del tersebut…
apalagi alumninya sudah banyak yang kerja, pasti bisa lah memberikan sesuatu yang berharga kepada yayasan
bukan hanya sekedar materi…mungkin dengan mengunjungi beliau-beliau pengurus yayasan tersebut, pasti mereka akan senang…sama halnya seperti orangtua kita yang tidak mengharapkan materi dari anaknya…melihat anaknya berhasil saja mereka sudah senang…..
apalagi kalau mereka diingat dan dihargai dalam bentuk apapun itu
Peace All
May 9, 2008 at 11:28 am
postingan ini yang aku tunggu sejak senin lalu.
Blogger..blogger…
Finally ada juga biarpun menyinggung ke arah pembahasan di milis.
Ttg pembicaraan dengan ibu Devi, aku juga mendengarnya eda. Dulu sblm retreat diadakan dan stlh tau kalo retreat kali ini masih “disubsidi” yayasan, ada keiginan untuk ga bergabung krn rasanya janggal aja kita yg udah kerja masih “disubsidi” yayasan.
Tapi setelah dijalani, ternyata semua ada hikmat nya.
Yang paling aku perhatikan setelah retreat, alumni makin antusias untuk melakukan program bakti ke yayasan specially buat Bpk. Luhut n Ibu Devi.
Semoga aja program yang lagi di godok itu berjalan lancar dan nantinya program di tahun 2011 mendatang bisa terealisasi.
Let’s do something.
May 9, 2008 at 12:07 pm
bro..
May 9, 2008 at 12:28 pm
lanjut pra..
May 9, 2008 at 12:55 pm
@riyanthi
Memang untuk acara kemaren pesertanya masih cuma IA Del yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya mi..
Tapi aku yakin, bukan karna IA Del yang bekerja di Medan dan sekitarnya di anak-tirikan oleh Yayasan. Dibenahi satu-satu dulu mi..
Kita udah panjang bahas ini lewat chat mi.
Dan aku ngerti gimana perasaan kalian yang di Medan yang seakan2 di cuekin.
Mm… Aku berharap mami dan teman-teman yang di Medan gak berkecil hati dan tetap mendukung perkembangan organisasi IA Del ke depannya..
Kalo bukan kita siapa lagi mi??
@Someone
Lebih baik telat dari pada tidak sama sekali
@Munthe Ivonne
Iya da, aku harap juga pembahasan di milis kemaren gak sia-sia. Dan semoga bisa di proses lebih cepat
Ayok kita dukung, kita doakan dan kita majukan organisasi kita ini
@Mami Ve
Ada apa ni??
@Pardosa
Artinya apa to?? Aku kan ito-mu to, bukan apparamu..
Cemmananya..
May 9, 2008 at 2:00 pm
:: Your King Emperor ::
U Know What I mean lah…
I found You..
Secret of This Puzzle…
ConGratulations & Celebrations…Alias “MAKAN-MAKAN”
May 9, 2008 at 3:38 pm
@riyanthi :
tenang lah,bun…lgsng irinya kau..
ntr di Medan pasti lbh seru lagi…
ya ga,bun..??
May 9, 2008 at 4:50 pm
Wah retreat yach? jadi inget bentar lagi Grejaku juga mo ngadain retreat, tapi karna dananya kurang besar para panitia gi gencer2nya doa, Dukung dalam doa juga yach!!
GBU
May 9, 2008 at 5:55 pm
ck..ck..ck..
cieeee yang dapat subsidi dari yayasan utk retreat ke bogor.
kami juga kemrin dapat kok kak, bukan subsidi lagi, langsung 100 % dana dari mereka, puluhan juta gitu, emang yayasan kita baik kok
ya, moga2 aja pas tahun kami, mereka g berubah pikiran
May 9, 2008 at 11:05 pm
>>Kok Yayasan Del segitu pedulinya dengan kami alumni yang
kadang2 menurutku “kurang berbakti” ini?
Yahh….semakin tua…semakin sadar nih org…..:P
koawekowaekowaekokwaekowaewaweaewaewa
:Igree
May 11, 2008 at 10:37 pm
glow..
si dumbledore ud mati di buku ke-6 HP Deathly Hallow
itu aku baca waktu lagi tingkat 3
softcopynya ?? huahuahuaaaa… ntar aku cari ya ..
