My Sister Keeper

Dulu aku tertarik baca buku ini waktu iseng-iseng mampir di tempat peminjaman buku di dekat kampus Binus, daerah Syahdan.
Setelah mencari-cari diantara sekian banyak buku yang menarik hati, pilihanku jatuh pada sebuah buku tebal ber-genre novel Keluarga.

Menurutku, buku ini bagus banget. Mengajarkan banyak hal tentang makna hidup, tentang cinta seorang Ibu, tentang cinta kasih dalam keluarga, tentang pergumulan, perjuangan, dan banyak lagi.
Pastinya ada banyak kejutan sewaktu membaca buku ini.
Sebenernya sih sudah ada film nya. Filmnya juga menurut penilaianku cukup bagus, tapi tetap saja yang diceritain dibuku jauh lebih lengkap. Continue reading

Kembali Eksis

Hai.. hai.. hai..

Lama sudah aku tidak bersentuhan dengan blog tercintaku ini. Tempatku berbagi sebagian cerita, pemikiran, kegusaran, kekesalan dan semua-semuanya.

Tak kupungkiri, ada rasa kangen menulis di blogku ini.
Hobbi yang bisa menbantuku berbagi kebahagiaan, mengobati rasa kesal atau marah, atau sekedar pelepas penat di pikiran ini.

Memang beberapa bulan terakhir aku terlalu disibukkan oleh skripsiku, yang puji Tuhan telah selesai pada akhir juni kemaren. Lega luar biasa yang kurasakan setelah dinyatakan lulus skripsi dengan nilai yang cukup baik. Continue reading

Hidup dan Mati hanyalah Otoritas-MU

Hari senin yang lalu, hari masih tergolong pagi benar waktu saya sampai di kantor. Pagi itu kantor kami sudah dihehohkan oleh berita meninggalnya salah seorang teman kami di Kantor akibat kecelakaan lalu lintas. Dia meninggal dalam perjalanan menuju kantor dengan menggunakan sepeda motor. Beliau terjatuh akibat menghindari lobang dan hanya selang beberapa detik, sebuah bus Patas dengan kecepatan tinggi tidak dapat mengendalikan Busnya dan menghantam tubuhnya. Dia meninggal seketika :(
Sungguh sedih campur kaget ada teman kami yang mengalami kejadian seperti itu. Aku memang tidak mengenal Mbak itu. Aku hanya tau wajahnya.

Orang-orang yang mengenalnya sontak merinding, menangis dan ada yang histeris. Tak ada yang menyangka jika kematian itu menyapanya begitu cepat. Continue reading

Hikmah di Balik Banjir

BAGIAN II

Saat aku kembali bekerja, curah hujan sudah mulai berkurang walaupun masih mendung. Perlahan-lahan namun pasti, minggu itu juga air surut. Praise God. Jumat malam, aku kembali ke rumah di semper. Namun ntah kenapa, hari sabtu aku mulai demam. Awalnya aku kira demam biasa, mungkin kelelahan atau kondisi cuaca yang tidak menentu. Ditambah lagi beberapa kali aku kehujanan waktu pulang kerja. Sampai 3 hari demamku  turun naik. Bahkan mataku sampai merah sebelah. Akhirnya aku minta ijin untuk tidak masuk pada hari senin, berharap hari selasa aku udah sembuh. Sebagai info tambahan, waktu itu aku masih bekerja selama 3 bulan. Jadi rasa takut untuk ijin atau sakit masih sangat besar. Rasa bersalah karena tidak ada yang menghandel pekerjaanku begitu kuat untuk menyuruhku kembali bekerja. Namun apa daya, tubuhku tak mau kompromi. Aku tetap saja demam seperti hari-hari sebelumnya, selera makanku menurun dan badanku lemas luar biasa, walaupun aku ingin sekali bekerja. Hahaha.. sok loyal banget ya.. padahal udah tau sakit :D

Hari ketiga aku dibawa ke dokter, namun karna dokternya sedang tidak ada, aku diperiksa oleh bidan yang bekerja kepada dokter tersebut. Kakak bidan ini menyarankanku untuk memeriksa darah, “takutnya demam berdarah pak” begitu kata kakak Bidan itu ke bapak. Rumah Sakit Islam-Jakarta Utara yang adalah rumah sakit yang terdekat dengan rumah dan kakak bidan itu menyarankanku untuk cek darah disana. Deg.. jantungku langsung tak tenang begitu disuruh periksa darah. Aku tak terbiasa dengan dokter, tidak terbiasa dengan rumah sakit, tidak terbiasa dengan suntik-suntik (ughh.. i hate that…). Aku lebih suka di rawat sama mama walaupun harus diomelin. Seingatku, tak pernah sekalipun aku masuk rumah sakit dan dirawat oleh dokter.  Aku juga tidak suka rumah sakit. Hawanya menyeramkan bagiku. Ntah kenapa, apa mungkin karna waktu kecil aku pernah tinggal di dekat kamar mayat rumah sakit di Tarutung yang membuat Image rumah sakit begitu jelek dimataku? Ntahlah.. Continue reading

Banjir Jakarta -2007-

Aku sedang ingin bercerita saja. Bercerita tentang kisah yang berkesan kepadaku di masa lalu. Sebagai catatan buatku kelak, siapa tau otak ini sudah mulai sulit untuk mengingat dan yang tinggal hanyalah tulisan.. :-)

BAGIAN I

Ini adalah sebuah kisah di masa lalu yang mengajarkanku betapa pentingnya arti kesehatan buatku, arti cinta dan arti hidupku.

Februari 2007

Sudah lebih satu minggu banjir menggenangi Jakarta. Tak terkecuali rumah dinas Bapak-ku di daerah Semper juga dapat “bagian”. Syukurnya rumah itu berlantai dua, sehingga lantai 2 bisa digunakan untuk tempat tinggal. Sedangkan lantai satu sudah tergenang air setinggi betis orang dewasa. Di depan rumah, jangan di tanya. Lapangan yang biasanya digunakan orang untuk bermain bola dan parkir kini sudah seperti danau buatan.

Aku tak menyaksikan secara langsung proses naiknya air tersebut, karena saat itu aku sedang bekerja dan pada hari senin-jumat tinggal di Condet bersama Inangudaku (sebutan untuk tante/adik mamaku yang sudah menikah). Aku tau banjir sudah setinggi itu dari bapak dan mama serta dari berita yang tak bosan-bosannya melaporkan keadaan terbaru banjir Jakarta. Continue reading

Bersabar dalam Penantian

Hari ini saya berkutat dengan pekerjaan yang itu-itu lagi.
Membosankan memang, dan pada akhirnya “sukses” membuat saya mengantuk.
Rasa kantuk ini beberapa bulan belakangan memang sangat mengganggu produktivitas saya. Jika kemaren-kemaren karena saya mesti lembur lagi untuk mempersiapkan diri untuk ujian, mengerjakan tugas, sekarang ini saya mengantuk karena semangat kerja saya menurun drastis.

Tidak ada passion yang membuat saya begitu menggebu-gebu. Membuat saya begitu ingin tau dan begitu puas ketika berhasil menyelesaikan tugas saya. Seperti dulu, ketika saya berhasil menemukan titik permasalahan user saya. Ketika saya berhasil membantu mereka untuk kembali tersenyum melihat komputernya yang telah beroperasi secara normal sehingga bisa kembali melanjutkan pekerjaannya dengan tenang dan hati senang.
Saya hampir lupa bagaimana perasaan saya ketika saya menemukan sumber permasalahan di data yang saya tangani. Begitu bahagia ketika menemukan penyelesaian masalah dan memperbaiki sendiri data-data yang kurang akurat. Begitu bersukacita ketika berhasil membuat laporan tanpa cacat.
Itu perasaan saya 2 tahun lalu.
Ketika semua masih tampak baru dan begitu menantang. Saya begitu bergairah dan bersemangat dalam bekerja.