OOT
May 12, 2008 at 7:59 am
BAGUS………!!!
May 12, 2008 at 8:11 am
@Okta Sihotang
Dek mulai tahun depan, biayanya sudah ditanggung alumni dek.. Hehehhe..
Malu dong di “suapin” terus.. padahal udah pada mandiri
Makanya sekarang IA Del lagi nyusun program ke arah itu..
Doakan IA yah dek biar makin kompak dan bisa berkontribusi nyata baik untuk PIDel sekitarnya dan untuk Indonesia
@Sule
Hehehehhee.. begitulah to.. Kalo gak sadar2, bukan manusia lagi namanya
@Ecko Manalu
Kemaren tuh pengen beli sih.. cuma waktu itu aku lebih jatuh cinta sama bukunya Laskar Pelangi.
Jadinya satu-satu dulu deh.. Aku pikir gitu..
Tapi kalo ada softcopy kan lebih enak.. Gratis..
@Boots
Apanya yang bagus bang??
May 12, 2008 at 11:56 am
kayaknya para alumni Del perlu disadarkan nih biar ga sombong lagi.
May 12, 2008 at 1:19 pm
Ito, pasti senang rasanya bahwa para alumni masih diperhatikan oleh almamaternya. Beruntung kalian bisa sekolah dan lulus dari del. Aku sendiri sangat mengagumi sang visioner, luhut panjaitan, yang telah memberikan perhatian yang begitu besar terhadap bangso batak dan bona pasogit.
Mendirikan del di bona pasogit bukanlah tanpa alasan. Nasi kuning yang diminta oleh ibu devi mengandung makna yang begitu dalam yang perlu kalian renungkan bersama para alumni del. Kalian hanya sebagian kecil dari bangso batak, masih banyak lagi manusia berpotensi yang ada di bona pasogit yang membutuhkan perhatian segenap orang batak yang telah menikmati manisnya keberhasilan di parserahaan.
Perjalanan kalian belum berakhir, lulus dari del adalah langkah awal untuk menjadi agen-agen pembangunan untuk bona pasogit. Seperti apa yang telah disampaikan oleh pak luhut di toba dream dialogue, sekarang kalian diharapkan menimba ilmu yang lebih banyak lagi melalui pekerjaan dan pergaulan. Suatu waktu kalian diharapkan bisa membantu dan menggantikan pak luhut untuk misi yang mulia itu.
Horas
May 12, 2008 at 4:16 pm
@ rafaeltrisno
Nyang kejam lah comment mu ttg alumni itu dek
Ga sombong nya kami dek, hanya saja karena kesibukan masing2, kami tidak pernah serius membicarakan itu.
Sering sekali terpikirkan dan dibahas, hanya saja tidak ada titik temu.
Doakanlah dek, saat nanti kamu jadi alumni program ini sudah dijalankan.
Intinya, semua alumni tetap cinta Del, dan ingin melakukan yang terbaik sebagai baktinya ke Del.
Hanya saja, sama seperti yg aku sebut di atas.
Sekarang kita sedang berusaha dan hopefully dalam waktu dekat bs terealisasi.
May 12, 2008 at 4:28 pm
@Marudut Pasaribu
Iya to, emang aku sungguh bersyukur dan beruntung menjadi salah satu bagian dari tubuh Del.
Tidak banyak almamater yang begitu memperhatikan alumni-alumninya seperti Yayasan Del.
Semoga mimpi dan perjuangan pak Luhut ini tidak kami sia-siakan. Itu juga kemaren salah satu tujuan diadakannya pertemuan Alumni, untuk mempersatukan kami kembali.
Memang dalam masa muda kami ini sering kali kami menemukan banyak kendala yang membuat kami terkadang “lupa daratan”.
Saat ini Ikatan Alumni kami sedang menyusun beberapa rencana ke depan. Semoga terealisasi dan kami akhirnya bisa memberikan bukti nyata eksistensi kami Alumni PI Del.
Thanks buat masukan yang sangat berarti ini Ito.. Semoga Alumni-alumni Del yang lain membacanya..
Salam,
Gloria
May 12, 2008 at 8:21 pm
jadi cepat2 pengen jadi alumni nich kak, supaya bisa ikutan retreat…
heheh