Sekarang, ketika saya diperhadapkan dengan komplain user saya yang itu itu lagi setiap tahunnya, saya mulai sulit untuk tersenyum. Terkadang saya kesal, karena saya merasa seharus nya mereka lebih pintar dibandingkan beberapa tahun lalu.
Mereka seharusnya mengerti apa yang harus dilakukan jika menemukan kesalahan yang itu2 lagi. Bukannya menanyakan kepada saya berulang-ulang.
Tapi, ketika saya kembali “normal”, saya sadari, mereka mungkin kurang mengerti karena mereka tidak fokus disitu.
Bagi mereka teknologi jauh lebih sulit mereka taklukkan ketimbang penjualan produk yang bagi saya justru sebaliknya. Continue reading

Indahnya Saat Yang Teduh

Indahnya saat yang teduh menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya, sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan
Segar; ‘ku bebas dari seteru di dalam saaat yang teduh.
(Nyanyian Kidung Jemaat. 454:1)

Pagi ini, aku sedang ingin berbagi cerita dengan para sahabatku. Ditambah penguatan dari Khotbah kemaren. “Jika kamu ingin melakukan sesuatu yang baik, walaupun itu terlihat konyol, lakukanlah“. Itu yang mendorongku mengirimkan email panjang ini ke sahabat2ku, dan ku share juga ke pengunjung blog-ku.
Siapapun kamu, semoga kamu juga terberkati :)

Continue reading

Hidup di Bawah Kuasa Allah

Renungan Harian: 13 Oktober 2009
Bacaan: Mazmur 37: 34-40

Hari ini Tuhan ingatkan aku bahwa kuasa, popularitas, kekayaan dan pesona dunia bukanlah yang terpenting untuk aku kejar. Tapi yang terpenting adalah, bagaimana caraku hidup di bawah pengaruh dan kuasa Tuhan Yesus. Sehingga aku tak perlu terlalu ambisi mengejar kehidupan yang glamour, penuh kekuasaan dan  sombong. Continue reading

Memperhatikan Berita Disekitarku

Siang ini ada beberapa berita yang menarik perhatianku.

Mulai dari kasus Ketua KPK Antasari Azhar yang diduga terlibat dalam pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen, yang sampe sekarang aku belum habis pikir dan belum percaya kalo Pak Antasari benar-benar terlibat dalam kasus itu. Aku seperti memiliki keyakinan bahwa ini adalah rekayasa yang udah diatur sedemikian rupa. Bukan karna aku sok kenal ke beliau, tapi kayaknya beliau terlalu berpikiran kerdil kalo sampe membunuh gara2 seorang Rani Juliani (sok menganalisis nih ceritanya.. huehe). Continue reading

Yang Adil dong Pak Polisi..

logo polisiPagi ini, di jalan pas berangkat kerja aku udah dibuat kesal sama orang-orang kaya itu, sama sekolah itu, sama pak polisi yang gak adil ituh :(
Oh.. oke oke.. maafin aku karna udah nyerocos tanpa menceritakan dulu duduk perkaranya.. :D

Jadi ceritanya begini, kemaren malam aku nginep di rumah nanguda-ku (tante-red), karna oppung boruku (nenekku-dari pihak mama) baru datang dari kampung. Nah, otomatis paginya aku harus berangkat dari sana. Rumah nangudaku ada di condet, jaktim.

Pas berangkat kerja Continue reading

Inspirasi dari Kick Andy

Logo-kickandy-comSelagi berselancar di dunia internet, secara kebetulan saya teringat akan situs yang sangat saya gemari namun akhir-akhir ini jarang saya kunjungi http://www.kickandy.com
Awal aku tertarik membaca situs ini adalah karena ketertarikanku akan acara yang dibawakan oleh Andy F. Noya di MetroTV.

Dari acara itu aku tau bahwa ternyata Kick Andy juga memiliki situs di dunia maya.
Dari situ, aku suka baca-baca segala macam berita disini, terutama kisah-kisah inspiratif. Aku memang penggemar kisah-kisah inspiratif. Kisah-kisah yang biasanya menyentuh hati, membuat tawa, haru atau terkadang tangis atau meningkatkan semangat hidup. Kisah-kisah seperti ini lebih berbicara banyak kepadaku tentang arti kehidupan, menumbuhkan sikap sosial yang tinggi, menumbuhkan sikap empati terhadap orang lain dan juga menumbuhkan semangat juang yang tinggi dalam menjalani hidup. Continue reading

Apakah Stress Berkurang Dgn Mengeluh?

Dari kemaren sore aku udah dibuat jengkel sama komputerku yang bukan main lambatnya karena mengolah Excel seberat 115MB.
Alhasil satu pekerjaanpun tak selesai gara-gara komputerku ini terseok-seok mengolah data seberat itu. Continue reading

Sang Merah Putih, Berkibarlah di Langit yang Biru

logo-ke-64-proklamasi-kemerdekaan-ri-headlinenews-insideWalaupun sudah telat satu hari, tapi ijinkan aku mengucapkan “Selamat hari kemerdekaan!” :-) .

Kemaren, 17 Agustus 2009, pagi-pagi benar Pkl 04.30 WIB aku udah dibangunkan oleh alarm HP yang sengaja ku set karna aku harus menghadiri upacara Perayaan Hari Kemerdekaan RI yang dilaksanakan oleh kantorku di Gedung Baru, di Bintaro.

Dengan mata yang masih sangat berat, ditambah kaki dan tangan yang masih pegal semua (karena sehari sebelumnya juga telah ikut menyemarakkan berbagai perlombaan 17-an yang diselenggaran oleh Organisasi Alumni kampusku dulu, Alumni PI Del) aku memaksakan diri untuk bangun dari tempat tidur, menyalakan lampu kemudian melihat jam yang sudah bergerak ke jam 04.45 WIB. Buru-buru kuselesaikan saat teduhku, aku berdoa memohon kekuatan Tuhan untuk melalui satu hari itu dan berharap aku tetap bersukacita walopun aku merasa sangat terpaksa mengkuti Upacara itu. Continue reading

Indonesia-ku, Indonesia-mu..

Aku agak-agak jobless belakangan ini.
Sebenernya gak pure jobless, tapi memang untuk membangkitkan semangat pada pekerjaan yang mulai membosankan, butuh energi dan semangat yang baru.

Alhasil, buah “jobless” ku itu berujung pada rasa penasaranku pada perkembangan politik nasional, tepatnya pada masa-masa menjelang PilPres ini.
Aku tak akan terlalu banyak berkomentar soal politik, karena terlalu banyak intrik di dalamnya yang tidak mampu kupahami.
Sulit membedakan mana fakta dan mana sandiwara. Continue reading

Hidup Terus Berjalan

waktuKehilanganmu atas seseorang yang sangat kau cintai, tidak membuat dunia ini lantas berhenti berputar, Orang lain berhenti bernafas atau matahari berhenti memberikan sinarnya.
Hidup senantiasa terus berjalan.

Ketika semangat hidupmu menurun, dan kamu tak punya semangat untuk hidup,
Hidup tetap terus berjalan, dan satu yang pasti kamu telah menyia-nyiakan waktu dihidupmu.

Ketika kamu berhenti di satu langkah karena enggan menghadapi hari apa yang harus kamu hadapi di depan,
Yakinlah, hidup terus berjalan dan waktumu di dunia semakin berkurang..

Tak ada yang bisa menghentikan waktu seperti yang ada di film doraemon.
Kecuali Sang Pemilik waktu itu sendiri..
Hidup akan terus berjalan, bahkan ketika kamu dan aku mati.

Sekarang, bagaimana kita semua bisa memanfaatkan waktu kita di dunia sebaik mungkin?